Cewek Bar-Bar Ku

Cewek Bar-Bar Ku
70


__ADS_3

zaki menurunkan zivana didepan rumah arya, zii menyerahkan kembali helm yang dipakainya.


" terima kasih mas zaki udah ngajak aku joging dan sudah mentraktirku makan bubur" ucap zii


"sama2, kamu habis ini mau kemana? "tanya zaki


"belum tau! "jawab zii


"ya sudah kalau bosan nanti kalau aku istirahat aku hubungin kamu" jawab zaki


"iya? " singkat zivana


"kalau gitu aku pamit dulu, asalamualaikum" pamit zaki


"waalaikum salam" jawab zivana


Zaki mamacu motornya menjauh dari rumah arya, zii masuk kedalam. rumah ia akan membersihkan badanya terlebih dahulu karena merasa lengket karena keringat.


setelah membersihkan badan zii, membuka laptopnya karena hari ini dia tidak ada kegiatan jadi dia lebih memilih mengerjakan tugasnya. jawab suara ketukan pintu dari luar membuat zii mengalihkan fokusnya dari laptop dia berdiri membukakan pintu kamarnya, ternyata nia yang sedang berdiri didepan pintu kamarnya.


"kamu sibuk zi?? " tanya nia


"hemm gak kok tan, zii lagi ngelanjutin ngerjain tugas aja, kenapa tant?? " jawab zii


"bisa anterin tante pagi ini ke aula, ada pertemuan sama ibu2 zii?? " tanya nia


"emanh om ar udah berangkat tant?? " tanya balik zivana


"iya om kamu ada apel pagi katanya, dan tadi belum sempat sarapan jadi nanti sekalian kamu anterin makanan ke kantor om kamu! " pinta nia


Zii mau menolak permintaan nia gak enak dia gak mungkin cerita masalah yang terjadi beberapa waktu lalu, masalah dia untuk tidak lagi ikut kekantor omnya. bukanya takut akan fatia dan sejenisnya, zivana hanya tidak mau membuat masalah bagi arya.


"kenapa bengong zi?? " tanya nia


"eh.. ii. iya tant, nanti zii akan anterin makanan om" jawab zivana


"ya sudah kamu ganti baju kamu dulu, tante tunggu didepan ya? " ucap nia, zii mengangguk paham. zii kembali kedalam kamarnya dan berganti pakaian sesuai keinginan kanjeng ratu.


zivana keluar menemui nia yang menunggunya diteras rumah dengan membawa kotak makanan untuk arya.


"ayo tant, zii udah siap! " ucapnya


"wahh makin hari makin cantik aja keponakan tante yang satu ini" puji nia

__ADS_1


"maaf tant, zii gak punya uang receh buat sawer tante yang udah puji aku" jawab zivana


"kamu ini ya dipuji malah suudzon sama tante! " dengus nia


"hehehe iya ya tanteku yang cantik, zii bercanda doank ih gitu ngambekan! " ucap zivana.


"adek kecil nanti kalau udah lahir jangan ngambekan kayak mama yaa jelek" imbuhnya lagi sambil mengelus perut buncit nia


"udah ah ayo, nanti telat lagi" ajak nia, zivana terkekeh melihat tingakah nia yang lucu menurut zivana.


zivana melajukan mobilnya menuju aula tempat pertemuan. zii melihat dari balik kemudi sudah banyak ibu2 yang berkumpul dengan seragam hijau pupus mereka.


"zii kamu langsung kekantor om ya, jawab tante turun dulu ,hati2 jangan ngebut2" ucap nia


" siap kanjeng ratu" jawab zivana


nia tertawa mendengar zivana memanggilnya ratu. nia berjalan menuju ibu2 persit lainya yang tampak sedang mengobrol.


Zii melajukan kembali mobilnya menuju kantor arya, zii beberapa kali menghela nafasnya, kini zivana sudah berada diarea parkir, nampak sedikit sepi hanya beberapa anggota tni saja karena para bintara sedang ada ujian tulis, zii juga bingung dengan ujian ini tapi zivana tak mempertanyakan itu. sebelum masuk kedalam kantor arya, zii menghubungi arya terlebih dahulu melalui chat, menanyakan posisi arya.


setelah chat yang dikirim arya bahwa dia tidak ada di ruangannya, zii tidak akan masuk kedalam ruangan arya melainkan langsung mengantar makananya ke dalam ruangan ujian yang arya jaga saat ini.


Zivana melangkahkan kakinya kedalam. kantor tersebut melewati lorong dan beberapa ruangan yang digunakan ujian saat ini, jawab arya menjaga diruangan paling ujung di lorong tersebut.


tok.. tok....


"permisiii" ucap zivana


"ziivana?? " arya. zivana melangkah masuk kedalam ruangan tersebut yang nampak wajah para junior arya yang tegang.


"nih sarapanya ketinggalan, tadi tante udah siapin, malah gak sarapan, ntar om dihukum kanjeng ratu baru tau rasa! " ucap zivana sambil menyerahkan kotak makanan untuk pada arya.


"kanjeng ratu siapa!??" tanya arya bingung


"ya siapa lagi om, permaisuri kang mas arya rahman! " dengus zivana, kedua teman arya yang ikut mengawasi jalanya ujian saat itu menahan tawanya mendengar ocehan zivana


zivana mengalihkan pandanganya pada para bintara yang tersiksa,


"Om pasang mukanya bisa santuy dikit gak! kasihan tuh mereka pada keringat dingin, lihat om semua yang jaga kayak malaikat pencabut nyawa! " ucap zivana


" hahahahaha" tawa salah satu rekan arya yang bernama firman terbahak mendengar permintaan zivana pada arya


"ya ampun arya keponakan mu bikin sakit perut! " ucap firman

__ADS_1


"lah dibilang kayak malaikat maut malah tertawa dia! " jawab zivana


" nih kerjakan juga" ucap arya menyerahkan sebuah kertas dan bolpoin pada zivana


"gak makasih, zii sudah kenyang dengan ujian2 yang pernah zivana lewati, tugas kuliah aja belom kelar malah dikasih ginian" ucap zivana


"coba dulu aja" desak arya


"om zii itu kuliah jurusan bisnis bukan politik hukum atau sejenisnya, zii gak akan bisa" tolak zivana


"coba dulu" ucap arya akhirnya zivana mengambil kertas itu dari arya, zii membaca pertanyaan yang ada di kertas tersebut. zii mengerutkan keningya


otaknya benar2 gak berfungsi saat ini


"om zii nyerah, gak ngerti sama sekali udah lupa dengan pelajaran ketatanegaraan" rengek zivana


"masak belum perang udah tiarap duluan" sindir firman


" emang gak bisa om! udah ah aku mau balik nanti kanjeng ratu marah kalau nunggu lama" pamit zivana


arya hanya menggelengkan kepalanya, bagaimana bisa pertanyaan tentang negaranya sendiri zivana tak bisa menjawabnya. memangnya dia tinggal dimana saat ini. entah apa yang ada difikiran zivana saatil ini hanya dia yang tau.


"hati2 zii" ucap arya


"iya om, buat teman2 semua yang sabar yaa ini ujian! " kata zivana


"lahh emang sedang ujian neng, emang lagi apa? "ucap ragil teman arya satunya


"eh hhahahaha iya yah, dinikmati aja deh ujianya siapa tau ada rasa manis pahit atau asem, jangan kayak saya yang kata om firman belum perang udah tiarap" ucap zivana


semua prjurit mengulum senyum sambil mengangguk tak berani menjawab perkataan zivana. bisa kena hukum sama senior rasa malaikat maut itu.


"zii pamit om asalamualaikum" ucap zivana


"waalaikun salam" jawab semua


Zii meninggakan kantor arya dan kembali menjemput tante nya nia. di aula pertemuan.


.


.


__ADS_1


__ADS_2