
Zii dan zaki menikmati makan malam dan pemandangan dicafe tersebut, zii makan dengan lahap tak peduli dengan zaki yang terus menatapnya dari tadi. tak butuh waktu lama zii sudah menghabiskan makanan yang ada di piringnya.
"zii, apa kamu senang malam ini??" tanya zaki
"hemmz, lumayan kepalaku juga gak terlalu sakit" jawab zii
" apa kamu sudah minum obat zii??" tanya zaki khawwatiir
"sudah gak papa kok, emmz boleh aku tanya sesuatu sama kamu??" ucap zii
Zaki mengangguk, sambil meminum minuman di depanya.
"kamu sering kesini ya?? apa sama pacar kamu??" tanya zii, zaki yang mendengar kaget juga ingin tertawa. apa kamu akan cemburu padaku zii, tenang kamu wanita pertama yang aku bonceng sekaligus ajak kesini,, batin zaki
"ehhh ni orang, gak jawab malah senyum2 gak jelas!" gerutu zii
"puuftt, bukan gitu zii, seneng aja kamu nanya gitu, kamu tau,,,"
"Gak!" sela zii
"zii kamu tuh yaa??? dengerin kamu wanita pertama yang aku ajak kesini zii, aku gak pernah dekat dengan wanita manapun, kamu tau sejak aku masuk akmil sampai sekarang, kalau kamu apa sudah punya pacar??" tanya zaki, sebenarnya dia cemas, kalau saja emang zii sudah mempunyai kekasih.
"hahahahaha jomblo karatan donk kamu, kalau akuu??? mau tau apa aja apa mau tau banget!" jawab zii
"enak aja bilang karatan, masih fress tau! ayo lah zii...??" kata zaki
"hahahhaha kamu lucu!" gelegak tawa zii
"zii kamu belum jawab aku!" ucap zaki.
"udah ah, ayo pulang udah malam" jawab zii yang sudah berdiri dari tempat duduknya, namun dicekal oleh zaki, karena belum mendapat jawaban dari zivana.
"apaan sih mas zaki, zii mau pulang ayo!" dengus zii
"kamu belum jawab aku!" desak zaki
"hufft kepo kamu!" ucap zii sambil memanyunkan bibirnya
__ADS_1
"biarin, bwellleee" jawab zaki sambil mencubit bibir zii yang manyun
"ish, sakit tau! mau tau gak nih!" ucap zii.
"ya donk! cepet!" jawab zaki gak sabar
"ehemmz, zii itu belum punya pacar, karena menurut aku pacaran itu ribet!" zaki mendengar jawaban zii merasa putus asa, karena zii gak mau pacaran.
" zii mau nanti, kalau seumpama udah ketemu jodoh, dan merasa cocok zii mau ta'aruf aja, pacaran setelah nikah, mungkin lebih enak hehehhe" imbuhnya lagi sambil membayangkan. zaki tersenyum semoga kelak zii akan menjadi jodohnya, dia hanya perlu meyakinkan zivana dan membuatnya merasa nyaman kalau bersamanya.
semoga jodohmu kelak adalah aku zii, meskipun berat aku yakin kamu adalah calon ibu dari anak2 ku kelak.
"ngapain senyum2 gitu, kesambet yaa??" zii mendekatkan wajahnya ke wajah zaki dan menempelkan punggung tanganya di kening zaki, jantung zaki seperti mau copot rasanya
dug..dug ..dug.... terlalu dekat zii, ta allah jantungku...
"ehh, apaan sih zii, aku gak kesambet tau! ayo pulang ntar keburuu malam, bisa digantung aku sama komandan!" ucap zaki
"yeee, yang dari tadi gak mau pulang siapa?? bukanya kamu ya?? kalau digantung mah gak papa hahahaha!" jawab zii
"jahat kamu zii!" dengus zaki.
Zaki tau zii kedinginan, zaki menarik lengan zii dan melingkarkan tangannya zivana diperutnya. awalnya zii sangat canggung dengan keadaan seperti itu, namun zaki menahan tangan zii agar tetap melingkarkan tangannya di perut zaki.
Karena tak ada perlawanan dari zivana, zaki tersenyum senang, hatinya begitu berbunga-bunga, ditambah zii menyandarkan kepalanya dipunggung zaki, karena lelah dan tak kuat menahan kantuknya zii menempelkan kepalanya dipunggung zaki dan memejamkan matanya. menambah kesan romantis itu yang dirasakan zaki sekarang.
Zaki melawati pos jaga disana ada dirga dan aziz, mereka melongo melihat adegan romantos lewat didepan matanya, dirga yang berkali-kali menggosok-gosok matanya tak percaya, tapi dia juga merasa senang sahabatnya bisa dekat dengan zii. saat zaki melewati rumah besar di komplek tersebut dan kebetuulan zain juga keluar dari rumah salah satu petinggi TNI tersebut melihat, zii memeluk laki2 itu dan mereka berboncengan dengan mesrah menambah api cemburu pada zain bertambah besar.
Zain ingin menyusul zii kerumah arya, tapi niatnya diurungkan karena sudag larut, tak enak kalau bertamu terlalu malam, akhirnya zain kembali kerumah dinasnya dan akan menanyakanya besok pada zivana.
Zaki sudah sampai didepan rumah arya, tapi tampaknya zii begitu lelap tidurnya, sampai tak menyadari bahwa motor yang dikendarai oleh zaki sudah berhenti di depan rumah arya, zaki mencoba membangunkan zii dengan lembut, dengan menggosok2 tangan zii agar bangun, tapi hasilnya nihil, zii tak bergerak sedikitpun.
"zii, bangun, sudah sampai zii???" ucap zaki sambil menggoyang2kan punggungnya agar zii bangun. tak lama zii mengerjap2kan matanya, zii menggeliat,
"engghhhhh....sudah sampai yaa??" ucap zii dengan suara serak
"iya, udah dari tadi" jawab zaki.
__ADS_1
"hah!! kok aku gak dibangunin sih!" dengus zii
"udah kamu aja yang keenakan tidur, tuh jaket aku ada pulau bikinan kamu, hiihihi" ucap zaki sambil cekikikan, zii reflek ngelap sudut bibirnya takut ilernya masih menempel. sontak membuat zaki terbahak. zii menyadari zaki menggodanya langsung memukul punggung zaki, dan turun dengan wajah cemberut.
"ehh, zii maaf, yaya aku salah, udah donk jangan ngambek!" rayu zaki
"udah ah, sana pulang! besok aku gak latihan! males!" dengus zii
"ehh mana bisa, aku jemput besok jam 7 udah harus siap!" tegas zaki
"ihhh siapa kamu, nyuruh2 aku" jawab zaki
"aku laporin sama bang arya, pokoknya besok aku jemput jam 7! gak ada penolakan! udah sana masuk dingin, terus tidur" ucap zaki
"hemm!" zii mengangguk patuh, Zaki mengelus puncak kepala zii dan pamit sama zivana
"ya sudah aku balik dulu, assalamualaikum!" ucap zaki
"waalikum salam" jawab zii
Zaki meninggalkan kediaman arya, zii masih mematung ditempatnya, menatap punggung zaki sampai menghilang, zii masih gak percaya zaki mengelus puncak kepala zivana, zii sadar dari lamunanya dan langsung masuk kedalam rumah arya...
.
.
.
.
.
.
*hadeuuuhhh babang zaki seneng nih yeeee, bisan halan-halan sama zivana, hihihi..... ehh.. tapi bang zain hareudang nih....sabar yah bang zain.... gantian bang zaki pengen deket juga sama zii😂
hai readersssss....... jangan lupa like, coment and vote yaaaa
__ADS_1
maaf kalau masih ada typo😉*