
Zivana keluar dari ruangan bersalin menemui ketiga prajurit muda yang setia menemaninya. dengan wajah penuh kebahagiaan dan haru zivana tanpa sadar memeluk zaki
"sudah lahirr bayinya. mas, hiikss... " ucap zivana memeluk zaki sambil terisak
"heii, kenapa kamu nangis, seharusnya senang tante dan bayinya selamat" jawab zaki, zivana sadar akan kelakuannya dan langsung menjauhkan diri dari zaki dengan pipi yang memerah, sedangkan dirga dan aziz yang saat itu ada disana memalingkan wajah mereka seolah tak melihatnya.
"ma.. maf mas zaki, aku gak sengaja memelukmu, oh yaa sebentar lagi adek bayinya dibersihin sama perawat dan setelah itu harus diadzani boleh aku minta tolong sekali lagi diantara kalian yang mau mengadzani adek bayi?? " tanya zivana
"aku yang akan mengadzaninya" ucap zaki yakin
"terima kasih sekali lagi mas zaki" jawab zivana
"zii anak bang arya cowok apa cewek?? " tanya aziz
"cewek caaaannntiiikkk banget" ucap zivana berbinar melihat bayi nia dan arya
"wahh bang arya pasti bangga punya putri yang cantik" kata dirga
"oh yaa ngomong2 gimana caranya menghubungi om ar, kan setiap kali om ar telfon kesini nomernya selalu ganti?? " ucap zivana sambil tertunduk
"udah jangan sedih, kalau memang bang ar tidak sibuk pasti akan telfon, nanti kamu bilang kalau bu nia sudah lahiran" jawab zaki menenangkan zivana, zivana mengangguk mengiyakan, dia tidak tau cara menghubungi arya yang sedang tugas.
Suara pintu terbuka dari ruang bersalin, salah seorang perawat keluar mencari zivana.
"mbak, bayinya sudah dibersihkan siap untuk diadzani, siapa diantara mas2 ini yang suaminya ibu yang ada didalam?? " tanya perawat itu
"hehehe maaf mbak, mereka bukan suami tante saya, om saya ada tugas negara, tapi gak papa salah satu dari mereka yang akan mengadzani bayinya" jelas zivana
__ADS_1
"oh maaf, kalau gitu yang mau mengadzani bayinya ikut saya" ucap perawat itu,
"saya ambil air wudhu dulu sus" ucap zaki, perawat itu pun mengangguk dan mempersilahkan zaki ke kamar mandi terlebih dahulu. zivana yang tengah duduk didepan ruangan tersebut terpesona akan ketampanan zaki, muka dan sebagian rambut basah zaki membuat kesan sexy padanya, zivana menggelengkan kepalanya kuat untuk mengusir fikiran kotor yang sempat bersarang diotaknya. zaki berlalu memasuki ruangan tersebut untuk mengadzani bayi nia.
sedangkan dirga dan aziz mengerutkan keningnya melihat tingkah aneh zivana
"kamu kenapa zii?? hayooo mikirin apa?? " goda dirga
"apaan sihh mas dirgaa, eh iya lebih baik aku hubungin papa sama bang al dulu, nanti kalau ada yang nyari aku bilangin ya lagi nelfon papa" pesan zivana dan berlalu pergi menjauh dari dirga dan aziz, dia tak ingin lebih lama digoda oleh dirga.
"kayaknyaa udah ada sinyal2 zivana suka sama zaki nih ziz" ucap dirga pada aziz
" sinyal, loe kira jaringan ada sinyalnya! " jawab aziz
"emang susah ngomong sama makhluk dunia lain kayak loe ziz" ucap dirga
"maksud loe! " belum sempat aziz melanjutkan perkataanya zaki keluar dari ruang bersalin tersebut
"yang bilang ini mall siapa kampret! " dengus dirga
"kemana zivana?? " tanya zaki
"lagi nelfon papanya" ucap aziz, zaki tampak mengerti,
"bentar lagi bu nia mau dipindahin ke tempat perawatan, aku mau nyari zivana dulu, kalian tetap disini" perintah zaki, dirga dan aziz mengangguk mengiyakan. ketika zaki hendak melangkah mencari zivana, ternyata zivana sudah ada didepan mereka.
"aku baru mau nyari kamu, bentar lagi bu nia akan dipindahkan keruang perawatan" ucap zaki
__ADS_1
"hemm oke, makasih ya mas zaki" jawab zivana.
Hari masih gelap, orang2 masih terlelap di rumah masing2 tapi tidak dengan keempat orang ini yang masih terjaga, nia sudah dipindahkan keruangan perawatan sedangkan bayinya masih berada diruangan khusus bayi.
nia beristirahat setelah perjuangan panjangnya, dirga dan aziz pamit untuk kembali pulang, karena besok mereka akan ada apel pagi, sedangkan zaki lebih memilih menemani zivana dirumah sakit, awalnya zivana menolak ditemani oleh zaki, karena merasa sudah terlalu banyak menyusahkan zaki. namun zaki memaksa ingin menemani zivana dan akhirnya zivana mengiyakanya. dirga dan aziz besok pagi akan kembali kerumah sakit untuk membawa pakaian ganti untuk zaki dan mengembalikan mobil zivana yang dibawanya pulang.
zivana duduk disalah satu sofa yang ada diruangan vip nia dirawat, zivana memesankan ruangan terbaik buat nia, karena kantuk yang melanda dan mata zivana yang tak bisa diajak kompromi akhirnya zivana tertidur dan tanpa sadar bersandar dibahu zaki yang duduk disampingnya. zaki menyibakkan rambut yang menutupi wajah zivana. zaki mengulas senyum menatap wajah polos tanpa make up zivana, yang masih terlihat sangat cantik dimata zaki.
"kamu pasti lelah ya zii?? kamu wanita hebat zii, aku bangga sama kamu selamat malam zii" gumam zaki, dan ikut menyandarkan kepalanya dikepala zivana, mereka sama2 telelap malam itu.
.
.
.
.
.
Haiiiii readersssssss doain author cepet sehat yaa, biar bisa up banyak.. 😷 terima kasih yang sudah mendoakan kesembuhan author ðŸ˜
jangan lupa like, coment dan votenyaa😉
.
.
__ADS_1
.
maaf kalau masih ada typo