Cewek Bar-Bar Ku

Cewek Bar-Bar Ku
99


__ADS_3

Zain membawa zivana kesebuah taman yang penuh dengan bunga berwarna warni, seketika zivana melupakan akan kesedihanya, dia berlari-lari kesana kemari, zain yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya.


"jangan lari2 naa" teriak zain


zivana membalas zain dengan menjulurkan lidahnya, dia masih asyik dengan bunga2 yang berwarna warni itu. Zain duduk disalah satu kursi panjang didekat taman itu. zivana menghampiri zaib dan duduk disebelahnya dengan nafas yang ngos-ngosan.


"capek?? " tanya zain sambil mengelap peluh zivana dengan punggung tanganya.


"iyaaa, tapi seruu!! seneng bisa lihat bunga banyak dan warna-warni juga" jawab zivana


"dulu mama juga suka banget nanam bunga, katanya biar kelihatan asri walaupun rumahnya ada dikota" imbuhnya lagi, zain menganggapinya dengan senyum


"haus??? " tanya zain, zivana menganggukkan kepalanya, tenggorokanya terasa keting setelah berlarian kesana kemari.


"ayoo kesana! " ajak zain sambil menunjuk saung di taman tersebut. zivana beranjak dari duduknya dan mengikuti zain dari belakang. zain meraih tangan zivana menautkan jari2 kekarnya disela-sela jari zivana yang kecil.


"kamu lambat naa" ejek zain


"ishh!! kak zain! emnag aku siput! " jawab zivana sambil cemberut. zivana merasa senang setiap kali jalan sama zain, karena menurut zivana zain seperti kakaknya sendiri, selalu ada saat dia membutuhkan menenangkan fikiranya, seperti kakaknya alfian.


zain mencubit hidung zivana gemas, yang membuat zivana mengadu kesakitan, sepanjang jalan menuju saung zain dan zivana saling bercanda sehingga orang yang melihat mereka seperti pasangan baru yang sedang dimabuk asmara.


" tunggu sini aku pesanin dulu" ucap zain meninggalkan zivana yang duduk lesehan disaung tersebut. zain membawa 2 piring nasi beserta lauknya dan 2 gelas jeruk hangat.


"makan siang sekalian ya na, isi energi dulu" ucap zain

__ADS_1


" oke, kak zain bawa apa baunya hemmmz bikin laper" jawab zivana


"kamu bisa aja! lalapan ayam, sambalnya gak terlalu pedas kok, ayo makan!" ajak zain, mereka menikmati makan siang disaung tersebut.


Setelah makan siang zain dan zivana kembali melanjutkan jalan2 mengelilingi taman bunga tersebut, dan beberapa kali mereka berselfi-selfi bareng, kini mereka duduk dibawah pohon besar, mereka duduk bersebelahan, zivana memejamkan matanya menikmati angin bertiup sepoi-sepoi,


"Na aku boleh ngomong sesutu sama kamu?? " ucap zain, zivana membuka matanya dan menatapa zain.


" hemmz ? " jawab zivana


" Na sebenarnya dari awal aku ketemu kamu, aku suka sama kamu, apa kamu mau jadi pacar aku" ungkap zain


Zivana kaget mendengar pernyataan zain, zivana hanya menganggap. zain seperti kakaknya, karena zain seperti sosok al dimata zivana, perhatian, dewasa dan juga sabar. zivana menundukkan kepalanya, masalah dengan zaki belum kelar sekarang zain menyatakan cinta padanya. ucap zivana menarik. nafasnya dalam2 dan membuangnya perlahan.


"Kak zain, sebelumnya aku minta maaf, aku tidak bisa menerima perasaan kak zain, aku menganggap kak zain seperti kakak aku sendiri, ucap kak zain sudah seperti kak al, aku sayang kak zain, seperti adik sayang sama kakak nya, maaf kak" jawab zivana sambil menunduk.


"gak apa2 Na, saya menghargai jawaban kamu, saya akan tetap sayang sama kamu, seperti kamu menyayangi saya sebagai kakak, saya akan mencoba menyayangi kamu sebagai adik saya" ucap zain. zivana lega mendengar ucapan zain, zivana tiba2 memeluk zain.


"terima kasih kak zain" ucapnya dan tiba2 bulir bening jatuh tanpa disuruh.


Zain membalas pelukan zivana, ada rasa sesak didadanya, gadis yang dia cintai ternyata hanya menganggapnya sebagai kakak, tapi selama zivana belum mempunyai pacar dia akan terus berusaha memperjuangkan perasaanya pada zivana sampai dia menyerah akan perasaanya pada zivana.


"kenapa na?? " tanya zain


"gak.. hiks papa kok kak, hiks aku seneng banget sekarang punya kakak disini hiks" jawabnya. zain mengelus puncak kepala zivana dengan sayang. andaikan saat ini zivana menjadi pacarnya betapa bahagia yang dirasakan zain.

__ADS_1


Hari semakin sore, akhirnya mereka menyudahi acara jalan2 mereka, selama diperjalanan zivana saling bertukar cerita dengan zain, dan kadang juga saling melempar candaan, dan tiba2 zivana ingin mengungkapkan bahwa dia akan kembali ke surabaya dalam waktu dekat ini.


"kak zain, mungkin beberapa hari kedepan kak zain akan sibuk, dan kita juga akan sulit bertemu, zii ingin sekalian pamitan sama kak zain" ucapnya dengan rasa sedih.


"pamitan?? kamu mau kemana na?? " tanya zain


"zii akan balik kesurabaya, dan mungkin akan jarang kesini, setelah wisuda mungkin zii akan meneruskan usaha papa digarment kak" jawab zivana


"emang kapan wisudanya Na?? " tanya zain lagi


"2 minggu lagi kak, sebelumnya zii mau ngucapin terima kasih buat kak zain, udah baik sama zii, zii seneng banget, kak zain kalau kesurabaya mampir kerumah aku ya?? " ucap zivana


"selamat ya Na, sama2 kalau kamu disurabaya kita masih bisa chat atau telfon kan na?? " tanya zain


"bisa donk kak! " jawab zivana


Zain tersenyum pada zivana, belum sembuh rasa sedihnya karena ditolak sekarang zii juga akan meninggalkanya kesurabaya. Mobil zain melewati pos jaga depan, disana ada zaki dan kawan2. sedang nongkrong dengan teman2nya, zain mengklakson mereka dan zaki bisa melihat zivana berada dimobil itu, zaki terus menatap mobil zain hingga menghilang, zaki belum sempat menjelaskan kesalah pahamanya pada zivana,, dan sekarang zaki berfikir bahwa zivana tak memiliki rasa terhadap dirinya.


.


.


.


.

__ADS_1


Haiii genkzz, maaf up sedikit dan lamaaaa author sibuk bantu2 saudara genkz, maklum bulan ini musim orang nikahan genkz jadi saya lagi sibuk bantuin saudara nikahan, ingsya allah setelah selesai saya akan segera up πŸ™..... author sayang kalian genkzz..


jangan lupa like, coment and vote ya genkzz


__ADS_2