Cewek Bar-Bar Ku

Cewek Bar-Bar Ku
97


__ADS_3

Flash back on


Zaki tengah membantu rekanya menyiapkan segala sesuatu untuk upacara penyambutan para prajurit dari papua. setelah selesai zaki ingin kembali berkumpul dengan para seniornya yang baru datang dari tugas, zaki tengah berjalan dari toilet dan tak sengaja melihat fatia juga dari toilet. fatia memanggil zaki.


"komandan zaki!" panggil fatia, zaki menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap fatia, fatia tengah berlari menuju zaki.


"ada apa" tanya zaki datar


" emm itu... " ucap fatia gugup


"kalau tidak ada hal penting saya tinggal dulu" ucapnya masih dengan nada datarnya.


"hikss.. hiks... " tiba2 fatia menangis dan membuat zaki bertambah bingung


ada apa dengan cewek ini, tiba2 mewek gini,, gak gue apa2 in juga batin zaki


"kamu kenapa fatia, kenapa nangis! stop fatia nanti disangkanya saya apa2in kamu! " kata zaki, fatia tak sengaja melihat zivana tengah clingak clinguk, dengan segera fatia memeluk zaki yang berada didepannya. zaki mencoba melepaskan pelukan fatia, namun fatia malah menggeratkan pelukanya dibadan zaki.


sayup terdengar suara ziivana memanggil nama zaki, membuat fatia tersenyum senang, rencana untuk menggeser zivana agar tak berdekatan dengan zaki berhasil. zaki dengan cepat melepaskan lilitan tangan fatia dan mengejar zivana. fatia yang melihat zaki mengejar zivana hanya tersenyum miring.


"loe gak akan dapetin zaki, zivana dia hanya buat gue milik gue!! " ucap fatia sambil tersenyum miring


Flashback off


Zaki menceritakan semua pada dirga, dirga yang juga ikut geram dengan sikap fatia, dan ingin sekali memghajar perempuan itu.


"Sialan tuh cewek ya! gak tau malu banget jadi cewek!! " geram. dirga

__ADS_1


"terus gimana dengan zivana zak?? " imbuhnya lagi


"gue gak tau dir, dari tadi gue hubungin dia hp nya gak aktif " jawab zaki


"apa gue samperin aja dia dirumahnya bang arya" imbuhnya lagi


"loe cari mati!! besok pagi aja loe temuin dia, kasih dia waktu untuk sendiri dulu buat nenangin dirinya dulu" saran dirga


"tapi gie gak bisa diam gini terus dir, fikiran gue terus pada zivana, gue takut dia ninggalin gue" ucap zaki, zaki tampak. menundukkan kepalanya, dia benar2 frustasi kali ini.


"gue ngerti, besok gue bantuin loe! sekarang loe istirahat dulu" ucap dirga dan meninggalkan. zaki memberikan waktu sendiri buat sahabatnya itu.


Zaki tak bisa memejamkan matanya, meski malam sudah larut,fan waktu menunjukkan tengah malam, entah apa yang ada difikiran zaki, zaki keluar asrama dan mengambil kunci motornya, dia memacu motornya menyusuri komplek dia tinggal, dan saat berada didepan kediaman arya, zaki tak sengaja melihat sosok yang dia kenal dan membuat fikirannya kacau mulai tadi siang. zaki menghentikan motornya dan mendekat kearahnya.


Zivana yang malam itu juga tidak bisa tidur karena terlalu banyak beban fikiran diotaknya, dia mempertimbangkan dia akan tetap tinggal atau akan memilih segera kembali kesurabaya, zivana kaget ketika ada seseorang yang memanggilnya.


Zivana melihat zaki yang sedang berdiiri didepanya, membhatnya sedikit kaget, bagaimana bisa laki2 itu tiba2 didiepannya.


"zii yang kamu lihat bukan seperti yang kamu fikirkan" imbuhnya lagi


"emang apa yang aku fikirkan! " jawab zivana ketus


" kita juga tidak memiliki hubungan apa2, jadi wajar saja kalau kamu juga menyukai wanita lain" imbuhnya zivana yang tak mau menatap zaki.


Zaki berjongkok dihadapan zivana meraih tangan kecil milik zivana, zivana ingin melepas tautan tangan mereka namun zaki memegangnya dengan erat.


"zii apa kamu tidak percaya sama aku, hanya kamu zii yang aku cintai dan sayang, hanya kamu yang ada didalam hati dan fikiranku" ucap zaki

__ADS_1


"maaf, aku lebih percaya apa yang aku lihat" jawab zivana sambil berdiri dan ingin kembali masuk kedalam rumah namun lagi dicegah oleh zaki.


"zii aku benar tidak ada hubungan apa2 sama fatia, aku juga tidak mengerti kenapa. di tiba2 memelukku" zaki mencoba menjelaskan sama zivana, zivana tak mampu membendung air matanya lagi, bulir bening tanpa disuruh mengalir menetes dipipi mulusnya.


"hiks.. ma.. maaf mas zaki, biar aku sendiri dulu hiks... hikss" jawab zivana


zaki menarik tangan zivana membawanya kedalam pelukanya, mencoba memberi ketenangan pada zivana.


"zii percaya sama. aku, hanya kamu yang ada didalam hidupku" ucapnya dalam pelukan.


zivana sadar dia tengah dipeluk oleh zaki, segera didoring tubuh tegap zaki, mencoba menjauhkan dirinya, zivana menghapus air mata yang membasahi pipinya,


"sudah larut, lebih baik mas zaki pulang, aku juga mau istirahat" pamit zivana sambil menibggalkan zaki yabg masih berdiri didepan rumah arya.


zaki terduduk diteras rumah arya, sambil meremas kepalanya, apakah zivana akan percaya pada nya atau sebaliknya.


Dari dalam rumah arya nampak memperhatikan zaki dan zivana, arya mulai mengerti apa yang tengah terjadi pada keponakanya itu, arya tau kalau zivana hanya beralasan kangen pada almarhum mamanya. arya akan menemui zaki untuk menanyakan tentang masalah ini, dia tak ingin zivana dipermainkan atau ada yang menyakitii keponakannya tersayang. arya segera kembali ketika zivana masuk kedalam. rumah, dia tak mau zivana mengetahui bahwa dirinya telah menguping pembicaraanya sama zaki.


.


.


.


Haiiiiiii readerssssssss yang sangaatt saya sayangii...asseeeekkkkk πŸ˜‚


jangan lupa like, coment and voteee yang banyak yaaa genkzz.... cinta kasih kaliaann ditunggu πŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2