Cewek Bar-Bar Ku

Cewek Bar-Bar Ku
65


__ADS_3

Fatia dari tadi memperhatikan zaki dan zivana, mulai dari area parkir hingga sampau sekarang saat zivana sedang duduk sendiri didepan sebuah ruangan yang mau dipakai sebagai ujian. jawab fatia menghampiri zivana dengan muka menahan cemburunya pada zivana, bagaimana tidak cemburu laki2 yang selama ini dia incar malah membonceng cewek lain, sedangkan dia sekedar untuk menyapa saja zaki tak pernah memperhatikannya.


" ngapain kamu disini! kamu gak pantas ada disini kamu bukan anggota kami" ucap sinis fatia


zivana menegakkan wajahnya yang awalnya fokus menatap layar hp nya sekarang menghadap wanita tak tahu diri.


"terusss kalau gue disini kenapa?? tempat ini juga bukan punya nenek moyang loe, gak berhak loe ngusir gue!!" ujar zivana yang kembali fokus pada layar hpnya


"kamu bukan bagian dari kita, jawab kamu cuma orang luar yang gak pentng" ucap fatia


so what?? kalau gue bukan dari kalian kenapa?? gue juga gak mau ada disini, gue lebih suka kebebasan dari pada ditempat seperti neraka ini! " jawab sinis zii


"kalau kamu suka kebebasan kenapa kamu tidak keluar aja dari tempat ini! " ucap fatia


" siapa yang berani mengusir zivana dari tempat ini!! " ucap laki2 yang tengah berjalan menuju zivana dan fatia


seketika wajah fatia menjadi pucat pasi mendapati kaptennya mendengar semua apa yang barusan dikatakan pada zivana.


"kapt.. kapten! " ucapnya tergagap


"siapa kamu berani mengusir zivana dari tempat ini! " kata zain datar


"siap salah kapt " jawab fatia


" saya tanya apa alasan kamu menyuruh zivana keluar dari sini! " tegas zain


"mohon menjawab kapt! apa saya salah, dia hanya keponakan komandan arya yang dihukum, terus kenapa dia masih betah disini, dia bukan anggota kesatuan ini! " jawab fatia


Zain mengepalkan tangannya menahan emosi, " kamu tau dia sudah punya surat resmi dari letjen ferdi, dia juga berhak selama masa hukuman itu belum selesai dia berhak ada disini mengikuti semua aturan yang ada! sedangkan kamu, yang anggota kesatuan ini malah berbuat hal memalukan seperti ini! kalau saya jadi kamu saya malu nengenakan ini! " ucap zain sambil menunjuk setelan bercorak loreng hijau itu.


fatia terdiam, suaranya tercekat dia tidak mungkin melawan zain. yang notabennya adalah atasanya.


"kamu akan saya kasih surat peringatan, nanti setelah ujian silahkan diambil diruangan saya! " ucap zain


"siap kapt! " jawab fatia


"kamu gak papa na!??" tanya zain pada zivana


" yang diucapkan dia benar, gue disini gak ada hak gue cuma orang luar yang ditarik kesini karna sebuah kesalahan..dan lagi gue memang bukan seorang prajurit. gue akan bilang sama om ar untuk masalah ini, dan lagi gak perlu kasih dia surat peringatan! " jawab zivana sambil meninggalkan zain dan fatia.

__ADS_1


Zivana berjalan menuju ruangan arya, zain mengejar zivana sampai didepan ruangan arya.


tokk.. tok...


"masuk" ucap arya


arya mendongakkan wajahnya, dia melihat bahwa zivana yang telah adatang keruanganya, arya mengerutkan keningnya tak seperti biasanya zivana diam begini kalau keruangan omnya hemm kenapa dia?? kok tidak seperti biasanya.


""zii?? ada apa??" tanya arya, zii duduk disebuah sofa yang ada diruangan tersebut.


"om, hukuman zii kapan berakhir" tanyaanya dengan wajah menunduk. arya menghampiri zivana dan duduk disebelahnya


"kenapa?? kamu sudah gak sanggup lagi?? " jawab arya, zii menggelengkan kepalanya


"terus kenapa?? " tanyanya lagi


"zii seharusnya gak berada disini om, zii bukan seorang prajurit dan zii disini hanya karena sebuah kesalahan" jawab zivana, didalam hati arya bertanya-tanya apa yang telah terjadi pada zivana sehingga dia bicara seperti itu.


tiba2 suara ketukan pintu terdengar, ternyata zain yang ada didepan ruangan arya.


"silahkan masuk kapt! " ucqp arya, zain masuk keruangan arya dan duduk di sofa depan zivana, zain yang memperhatikan zivana tengah tertunduk dia tau bagaimana perasaan zii saat ini.


"siap kapt! tapi...??


"biarkan nana tetap disini bang" ucap zain


"gak zii mau pulang aja! " jawab zii cepat


"mau kemana zii?? kamu ikut kegiatan yang dilakukan rekan2 kamu disini" ucap arya, zii yang sudah tak bisa membendung lagi perasaan yang menghanjal dihatinya, akhirnya meluapkan semuanya diruangan arya.


" ZII BUKAN ANGGOTA KESATUAN INI OM, JAWAB KENAPA ZII HARUS MENGIKUTI SEMUA KEGIATAN DISINI, ZII HANYA ORANG LUAR OM ORANG LUAR" ucap zii sambil terisak menahan sesak didadanya.


arya yang tampak bingung dengan sikap zivana yang tiba2 berubah, kemudian mendekati keponakanya itu


"kamu kenapa zii?? " tanya arya


" udah lah om, zii mau keluar mau cari udara segar! " jawab zivana sambil menghapus air mata yang sempat keluar. Zain yang melihat itu hanya menghela nafasnya berat. sedangkann arya yang mau mengejar keponakanya itu ditahan oleh zain.


"biarkan nana menenangkan fikiranya dulu bang, saya tau perasaanya dia sekarang, saya akan menceritakan semua alasan dibalik sikap nana barusan pada bang arya" ucap zain

__ADS_1


"baik silahkan kapt" jawab arya


Akhir zain menceritakan semua pada arya, dan pelaku dibalik ini zain akan memberinya surat peringatan dan akan melaporkanya pada ferdi. arya sekarang mengerti betapa sakitnya hati zivana. setelah perbincangan itu zain kembali keruangan yang akan menjadi tempat ujian bagi para bintara.


.


.


.


.


Zivana tengah memacu mobilnya dengan kecepatan penuh, karena emosi pada diri zivana, zii memberhentikan mobilnya disebuah taman kota, tempat faforit kala ada masalah, sama seperti waktu zivana dibentak oleh arya dan dia pergi ketaman kota dan bertemu dengan radit. manusia menyebalkan bagi zivana tapi akhir2 ini radit tak semenyebalkan dulu.


zii mendudukan diri disebuah bangku panjang, dia menatap jauh kedepan melihat anak2 kecil yang tengah berlari2an ditemani orang tua mereka, tak terasa air bening membasahi pipi zivana, dia teringat akan mamanya. kalau saat ini sang mama masih ada mungkin zii akan menceritakan semua pada mamanya.


Namun tuhan berkehendak lain, tuhan lebih sayang padanya melebihi sayangnya zivana pada mamanya. maaa zii kangen mama... 😭 tanpa terasa air mata zi mengalir deras membasahi pipinya. tiba2 seorang wanita paruh baya memberi zivana sebuah tisue. zii mendongakkan wajahnya melihat senyum yang begitu teduh dan menenangkan hati.


Zii menerima tisue dari wanita tersebut..


.


.


.


.


.


Hayoooo siapaaa yaaaa wanita ituuu...???


penasarannnn ikutin terussa yaaa kelanjutanya, jangan lupa like, jawab coment and vote yang buaaanyaaakkk yaaaa readerss πŸ˜‰


.


.


maaf kalau masih ada typo

__ADS_1


__ADS_2