Cewek Bar-Bar Ku

Cewek Bar-Bar Ku
42


__ADS_3

Radit mendengar pintu rumahnya ada yang mengetuk, dia bergagas membukakan pintu rumahnya, radit baru saja pulang kerumahnya, kebetulan kedua orang tuanya ada pertemuan dan sekarang hanya dia yang ada di rumah tersebut.


Radit kaget melihat nia dan zii berdiri didepan pintu rumahnya, dengan sedikit salting radit mempersilahkan zii dan nia masuk


"bu niaa, zii?? si..silahkan masuk" ucap radit


"ah gak usah dokter, emmz ibu linda ada??" tanya nia


"kalau gitu silahkan duduk disini" ucap radit sambil menunjuk kursi di teras, nia duduk diikuti zii yang berdiri disamping nia, radit yang melihat zii tetap berdiri menawarkan kursinya untuk zii, tapi zii menolaknya.


"Maaf bu nia, mama tidak ada dirumah kebetulan lagi nemenin papa ada pertemuan" jawab radit yang sesekali mencuri-curi pandang pada zivana,


"ooh gitu yaa??" ucap nia lesu, ada sedikit rasa kecewa karena tak bertemh dengan tuan rumahnya, Radit yang melihat raut wajah nia lesu, radit penasaran ada masalah apa??


"apa ibu ada perlu sama mama?? bu nia bisa memberi tahu saya, nanti saya akan sampaikan sama mama" jawab radit


Nia sedikit ragu, nia juga sesekali melirik buah mangga muda itu, Radit menyadari mungkin nia menginginkan mangga tersebut.


"gini dokter radit, sebenarnya saya pingin minta mangga itu" ucap nia sambil menunjuk buah mangga yang masih muda dan hanya satu2 nya yang ada dipohon tersebut. Radit mengulas senyum benar dugaanya bahwa nia ngidam dan menginginkan buah mangga tersebut.


"ohh, bu nia mau mangga itu?? boleh kok buu?? saya ambilkan galah dulu" kata radit yang hendak beranjak dari kursinya namun ditahan oleh nia


"jangan dokter radit!" ucap nia


"lhoo, kok jangan buu, bukanya bu nia ingin mangga itu??" jawab radit bingung


"iya, tapi saya ingin yang metik mangga itu zii, jangan pakai galah, saya pingin zii langsung metik dengan manjat pohonya" ucap nia polos, radit terkejut dengan keinginan nia, ngidam yang aneh pikir radit


"pffft.... waduhh kalau zii nya jatuh gimana bu??" jawab radit sambil terkikik


Zii yang melihat radit mentertawakanya, hanya menahan kekesalanya, dan tanpa sadar zii cemberut.

__ADS_1


"gak akan dokter, zii itu mantan preman santai aja!" ucap nia polos


"Tanteee, zii bukan preman!!" dengus zii


"oke! oke maaf zii" kata nia


"ya sudah kalau gitu saya ambilkan tangga dulu!" ucap radit sambil berlalu mengambil tangga yang berada dibelakang rumahnya.


Radit keluar dari samping rumahnya dengan membawa tangga lipat, radit menempatkan tangga tersebut dipohon mangga dengan posisi yang menurutnya pas,


"ayo zii, tangganga aman kok!" ucap radit, zii mendekat dengan sedikit ragu, akhirnya zii memberanikan diri menaiki tangga tersebut agar cepat selesai dengan urusan permanggaan.


"saya akan pegangin tangganya, kamu gak perlu takut!" imbuhnya radit


"hemm!" jawab zii singkat, akhirnya zivana memanjat pohon mangga tersebut dengan bantuan tangga yang dipegangi oleh radit. Nia senang ketika zii sudah mendapatkan mangga muda itu ditanganya.


Ketika zii hendak menuruni anak tangga yang tinggal beberapa saja, tiba2 seekor semut rangrang merambat ditangan putih zivana, seketika itu dengan reflek zii melepas pegangan tanganya ditangga, dan membuat zii kehilangan keseimbanganya, zii hendak terjatuh dari atas tangga dengan sigap radit menangkap tubuh zivana, jarak muka keduanya begitu dekat, membuat detak jantung radit berdetak tak karuan, begitu kencang seperti habis lari maraton 1000 KM.


segitu cintanya sama mangga, sampek dicium beberapa kali tuh mangga,


" Terima kasih dokter radit, maaf merepotkan!" ucap nia


Hehh merepotkan yang ada guee yang repot tanteee, mana pakek jatuh lagi, gegara semut rang rang kurang ajar!" batin zivana


" sama-sama bu nia, kalau butuh bantuan, jangan sungkan sama saya, kalau saya bisa bantu, saya akan bantu?" jawab radit ramah, yang masih suka curi pandang pada zivana. sedangkan zivananya masa bodo'


"ya sudah kalau gitu kami pamit, sekali lagi terima kasih dokter radit" pamit nia


"iya bu sama2" jawab radit tak kalah ramah.


Zii tak mengucapkan sepatah katapun, dia berlalu begitu saja, mengikuti nia yang berjalan didepanya. Radit memandangi nia dan zii sampai akhirnya menghilang memasuki mobil berwarna putih tersebut.

__ADS_1


Zii memacu mobilnya meninggalkan kediaman ferdi, Nia yang duduk sambil menciumi buah mangga ditangannya, membuat zii tersenyum getir, memikirkan siksaan apa lagi yang nia inginkan pada nya..


.


.


.


.


Kini zii berada di kamarnya, membaringkan tubuhnya yang terasa sangat lelah, dia belum sempat makan siang tadi karena sibuk dengan acara permanggaan, akhirnya delevery makannan untuk nia da dirinya. Tanpa terasa zii tertidur karena lelah fisik dan fikiran..


.


.


.


.



Yang lagi dicuri2 pandang oleh dokter radit πŸ˜‚


Haiii readerrsssss macam manaaaaaa,,,,, jangan lupa like, coment and vote yaaaa yang buaaanyaaakkkk....πŸ˜‚


.


.


Maaf kalau masih ada typo

__ADS_1


__ADS_2