
flashback on
Zivana keluar untuk membeli sarapan, karena perutnya yang sudah mulai berdemo meminta diisi, zivana berjalan dilorong rumah sakit yang pagi itu tampak ramai dengan keluarga pasien maupun perawat yang berlalu lalang, zivana menyapu semua sudut rumah sakit hungga tak sengaja menabrak seseorang didepanya.
brukkkk...
zivana maupun orang yang ditabrak sama2 jatuh. zivana mengeram sakit pada pa*t*tnya,
"awww, ahh maaf saya tak sengaja" ucap zivana, sedangkan pemuda yang ditabrak merasa bingung, dia mengenak gadis didepanya, yang membuatnya bingung kenapa sepagi ini dia ada dirumah sakit.
"zivana? " panggil pemuda itu, seketika zii mendongakkan kepalanya, dia merasa kaget dengan laki2 berjas putih yang ditabraknya
"dokter radit? ah maaf saya menabrak anda" ucapnya sekali lagi
radit membantu zivana untuk berdiri "kamu gak apa2 kan zii?? " kata radit yang khawatir melihat zivana mengaduh sakit dan memegangi p*ntatnya.
"ah gak papa dok, saya minta maaf karena tak melihat kedepan" jawab zivana
"gak papa kok, kamu disini pagi2 ngapain?? " tanya radit
"emz saya nemenin tante nia" jawab zivana
"emang kenapa sama bu nia?? " tanya radit yang lupa bahwa nia sedang hamil dan juga sudah waktunya melahirkan
"tante semalam melahirkan, ya wajar donk saya disini hehehe, dokter radit dinas disini?? " tanya zivana, radit mengangguk sambil tersenyum, dan zivanaa tampak manggut2.
"oh ya maaf dok, saya mau ke kantin dulu" pamit zivana
"kamu mau sarapan zii?? " tanya radit
"uhm, iya saya mau beli sarapan" jawab zivana
"kalau gitu, bareng aja yuk aku juga mau kekantin" bohong radit, sebenarnya pagi ini radit mau pulang karena sift malamnya sudah berakhir pagi ini, namun dia urungkan niat pulangnya karena bertemu gadis pujaanya.
"oh oke" jawab zivana. Dan akhirnya mereka berjalan menuju kantin bersama.
flashback off
Mobil zivana sudah sampai di depan rumdis arya, para tetangga menyambut kedatangan anggota baru dibatalyon mereka, bayi cantik dan mungil putri lettu arya. nia dan bayinya disambut dengan rasa syukur. dan yang membuat nia menjadi haru zivana juga sudah menyiapkan syukuran kecil2an untuk penyambutan putrinya. Nia memeluk zivana dengan isak tangis, keponakanya kini sudah bertambah dewasa, dan juga karena nia bangga karena zii sudah mulai berjilbab.
"terima kasih zii, sudah menyiapkan ini semua buat keysya" ucap nia
"sama -sama tante, zii juga seneng kalau tante bahagia kita sambit baby key, sama-sama tant" jawab zivana
__ADS_1
Akhirnya keluarga arya menyelenggarakan syukuran kecil2an yang dipimpin oleh Serda zidan sebagai pemimpin doa untuk baby keysya, semua para ibu2 bergantian untuk menggendong baby key, mereka tampak senang dengan baby key yang tampak lucu.
Zivana tengah duduk di salah satu kursi didepan rumah, tiba2 seseorang menepuk pundak zivana, seketika zivana mengalihkan pandanganya ternyata zaki dirga dan aziz.
"bengong sendirian ntar kesambet lhoo" ucap dirga
"aku gak bengong, cuma menikmati rasa capek yang mulai menyerang" jawab zivana
"eiitz menyerang emang musuh tuh capek" ucap aziz
"kalian udah maka?? " tanya zivana mengalihkan topik gak jelas
"udah, kamu gak makan zii?? " tanya zaki, yang tidak melihat zivana makan
"males, capek banget, pengenya tidur" jawab zivana
"ya tunggu tamunya sudah balik baru tidur" ucap zaki, zivana kembali menyandarkan tuburnya dikursi sambil memejamkan matanya. zaki yang melihat itu hanya tersenyum.
Para tetangga satu persatu mulai berpamitan pulang, karena hari juga mulai sore, zaki, dirga dan aziz membantu zivana merapikan beberapa barang sisa tasyakuran.
Ketika zivana sedang menyapu lantai ruang tengah tiba2 kepalanya pusing dan pandanganya menjadi gelap, dan...
bruuukkkk
" ZIVANA!! " teriak zaki yang melihat zivana pingsan diruang tengah sedangkan zaki dan dirga berada didekatnya memindahkan kursi, zaki segera berlari menuju zivana dan menggendonnya di bawa keatas kursi panjang disitu. nia yang mendengar teriakan segera keluar kamar setelah menidurkan iya baby kay, nia kaget melihat zivana tak sadarkan diri
"saya juga gak tau buu, tiba2 zivana pingsan" jawab zaki yang masih memanggil-manggil zivana agar sadar, aziz yang dari dalam membawa minyak kayu putih agar zivana cepet sadar
"zii bangun zii" ucap nia sambil menepuk2 pipinya
"dir panggilin dokter! " peerintah zaki
"oke! " dirga segera berlari keluar untuk manggil dokter dan yang terlintas difikiran dirga adalah dokter radit.
Zivana mulai siuman, dia memegangi kepalanya yang terasa pusing dan sakit.
"zii" panggil zaki
" kepalaku sakit" keluh zivana
" om zaki bawa zii kekamarnya saja" ucap nia, zaki kemudian menggendong tubuh mungil zivana masuk kedalam sebuah kamar yang bernuansa serba pink khas kamar cewek diikuti nia dan aziz.
"bu, biar disinni kami yang menjaga zivana, ibu kembali kekamar dulu melihat baby key" ucap aziz
__ADS_1
" iya om, nanti kalau dokternya datang panggil saya ya om" ucap nia, zaki dan aziz mengangguk. Zaki tak mengalihkan pandanganya pada zivana yang sedang memrjamkan matanya, dia sangat khawatir pada kondisi gadisnya. suara langkah kaki terdengar dari luar zaki dan aziz keluar dari kamar zivana, ternyata dirga dengan dokter radit,
"selamat malam dokter, maaf mengganggu waktu dokter, tolong periksa keadaan zivana " ucap zaki yang menyambut radit
"tidak apa2 mas zaki, kenapa dengan zii?? " tanya radit
apa kamu merasa dekat dengan zivana sampai kamu memanggilnya zii kesal zaki
" mari saya antar ke kamarnya, ziz tolong panggilkan bu nia, dokter radit sudah datang" ucap. zaki pada aziz, aziz yang menatap zaki horor tatapan zaki seperti elang yang siap menerkam. mangsanya mengerikan
Mereka semua masuk kedalam kamar zivana, dan tak lama nia ikut kekamar keponakanya menemui dokter yang memeriksa keadaan zivana. radit mulai mengeluarkan stetoskopnya dan menempelkan kebadan zivana, zaki mengalihkan pandanganya dia tak mau melihat adegan yang menurutnya menyakitkan tapi kalau orang biasa yang melihat itu wajar. maklum zaki cembukor mode on
" gimana keadaan zivana dokter radit?? " tanya nia khawatir
" zii cuma kecapek'an bu, dan dia belum makan membuat dia lemas dan pusing" jawab radit
"saya akan meresepkan beberapa vitamin untuk di minum, selebihnya tidak. ada masalah lagi" imbuh radit, nia merasa lega tidak terjadi hal serius pada zivana, nia menerima resep vitamin dari radit.
radit masih menatap. zivana yang masih memejamkan matanya yang membuat zaki semakin geram ingin segera mengusirnya keluar.
"ekhem! " zaki berdehem
"ehm, kalau gitu saya pamit dulu bu nia" pamit radit
"terima kasih dokter radit, maaf merepotkan anda" jawab nia, zaki mengantar radit kedepan memastikan laki2 tadi benar2 pulang meninggalkan rumah dinas arya.
.
.
.
.
Cemburu memang berat, tingkat kewaspadaan meningkat heheheeh takut kena tikung di tikungan tajam π
.
.
Haiii readerssss jangan lupa like, coment and vote yaaa, disini dibumbui sedikit rasa cemburu biar. sedep. dikit π
.
__ADS_1
.
maaf kalau ada typo