
Zivana sudah sampau didepan pos jaga, senyum mengembang dibibirnya, dia berjalan dengan santai melewati penjaga pos yang dia kenal, mereka saling bertegur sapa, beberapa disurabaya membuatnya kangen dengan suasana di malang, udara dingin dipagi hari, dan belum lagi seseorang yang beberapa bulan belakangan telah membuat nya senyum2 gak jelas kayak orang gila.
Disetiap sudut komplek tempat tinggal arya adalah kenangan manis, pahit yang pernah ia rasakan bersamanya, zivana mengenang masa2 dia pertama kali datang dikota ini. zivana terus berjalan menuju rumah dinas arya dan sesekali menyapa orang yang dia kenal. zivana sudah bisa melihat rumah yang selama 3 bulan terakhir yang dapat membuatnya stres sekaligus mendapat pelajaran hidup yang begitu banyak.
Dengan hidup sederhana dan saling membantu satu sama lain membuat zivana berubah, dari kehidupan disurabaya, yang semuanya akan terpenuhi hanya dengan jentikan jari. bahkan saat dia mendapat masalah dengan mudah dia. lolos dari hukum, berbeda dengan kehidupannya bersama om nya, karena hal sepele saja dia harus menjalani hukuman dengan berat, siksaan bagai dineraka awal. zivana menyebut tempat hukumanya.
Zivana sudah berdiri didepan pintu bercat hijau itu, dia mengetuk ngetuk pintu itu cukup lama, zivana melihat jam dipergelangan tanganya menunjukkan pukul 16.00 wib, dia nampak sedikit berfikir kemena perginya tante dan sepupu kecilnya itu. dan akhirnya zivana memutuskan untuk menelfon nia menanyakan keberadaanya sekarang.
tuuut..... tuuuuutt......
"asaalamualaikum zii?? " ucap nia dari sebrang
"waalaikum salam tant, tante dimana zii udah didepan rumah tante nihh??" jawab zivana
"hah, astagfirullah yang bener kamu zii, udah balik ke malang sekarang?? " tanya nia, zivana mendengar suara bising dimana tempat nia berada.
"iya tant?? tante dimana sihh kok brisik banget! " tanya zivana
"tante ada pertemuan dengan ibu2 zii, di aula depan?? " jawab nia
"yaudah zii kesana jemput tante" ucap zivana
"ya udah tante tunggu disini" jawab nia
akhirnya zivana mematikan sambungan telfonya, dia meletakkan ranselnya yang cukup berat itu, dia hanya membawa tas kecilnya. zivana kembali berjalan ke depan menuju aula pertemuan yang dimaksud oleh nia. zii tampak sedikit menggrutu, niatnya mau biikin kejutan ehhh malah gak ada. orang zonk dong yaaa.
Zivana sudah sampai didepan aula yang dimaksud nia, disana masih banyak ibu2 persit yang bergerumbul menunggu dujemput sama suaminya, zivana melihat sosok yang tengah menggending bayi berusia hampir 2 bulan itu.
"tante nia" panggil zivana
"ziii" jawab nia sambil berjalan menuju zivana dan memeluk keponakan cantiknya
" udah selesai tant acaranya" tanya zivana
"udah, besok ikut jemput om ya zii, om besok pulang" ucap nia sambil berkaca kaca menahan air mata bahagianya
__ADS_1
"iyaa zii temenin tante, ziu juga mau nyambut om zii donk, mau kasih tauu zii lulusss tantee" teriaknya senang
"alhamdulillahh, tinggal wisuda donk yaa?? " ucap nia
"iya ntar tante dan om ar dann sepupu tantik kakak zii jugaa. ya tayang" jawab zivana sambil mencoel pipi keysya
"iyaa tatak tantik" ucap nia sambil menirukan suara bayi
"hahahahaaha" mereka tertawa bersama, karena hari muali sore dan juga banyak anggota persit lainya yang sudah dijemput para suaminya juga, akhirnya nia dan zivana memutuskan pulang juga, nia meletakkan baby key di strolernya, zivana dan nia berjalan menuju rumdis arya sambil. mendorong kereta bayi keysya yang tampak anteng dikeretanya.
tiba suara motor terdengar dari belakang, nia dan juga zivana nampak tak menghiraukannya, karena mereka berpikiran hanya motor yang akan melewati mereka, namun dugaanya salah, motor tersebut adalah zaki, dirga dan juga aziz tiga sera zingkai yang tak pernah pisah.
"bu nia" panggil zaki
Nia dan zivana menghentikan langkah mereka, zivana sangat hafal suara yang menhentikanya, seseorang yang membuat jantung berdebar.
"om zaki, om aziz dan om dirga?? dari mana ??" tanya nia
"kami dari kantor bu, zii kapan balik kesini?? " tanya zaki pada zivana , dia senang sekali bisa kembali melihat gadisnya, dan seperti biasa zivana yang tampak cantik malah lebih cantik dari biasanya menurut zaki. emang virus bucin sudah mendarah daging sama. zaki.
"baru nyampek, eh ternyata tante gak ada dirumah, zonk deh" jawab zivana
"gak usah om gak papa kami jalan saja" tolak. nia
"gak papa bu, lagian mau magrib juga kasian keysya" tambah dirga
nua melihat ke arah zivana, zivana tampak diam saja gak ngerti arti tatapan yang diberikan nia. akhirnya nia menyetujuinya,
"ya sudah kalau gitu, tapi strolernya?? " tanya nia
"biar saya tang bawa bu" ucap aziz
"zii kamu ikut zaki, biar bu nia sama gue" sambung dirga cepat, dia tau zaki sangat kangen sama zivana, zivana mengangguk sebagai jawabanya. dirga dan aziz mendahului zaki dan zivana, mereka memberikan waktu untuk melepas kangen mereka.
Zivana awalnya sangat canggung, apalagi pertemuan terkahir mereka saat zaki mengunggkapkan perasaanya, dan zivana belum sempat menjawabnya. zaki memacu motornya dengan kecepatan sedang, zivana yang tak tau harus mulai dari mana pembicaraan mereka, akhirnya zaki yang dahulu bertanya pada zivana.
__ADS_1
"gimana sidang skripsinya zii" tanya zaki
"alhamdulillah lancar mas, maaf aku gak pernah hubungin mas zaki selama disurabaya" sesal zivana
"gak papa aku mikir mungkin kamu lagi sibuk nyiapain presentasi kamu, atauu kamu disana punya yang lain yaa?? " goda zaki yang dibuat agak cemberut
"ihh punya yang lain siapa coba, tiap hari tuh sama aura terus, dia tuh kayak prangko nempel mulu" cerocos zivana, yang membuat zaki tersenyum
" masak sihh?? " goda zaki lagi
"tau ah! kalau gitu aku cari aja sekalaian!! " dengus zivana, zaki langsubg menghentikan motornya diarea lapangan,
"jangan donk zii, terus aku gimana!! " ucap zaki yabg sekarang turun dari motornya
"gimana apanya, bukanya mas zaki yang bilang aku punya yang lain!! aku juga gak ngerti yang lain itu apa?? " jawab zivana
"ya udah gak usah difikirin lagi, yang harus kamu tau sekarang hati kamu cuma buat aku" ucap zaki,
jantung zivana semakin tak karuan berdebar.... dug.. dug... dug.....
ketika zaki dan zivana saling diam, karena perkataan zaki seseorang memanggil zaki dari arah lapangan.
"kak Zaki!!! "
.
.
.
.
widiihhh sapa tuhhh gangguin ajeee....jangan mbak kuntii tuhhh secara mau magrib genkz,.....
.
__ADS_1
.
maaf baru up genkz, jangan dibully ya genkz kasih semangat aja hehehehe jangan lupa like, coment and vote nyaaa