
seorang wanita paruh baya menghampiri zivana, sambil memberikan tisue kepadanya,zii mendongakkan wajahnya melihat wanita dengan senyuman yang teduh dan menenangkn hati, zii menerima tisue tersebut sambil membalas senyumanya.
"terima kasih tante" ucap zii dengan sura seraknya
"nak zivana disini?? sama siapa?? kok nangis?? " tanya wanita itu
"gak papa kok tant, panggil zii saja tant biar lebih akrab" ucap zii pada waniga tersebut
"apa zain yang membuat zii nagis kayak gini?? " tanya ibunya zain, ya wanita itu ibunya zain
"bukan tant, zii kangen sama mama zii" jawab zivana
"kenapa zii gak pulang kesurabaya kalau kangen mama" ucap ibunya zain
"mama udah pergi tant, mamanya zii udah...udahh hiks.. hiks" zivana tak bisa melanjutkan lagi kata2 nya
ibunya zain langsung menarik tubuh mungil zivana kedalam pelukanya, dia mengerti bahwa mamanya zivana telah tiada.
"maafin tante zii, tante tidak tahu" ucap ibunya zain, zivana menganggukan kepalanya sambil membalas pelukan hangat yang diberikan ibunya zain. ibunya zain mencoba menenangkan zivana mengusap lembut punggung zivana.
"sudah sayang, lebih baik zii mendoakan mama supaya mama bisa mendapatkan tempat terbaik disisiNya" kata ibunya zain
zii menjauhkan diri dari ibunya zain, menatap wanita didepanya, zii merasakan kehangatan dari sosok yang slalu ia rindukan, zii tersenyum kepadanya, dengan lembut ibu zain mengusap air mata yang membasahi pipi zivana merapikan anak rambut yang menutupi wajah zivana.
"terima kasih tante, zii beruntung bertemu dengan tante hari ini, ngomong2 tante disini sama siapa?? " tanya zii
"oh tadi tante lagi jalan2 zii dirumah bosan, dan kebetulan tante lihat kamu tengah duduk disini, jadi tante samperin kamu eh gak taunya lagi nangis" jawab ibunya zain
" btw tante naik apa tadi kesini?? " tanya zii lagi
" naik becak hehehe" jawab ibu zain
krucuk... krucuk..... suara perut zivana meronta ingin diisi, cacing yang ada diperutnya mulai berdemo.
"hehehe maaf ya tant, zii jadi malu" ucap zii, ibunya zain tersenyum pada zivana memang sekarang hampir waktunya makan siang.
"kalau gitu kerumah tante aja yuk, kita makan siang bareng tante suka sendirian kalau makan siang dirumah" ajak ibi zain
"nanti zii ngerepotin tante" ucap zivana
"gak akan! ayoo zii kita masak bareng gimana?? " tawar ibunya zain
"tali zii gak pandai masak tant? " jawab zivana
"gak papa nanti tante yang ajarin! " ucap ibu zain antusias
"oke deh! kalau gitu ayo tant pakai mobil zii aja tuh disana" jawab zivana sambil menunjuk sebuah mobil putih yang terparkir di pinggir jalan.
Akhirnya zivana kerumah zain bersama ibunya zain, ibunya zaon merasa senang karena hari ini ada teman yang menemaninya makan siang. Zivana melajukan mobilnya menuju rumah zain, zii mengemudi dengan kecepatan sedang, tak butuh waktu lama zivana sudah sampai dirumah bercat putih itu. zivana turun dari mobilnya bersama ibunya zain, mereka masuk kedalam. rumah tersebut.
__ADS_1
"zii tante bekum sempat kenalin nama tante sama kamu ya? " ucap ibu zain sambil mengajak zivana memasuki dapur.
zii hanya tersenyum menanggapi omongan ibunya zain, " kenalin nama tante iis," ucapnya
"iya tant" jawab zivana
"kita enaknya masak apa ya zii?? ucap sebentar tante lihat kedalam kulkas dulu, ada bahan apa saja" kata tante iis
zii nampak memperhatikan iis yang mengeluarkan beberapa ikan gurami, tahu tempe dan beberapa sayuran.
"kita masak ikan gurami sama sambal aja zii nanti sayurnya buat lalapan gimana?? " tanya iis
"boleh tant" jawab zivana, ucap didalam hati zii ingin menolak tapi gak enak mau ngomongnya
kok ikan?? ntar kalau gak dimakan kan gak enak disangkanya gak ngehargain tapi kalau makan gue gak bisa milah antara daging sama durinya, ntar kalau nyangkut lagi gimana pikir zivana
" tapi tant, ini gak kebanyakan yaa, kita kan cuma berdua aja tant?? " tanya zivana
"nanti tante mau kabari zain suruh makan siang dirumah zii jadi biar rame" jawab iis kan biar kamu jadi tambah dekan dengan zain zii hehehe
"ohh. kalau gitu zii bisa bantu apa nih tant?? "tanya zivana
"zii bantuin potong2 kacang panjangnya aja, biar tante yang urus ikanya" jawab iis
slmett gue gak disuruh goreng ikan, kan auto pakai baju perang gue batin zii
"oke tant! " ucap zivana, zii memotong kacang panjang sesuai dengan yang diperintahkan iis, sesekali mereka sambil bercanda. ibu iis banyak menceritakan tentang masa kecil zain, dan yang bikin sedih ketika ayah zain meninggal karena kecelakaan waktu itu zain sedang bertugas di libanon menjadi perwakilan indonesia.
"maaf ya zii, tante bikin kamu nangis karena cerita ini" ucap iis
"iya tant, ucap gak papa, zii ngerti akan rasa kehilangan itu" jawab zivana
Mereka telah selesai memasak ikan goreng dengan lalapan dan juga sambal yang menggoda selera.
"tante telfon zain dulu ya zii?? " ucap iis
"iya tant, disini biar zii yang siapkan! " jawab zivana
Zivana tengah menata makanan yang tadi dia masak bersama-sama denga iis. tiba2 zii dikejutkan dengan kedatangan zain dengan senyum yang mengembang dari bibirnya.
"astagfirullah kaget gue! " ucap zii sambil terlonjak kaget. ucap zain yang melihat zii kaget tertawa
cepet banget nih orang datangnya, apa pakek ajian ngilang gitu yaa atau teleportasi gitu pikir zivana.
"Na.. Na" panggil zain
"eh iya kak! " jawab zii
"kamu kok nglamun?? hayoo nglamunin siapa?? " goda zain
__ADS_1
"nggak kok, gak ada" jawab zii
"udah pulang nak" ucap iis, suara iis membuyarkan obrolan zivana dan zain
"asalamualikum. bu? " ucap zain.
"waalaikum salam, ayo kita langsung makan saja, keburu dingin gak enak ntar" jawab iis
Zain melihat bahwa menu diatas meja adalah ikan goreng, zain menatap zivana dia tahu zii tak bisa makan ikan.
"ayo zii" ajak iis
"ii.. iya tant! " jawab zii sambil tersenyum canggung
zii mendudukan diri disebuah kursi, tiba2 zain duduk disebelah zivana, zivana menatap zain yang duduk disebalahnya dengan tatapn yang sulit diartikan, zain hanya membalasnya dengan senyuman.
melihat itu iis, hanya senyum2 penuh harap, berharap zii akan menjadi calon menantunya.
"ayoo zii ambil nasinya yang banyak, jangan dilihat aja gak akan kenyang" ucap iis
"bu, Nana gak bisa makan ikan, dia punya trauma sama duri ikan" jelas zain
"ya ampun zii kenapa tidak bilang tadi nak?? maaf kan tante, tante gak tau" ucap iis
"iya gak papa kok tant, masih ada tempe sama tahu kok tant" jawab zivana
"biar aku aja yang suapin kamu, kamu harus makan ikan na? " ucap zain
"gak usah kak, ngrepotin kak zain, kak zain harus kembali lagi kan habis ini, ntar terlambat" tolak zivana
"gak akan, aku juga akan ikut makan kok na? ayo buka mulut kamu" ucap zain sambil menyodorkan nasi kemulut zivana.
Awalnya zivana sangat canggung karena ada ibunya zain, sepertinya zain tidak memperdulikan itu, zii semakin malu, pipinya merah sedangkan iis berseru senang didalam hatinya, baru kali ini anak bujangnya bersikap begitu manis pada wanita, biasanya akan bersikap dingin.
.
.
.
.
.
Haiii readersss jangan lupa dukunganya yaaa like, ucap coment and votenyaaa yang buaaanyaaakkk π
.
.
__ADS_1
maaf kalau masih ada typo