Cewek Bar-Bar Ku

Cewek Bar-Bar Ku
47


__ADS_3

Radit tengah menghadiri reuniannya dengan para sahabatnya sesama dokter yang pernah sekampus waktu radit menempuh S1 nya, radit penasaran dengan yang dibicarakan teman2 nya tadi saat reunian yang menyebut bakso setan, Radit yang penasaran akhirnya mencari kedai bakso tersebut, radit menemukan warung bakso yang lumayan ramai pengunjung.


Ketika radit memasuki warung Bakso tersebut tak sengaja melihat zivana sedang duduk disalah satu kursi pengunjung, senyum yang awalnya mengembang kini luntur ketika melihat seorang laki2 bersama zivana, bahkan mereka terlihat akrab, Radit kenal dengan laki2 tersebut dia kapten Zain pramudia malik.


Radit mencoba mendekati kursi zivana, karena semua kursi penuh hanya didepan zivana yang kosong.


"Zivana" panggil radit. Sontak pemilik nama tersebut mencari asal suara yang memanggilnya, zain juga ikut melihat laki2 yang kini tengah berdiri didepan mereka.


"dokter radit" ucap zii dan zain bersamaan


"maaf boleh saya ikut gabung" izin radit, zii tampak melirik kearah zain


"oh silahkan dokter radit" jawab zain, yang tau bahwa zii tengah meliriknga untuk meminta persetujuanya, zain yang gak mungkin tidak mengijinkan anak dari salah satu petinggi tni dikesatuanya ia tolak, kalau bisa zain gak akan mengijinkan satu orangpun mengganggu acara berduaanya dengan gadis nya.


"terima kasih, bang zain! ehem Btw udah pesan??" tanya radit basa basi, sebenarnya radit juga tidak terlalu suka pada zain. radit tau zain mencoba mendekati zivana. yang akan menjadi sainganya.


"udah! kalau belum buruan pesaan!" jawab zii datar


Radit hanya tersenyum kecut mendengar jawaban zivana mungkin gadis didepannya maaih marah, pasalnga radit tak ingin melepaskan masa tanggung jawabnya terhadap dirinya.


"Kalau gitu saya pesan dulu" ucap radit yang berdiri menuju pelayan yang tengah sibuk melayani pembeli. Setelah selesai radit kembali kekursi didepan zivana dan zain. Pesanan zii dan zain datang terlebih dahulu, mata zii berbinar kala melihat bakso yang besar memenuhi mangkok bergambar ayam jago itu, zii meraih sendok, garpu, kecap dan saos ketika zii akan menambahkan saos lagi pada mangkoknya tangan radit reflek menyentuh tangan zivana, membuat gerakan zain ingin menuangkan kecap kemangkoknya terhenti


"jangan banyak2 gak baik buat kesehatan, secukupnya saja!" ucap radit. zii memutar bola matanya sebal, zii menangkis tangan radit dan memanyunkan bibirnya sambil menggrutu tak jelas, Zain menatap radit sekilas dan melanjutkan kegiatanya.


"dokter radit saya duluan ya makanny!" ucap zain


"iya silahkan, bentar lagi pesanan saya juga datang!" jawab radit yang pandanganya tak lepas pada gadis didepanya.


Zii mencoba memotong bakso berukuran besar didepanya, namun sepertinya agak sulit, zain melihat zii kesulitan langsung meraih mangkok zii dan membantunya memotong baksonya zivana. Radit yang melihat itu mengerutkan keningnya, Radit melihat zain dengan tatapan tak suka yang memberi zivana perhatian seperti itu.


"sini, kalau kesulitan cobalah minta tolong!" ucap zain


" yee, siapa tau kalau sulit!" elak zii


"wahhhhh samballlnyaaa mantab tuuhh!" ucap zivana berbinar melihat lelehan cabai dari dalam bakso besar itu, zain yang melihat itu sedikit ngeri pasalnya zain gak terlalu suka pedas.

__ADS_1


"ini sudah!" ucap zain sambil menyerahkan kembali mangkok zivana,


"terima kasihh!" jawab zii sambil tersenyum pada zain, membuat radit meradang cemburu.


Zii tak begitu lahab memakan bakso didepanya dengan sesekali mendesis kepedesan dan membuat kening zivana berkeringat. zain yang saat itu juga menikmati baksonya dengan sedikit menahan pedasnya cabai membuat dia sedikit risih sesekali meminum teh hangatnya untuk menghilangkan rasa pedas yang luar biasa itu.


Radit melihat keringat zivana, dengan reflek mengelap kening zii dengan tisu, sambil mengulas senyum, zain melihat itu tak kalah cemburunya, zain menatap tajam radit, sedangkan zii merasa ada yang aneh dengan kedua orang laki2 yang bersamanya hanya bisa memandang mereka secara bergantian. kenapa sih mereka... saling pandang gitu,,, eh..ehh jangan2 wadaaawwwhhh masak jeruk makan jerukk kan lucu hahahaha😂 pikir zii


zivana melanjutkan makannya, dan setelah itu pesanan radit datang, zii dan zain telah menyelesaikan setengahnya, tapi kayaknya zain sudah tak sanggup karena kepedesan, teh hangatnya juga sudah hampir habis, zii yang melihat zain berhenti, ikut menghentikan makannya. zii melihat keringat banyak dari dahi zain, membuat zii ingin tertawa


ternyata gak kuat pedass too...hahahaha gitu aja cemen sama cabe.. tapi kalau lagi ngomong sama juniornya aja pedesnya minta ampun ehh sama cabe kalah hahahah😂 batin zii


"kok sudahan!" tanya zii


"udah kenyang!" dusta zain yang tak ingin zivana tau kalau dia tak begitu suka pedaa


"masaaakkk siiihhhh??"" goda zivana pada zain


"iyaaa, cepat lanjutin makan kamu, rujaknya udah ada yang nungguin!" jawab zain sambil mencubit hidung zivana, membuat radit bertambah meradang melihat adegan didepanya


Zii dengan cepat menyelesaikan makanya hingga tersedak karena pedas, karena teh zivana tinggal sedikit, radit reflek memberika minumnya pada zivana, dengan gerakan cepat zii mengambil gelas radit. Radit tersenyun senang, dia fikir dengan tidak sengaja radit berciuman melalui gelas teh tersebut.


"Hati2 Naa" ucap zain sambil menepuk2 punggung zivana


"Haaaaaahhh pedaass gilaaa, panas tenggorokan guee!!" denguss zii


" makanya hati2 kalau makan, jangan terburu2" ucap radit


"iyaaaaa, btw maaf udah habisin minuman dokter radit!" jawab zii yang tak enak menghabiskan minuman radit.


"gak papa kok zii" jawab radit


"biar saya pesankan lagi!" ucap zain, dan segera bangkit dari duduknya memesankan radit teh hangat lagi.


Zain kembali kekursinya tadi, dia juga sudah membayar tagihanya beserta kepunyaan radit.

__ADS_1


" ayoo Na kita pulang, kasihan bu nia nungguin kita lama" ajak zain


"oke, dokter radit maaf ya kami duluan, tapi kak zain zii mau bayar dulu" ucap zii


"udah saya bayar, dan punya dokter radit sekalian!" jawab zain


"eh tapi kan??"


"sudah gak papa sesekali Na" jawab zain


"terima kasih bang Zain, nanti gantian biar saya yang traktir bang zain" ucap radit


"santai saja dokter, kalau gitu kami duluan!" jawab zain dan langsung menarik tangan zivana keluar dari kedai bakso tersebut. membuat radit tersenyum kecut melihat gadis yang dia sukai digandeng laki2 lain, dia mau protes pun saat ini tak ada gunanya karena zivana bukan kekasihnya.


Zain dan zii meninggalkan kedai Bakso setan tersebut, zain melajukan mobilnya menuju rumah dinas arya, dengan kecepatan sedang.


.


.


.


.


Haiii readerrssassss bagaimana iniiii perang dingin nihhh dokter radit sama kapt. Zain. hihihihi😂


.


.


Jangan lupa like, coment and vote yaaa readersaaa yang buaanyaaakk😂


.


.

__ADS_1


maaf kalau ada typo


__ADS_2