
Sepanjang perjalanan pylang zivana hanya diam, tak berkata apapun arya dan nia juga tak berani menanyakan ap yang terjadi pada keponakanya itu.
apa kamu semudah itu melupakan kata2mu, apa karena aku belum menjawab perasaanmu, semudah itu kah kamu berpindah kelain hati, apa aku tidak ada artinya lagi bagi kamu..
fikiran zivana terus berputar tentang hubungan zaki dan fatia, dia tak tau harus berkata apa lagi, yang difikiranya sekarang akan menyelesaikan urusannya dimalang dan kembali kesurabaya, mungkin akan melupakan perasaanya pada zaki, ia akan memendam semua perasaanya pada zaki, karena terlalu lelah menangis zivana tertidur dimobil. arya sudah sampai didepan rumahnya, nia membawa baby key masuk kedalam rumah, arya mencoba membangunkan keponakanya itu
"zii, bangun udah sampai" ucap arya sambil menggoyangkan tubuh zivana, zivana tampak menggeliat, mereganggkan otot2nya.
"udah sampai ya om, maaf zii ketiduran" jawabnya dengan suara serak
"kamu kenapa zii, kamu nangis sampai mata kamu bengkak gitu" tanya arya
"ngh, gak papa kok om, zii masuk dulu ya" elak zivana dan langsung masuk kedalam rumah, arya hanya menghembuskan nafasnya berat, dia tau zii ada apa2 karena semenjak pergi pamitan untuk ketoilet zivana balik dengan keadaan nangis.
arya mengeluarkan stroler keysya dan ransel besar miliknya, dan membawa nya masuk kedalam rumah, didalam kamarnya tampak baby key yang terlelap dibox bayinya, arya tersenyum melihat wajah damai putrinya, arya segera membersihkan diri karena badanya sangat lengket dengan keringat.
nia sedang menyiapkan makanan untuk suaminya, sedangkan zivana masih didalam kamarnya dan belum keluar semenjak datang dari bandara. arya yang sudah selesai membersihkan diri, mencari keberadaan istrinya didapur, dan benar nia tengah menyiapkan makanan untuk mereka malam ini.
"sayang, zii belum keluar dari kamar?? " tanya arya yang tengah duduk dimeja makan.
"belum mas, dari tadi dia gak keluar kamar?? ada apa dengan zii ya mas, aku khawatir sama dia" jawab nia sambil meletakan secangkir teh hangat untuk arya
"terima kasih" ucap arya sambil menyesap teh yang sangat dirindukanya.
"aku mau ke kamar zii dulu mas" pamit nia, arya mengangguk sebagai jawabanya, nia segera mengetuk pintu kamar zivana.
tok... tok.... tok....
"zii" panggil nia, namun tak ada jawaban dari dalam kamar zivana, nia kembali mengetuk pintu kamar zivana
tok... tok... tok....
"Zivana!! " teriaknya lagi, arya yang mendengar bahwa istrinya terus memanggil nama zivana, arya segera menghampiri nia yang masih berdiri didepan kamar zivana
__ADS_1
"gimana sayang?? " tanya arya
"gak ada jawaban mas, gimana ini mas? " cemas nia,
"biar Mas yang panggil, kamu tengokin keysya dulu takut dia bangun" perintah arya, nia segera kekamarnya untuk mengecek baby key.
"Ziii buka pintunya, kalau gak dibuka om dobrak pintunya! " teriak arya sambil mengetuk pintu kamar zivana
tok.. tok... tok...
"Ziii!! " teriak arya lagi, kemudian terdengar suara kunci pintu dibuka, zivana berdiri didepan pintu kamarnya dengan keadaan kacau mata sembab dan hidung nya memerah.
"kamu kenapa zii?? " tanya arya yang khawatir melihat keadaan keponakannya
"zii.. hiks.. hiks.. kangen mama om" dusta zivana, dia gak mungkin bilang kalau ini masalah hati.
arya membawa badan zivana kedalam. pelukanya, mencoba memberi ketenangan pada ponakanya entah habis melihat apa zivana tiba2 teringat dengan almarhum mamanya.
"zii gak boleh gini, kasihan mama, zii harus kuat doain mama biar tenang disana" hibur arya, zivana mengangguk dalam pelukan omnya,
"zii sekarang sholat magrib dulu yuk, kita doain mama, doa anak sholehah kayak zii didenger lhoo sama allah" hibur arya lagi. akhirnya zivana menyetujui ajakan arya, dia kembali kekamarnya untuk membersihkan diri dan bersiap untuk sholat magrib berjamaah.
arya meninggalkan kamar zivana dan bsrjalan menuju istri dan anaknya di ruang tengah. dia duduk disebelah nia, memikirkan kondisi zivana, arya yakin yang membuat zivana seperti itu bukanlah karena kangen dengan kakaknya semata melainkan ada hal lain yang zivana tutupin darinya.
"kenapa mas?? ada apa dengan zii?? " tanya nia
"mas tidak tau sayang, dia hanya bilang kalau kangen mbak meysya, maz yakin itu hanya alasan dia, mas yakin bukan itu penyebab dia kayak tadi itu?? " jawab arya
"hemmz ya sudah ayoo kita bersiap sholat magrib dulu, biar nanti coba aku yang tanya sama zii" ucap nia pada arya. arya berjalan mengikuti nia dari belakang menuju mushola kecil dirumahnya. dan zivana juga sudah siap dengan mukena putih miliknya. mereka bertiga melaksanakan kewajiban mereka srbagai seorang muslim dan muslimah.
.
.
__ADS_1
.
.
Di tempat lain, zaki tengah duduk diteras asrama dengan mata yang terpejam, ada bayangan zivana tengah menangis saat melihat dia sedang dipeluk oleh fatia. hal terbodoh yang pernah dilakukan oleh zaki saat itu. zaki tidak bisa berfikir jernih saat ini, yang difikiranya hanya zivana, bagaimana kalau zii tidak akan memaafkan perbuatanya ini.
dirga melihat zaki yang tak seperti biasa nya mulai sepulangnya dari bandara tadi, dia tampak gelisah seperti banyak beban fikiran.
"loe kenapa sih zak, dari gadi gue perhatiin loe kayak ada masalah, mood loe juga jelek! " tanya dirga yang kini duduk disebelah zaki
"gue bodoh dir! gue udah nyakitin zivana" jawab zaki yang masih dalam keadaan mata terpejam
"maksud loe, nyakitin zivana gimana sih gak ngerti gue" ucap dirga
"arrrrggghhhh fatia sialan!! " maki zaki, dirga tambah bingung dengan zaki
sebenarnya ada apaan siihh kenapa nih anak kayak orang gila gini batin dirga.
"seloww men! loe coba cerita ke gue sebenarnya kenapa?? " ucap dirga.
zaki nampak menarik nafas dan menghembuskan dengan susah payah, dia bingung harus cerita dari mana, otaknya juga sepertinya sudah berhenti bekerja.
.
.
.
Haiii readerssssss,,, mohon bersabar yaa kalau author up nya agak lama,
jangan marah2 okeeeyyy, saya pasti up kok π
.
__ADS_1
.
jangan lupa like, coment and vote nyaaaa yaa genkzzz ditungguuuu...