Cewek Bar-Bar Ku

Cewek Bar-Bar Ku
86


__ADS_3

Nia terbangun ketika adzan subuh berkumandang, nia mengerjapkan matanya menyesuaikan silau nya cahaya lampu diruang inap tersebut, mata nia menyapu setiap inci ruangan yang bercat putih itu, pandangan nia terhenti pada sofa yang di tempati oleh zaki dan zivana. nia hanya trrsenyum melihat pemandangan di sampingnya.


Posisi zivana yang berubah, dengan kepala zivana yang berada di pangkuan zaki dengan tangan zaki yang melingkar ditubuh zivana agar tak terjatuh. mereka sama-sama terlelap mungkin karena hari masih gelap dan mereka sama lelah yang dari tengah malam menemani nia melahirkan.


Waktu menunjukan 06.00 wib, dirga dan aziz kembali kerumah sakit untuk mengantar seragam zaki, karena pagi ini mereka harus mengikuti apel pagi seperti biasa. saat dirga membuka pintu kamar inap nia, dirga melihat bahwa nia sudah terjaga dengan tubuh yang bersandar pada brankarnya.


dirga mengalihkan pandanganya pada dua orang yang masih terlelap disofa, dengan mimpi mereka masing2. Aziz yang baru masuk dibuat bengong melihat zaki dan zivana.


"ki bangun, udah siang!" ucap dirga sambil menggoyangkan tubuh zaki, zivana yang merasakan ada pergerakan mulai meregangkan tubuhnya, menyesuaikan cahaya yang menyilaukan mata, begitu juga dengan zaki, zivana mulai terjaga dari tidurnya, dia kaget melihat posisinya yang terbaring dengan bertumpu pada paha zaki yang membuatnya salah tingkah.


"eh.. maa.. maaf mas zaki, aku tertidur dii... "


"gak papa zii, aku tau kamu pasti capek" jawab zaki yang tak mau zivana semakin malu.


"dir, loe bawain seragam gue kan?? " imbuhnya lagi pada dirga


"iya, nih gue bawain, sekalian gue minjam kaos loe buat zivana" jawab dirga


"sorry ya zii, gue gak ambilin baju loe, gue gak enak masuk kamar cewek, jadi gue ambil kaosnya zaki" ucap dirga pada zivana


"maaf sudah merepotkan" jawab zivana, zaki melangkahkan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti dengan seragamnya, saat zaki keluar dengan seragam yang melekat ditubuhnya membuat ketampanan zaki bertambah. zaki mengambil kaos berwarna putih dari dalam paperbag tang dibawa dirga.


"ini zii kaosnya" ucap zaki sambil menyerahkan kaos berwarna putih pada zivana.


"maksih ya mas, maaf sudah ngerepotin" jawab zivana


" ya gak papa" ucap zaki, zivana melangkah menuju brankar nia,


"apa masih sakit tant?? " tanya zivana


"gak kok zii, udah sana ganti baju dulu, bersihin badan dan cuci muka duluu" ucap nia, zivana mengangguk sambil tersenyum pada nia, zivana melangkahkan kakinya menuju kamar mandi yang ada diruangan nia.


Zaki dan kawan2 nya sedang asyik mengobrol, obrolan mereka terhenti ketika melihat zivana yang keluar dari kamar mandi yang memakai kaos zaki yang pas ditubuh zivana, membuat jantung zaki berdebar kencang.

__ADS_1


ehh kenapa nih jantung kok berdebar kenceng banget, apa gara-gara gue belum sarapan, ah ya mungkin karena itu, tapi kalau melihat zivana yang memakai kaos itu semakin terlihat cantik.



(zivana yang makek kaos nya zaki)


"kalian gak berangkat?? " tanya zivana seketika lamunan mereka buyar


"eh ii.. iya ini mau berangkat" jawab zaki sambil melirik jam dipergelangan tanganya.


" ki loe, naik angkutan umum ya, gue bawa motor danntadi dirga yang bawa mobil zivana" ucap azizl


"oke, gak masalah" jawab zaki


"eh, mobilnya mas zaki bawa aja! dari pada naik kendaraan umum" ucap zivana


"gak papa kok zii" tolak zaki


"udah bawa aja" ucap zivana, akhirnya zaki menerima tawaran zivana untuk membawa mobilnya, kemudian mereka berangkat karena hari sudah mulai siang, sepeninggal zaki dan kawan2 seorang perawat memasuki ruangan nia sambil mendorong box bayi yang didalamnya ada bayi cantik nia.


"pagi sus" jawab nia dan zivana


"ibu sebentar lagi rekan saya akan membantu ibu membersihkan diri sebelum belajar untuk menyusui" ucap perawat tersebut, dan benar seorang perawat lagi membawa seember air hangat dan membantu nia untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. setelah itu membantu nia dalam proses memberikann asi pada bayinya untuk pertama kali.


setelah nia sudah bisa sendiri, perawat2 tersebut pamit undur diri, zivana mendekat kearah nia dan bayi yang sedang menyusu itu,


"tante mau kasih nama siapa?? " tanya zivana, seketika nia tampak lesu, karena seharusnya arya yang akan memberikan nama pada putri mereka, namun itu tak mungkin karena arya yang sedang tugas jauh darinya.


" KEYSYA RANIA RAHMAN" jawab nia


"nama yang cantik tant, hai baby key" ucap zivana sambil mencoel pipi baby key.


Tiba2 suara dering hp nia berbunyi, nomer baru lagi, mungkin om ar nya, pikir zivana ikatan batin kepala keluarga yang sangat kuat, tanpa menunggu lama zivana menggeser tombol hijau dilayar ponsel tersebut.

__ADS_1


"halo assalamualaikum" ucap zivana


"waalaikum salam" jawab disebrang sana, seketika air mata zivana menetes, benar om ar nya yang menelfon disaat yang tepat.


"hikss.. hiks.. ommm" panggil zivana


"lhoo zii kenapa kamu nangis zii ada apa?? " tanya arya seketika menjadi panik takut terjadi apa2 pada keluarga yang dicintainya


"om ar hikss, selamat om,, hiks adek bayinya udah lahir hiks" jawab zivana, seketika arya mengubah panggilanya menjadi vidiocall, terlihat arya yang masih memakai seragam lengkap dengan pistol laras panjang ditanganya.


sedangkan zivana sudah mengarahkan kameranya pada box bayi yang berisi bayi mungil nan cantik, seketika air mata arya luruh dipipinya, merasakan haru, senang dan merasa bersalah karena tak bisa menemani sang istri saat lahiran.


" sayang terima kasih, sudah melahirkan putri yang cantik untukku, maaf mas gak bisa menemanimu saat proses melahirkan anak kita" ucap arya


nia yang melihat dan mendengar suaminya tak hentinya menangis begitu juga zivana, suasana pagi itu sangat haruu, "iya mas, gak papa yang penting mas sehat disana, mas gak perlu khawatir, disini adek dijagain sama keponakan tangguh kita mas" jawab nia


"terima kasih banyak zii, udah jagain tante, om bangga sama kamu zii" ucap arya


"iya om, asal om pulang dengan selamat dan jaga kesehatan om, kita selalu doain om yang terbaik" jawab zivana


"maaf om gak bisa lama2, om harus kembali tugas, tolong jaga putri kita sayang, assalamualaikum" pamit arya


"iyaa mas waalaikum salam" jawab nia. dan mereka mengakhiri sambungan vidio call tersebut.


zivana memeluk erat tante nya, begitu besar rasa sayangnya pada nia, seperti mama kandung bagi zivana.


.


.


.


Foto debay nya om ar sama tante nia " Keysya Rania Rahman"

__ADS_1



__ADS_2