
Hari ini hari dimana arya akan berangkat tugas, arya sudah siap dengan pakaian kebangganya lengkap dengan ransel besar dipunggungnya. nia sudah rapi dengan baju hijau pupus nya, tak dapat dipungkiri raut sedih akan melepas suami tercinta bertugas yang jauh dari nya.
"om udah siap?? " tanya zivana
"udah, ayo sayang? " ucap arya sambil menggandeng mesrah istrinya, nia tak mampu berkata2 lagi hanya air mata yang terus mengalir di pipinya.
arya menyimpan tas ranselnya dibagasi, zivana duduk dijok belakang, dan arya yang akan mengemudikan mobilnya.
Mobil arya terparikir rapi di area lanud abd.rahman saleh disana sudah ramai para prajurit beserta keluarga yang akan mengantar mereka untuk bertugas. arya dan keluarga termasuk zivana turun. dari mobil, sebelum berangkat arya dan pasukan akan mengukuti upacara. dan acara pamitan sama keluarga tercinta khususnya yang sudah berkeluarga.
Arya dan pasukan lainya sedang melakukan upacara sedangkan nia dan zivana menunggu diarea tunggu untuk keluarga yang sudah disiapkan, zivana sengaja membawa kameranya supaya bisa mengabadikan moment om nya akan pergi bertugas. dan juga bisa menjadi tambahan bahan buat tesisnya.
setelah selesai semua keluarga boleh mendekat untuk berpamitan sebelum mereka meninggalkan keluarga tercinta demi tanah air tercinta. sungguh mulia pekerjaan yang diemban oleh seorang abdi negara.
Zii mengabadikan saat om nya dan nia saling melepas rindu untuk terakhir kali, terutama saat arya mencium perut besar nia yang hanya menunggu 1 bulan akan melahirkan buah hati mereka. disela-sela memotret zii menangkap seseorang yang ia kenal yang sedang mengantarkan putranya untuk bertugas. wanita paruh baya itu menghampiri zivana.
"Zivana" panggil iis
"tante iis" ucap zivana sambil mencium punggung tangan iis
"apa kabar tante?? " tanya zivana, dia bisa melihat raut sedih dan bangga melepas putranya bertugas demi negara tercinta.
"baik zii, kamu nemenin tante kamu?? " tanya iis
"iya tant?? sengaja zii tinggal biar bisa lebih lama sama om ar, nanti zii ganggu hehehehe" jawab zivana
"kalau gitu ikut tante aja yuk" pinta iis sambil menarik lengan tangan zivana menuju seorang laki2 yang tengah berdiri tegap dengan tas ransel besar dipunggungnya yang sedang berbincang bersama teman2nya.
"Zain" panggil iis pada putranya
" ibu, ibu dari mana? " tanya zain
"ini jemput bidadari" goda iis pada zivana yang tengah berdiri disamping iis, zain tersenyum simpul mendengar ibunya menyebut zivana bidadari. ibu benar dialah bidadari yang telah membawa hati putramu bu..
"wahhh bener buu, dia seorang bidadarii" ucap salah satu teman zain
" iya, kalian gak boleh deket2 ya dia calon mantu ibu" jawab iis
__ADS_1
zivana mendelik mendengar perkataan ibu iis "tante, zii malu" bisiknya pada iis. sedangkan zain udah senyum2 mendengar iis mengatakan bahwa zivana calon menantunya
" hahaha maaf zii, biar mereka tidak tegang nanti saat tugas," jawab iis
"Udah lama datangnya Na?? " ucap zain mengalihkan perhatian zivana.
"iya kak" jawab zivana, zain yang melihat zivana membawa kamera berinisiatif untuk mengabadikan moment mereka
"kita foto2 yuk, sebelum kami berangkat" ucap zain yang langsung disambut antusias para prajurit jomblo
"ayoo," jawab semua
"ya udah, aku yang akan fotoin mas2 nya" ucap zivana
zivana beberapa kali memotret zain beserta kawan2nya, dan ada juga bersama ibunya iis,
"udah masak kita2 aja, ayo zii kamu sekarang sama kapten yang foto" ucap salah satu teman zain
"gak usah mas, arya kalian aja" tolak ziivana
"hahahaha apaan sih?? " jawab zivana sambil menyerahkan kamera yang dipegangnya
zain langsung mendekat kearah zivana, awalnya ada sedikit rasa canggung antarazain dan zivana, karena para teman zain secara tiba2 menghilang ntah kemana, hanya ada satu rekan zain yang akan memotretnya.
"haduuhh deketan napa sihh masak jauhan gitu! gini niiihhh" ucap teman zain sambil memposisikan zain dan zivana berdekatan
"aku mulai yaaa senyuummm, senyummm jangan kaku gitu! " ucapnya lagi bak seorang fotografer. zain dan zivana tersenyum dan secara sengaja zain merangkul zivana, teman zain langsung memotretnya dan yang kedua saat zivana memandang wajah zain. setelah acara foto2 itu kininhanya ada zivana dan zain.
"Na kita selfi yuk, pakai hp ku buat semangat aku ntar kalau tugas" ucap zain
"hemm boleh kak" jawab zivana, zain segera mengambil hp yang disimpan didalam saku celananya dan mereka sudah mulai bergaya,
cekrek.. cekrek.. cekrek..
"Zivana" panggil arya dari sebelah mereka. zain dan zii tak menhadari arua dan nia berada disamping mereka karena asyik berselfi
"om ar" jawab zivana lalu menghambur kepelukan omnya yang akan meninggalkanya bertugas
__ADS_1
" sudah, malu masak udah gede manjaa, mana sikap barbar mu" ucap arya sambil mengusap punggung zivana, ternyata zivana tengah menangis dipelukan arya.
"heii sudah jangan nangis, om titip tante yaa, tolong jagain dia dan anak om, hanya kamu yang om andalkan saat ini, om percaya sama kamu zii, om yakin zii kuat! "imbuhnya lagi, zivana semakin terisak,meskipun arya sering menghukumnya tapi dibalik sikap tegas, terkadang nyebelin buat zivana sikap itulah yang zivana rindukan dari arya, sosok om yang bisa merubah dirinya bisa menjadi lebih baik.. zii mencoba mendongakkan kepalanya melihat wajah arya. dengan sikap hormat seperti seorang prajurit
"SIAP LAKSANAKAN KOMANDAN! "suara lantang zivana yang mengundang perhatian dari semua prajurit yabg ada disana tak terkecuali ferdi dan lisa yang memperhatikan arya dan keluarganya dari jauh.
arya membalas hormat zivana, lalu memeluk keponakan yang selama ini membuat kepalanya sedikit pusing, namun disisi lain zivana bisa diandalkan seperti waktu arya tinggal untuk latihan selama seminggu.
" gadis pintar! om bangga pada zii" ucapnya lalu arya memeluk nia dan zivana bersamaan, disamping mereka zain memandang keluarga kecil arya dengan haru.
Suara pemberitahuan bahwa mereka akan segera berangkat dan supaya menuju pesawat yang menunggu mereka. zivana, nia beserta keluarga lainnya melambaikan tangan mereka pada prajurit kebanggan negara tersebut. nia yang tak henti2nya menangis melepas suami tercinta untuk bertugas, zivana yang berada disampingnya slalu memberi kekuatan untuk ibu hamil disampinya itu. zain dan zivana saling bertemu pandang kemudia zain memberi bentuk love dari jarinya. yang dibalas senyuman manis dari zivana.
Semua prajurit telah meninggalkan tanah malang menuju pulau timur indonesia dengan mengemban tugas dipundak mereka demi tanah air tercinta. hanya doa yang slalu dipanjatkan agar mereka selamat dan sukses dalam misinya.
.
.
.
.
Haiii readersssss..... huwaaa author mewek π ditinggal om arya tugasss.. tapi demi tanah air tercinta harus semangat.....
.
.
jangan lupa like, coment and vote ya guyyyssssss π
authorr sayang kaliaaann...
.
.
maaf kalau masih ada typo
__ADS_1