Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Sugar Dady atau Papa Dady?????


__ADS_3

Sonia yang sejak tadi hanya diam membuat Johan merasa tak nyaman, bahkan makanannya pun tak ia sentuh sedikitpun dan hanya membolak baliknya saja yang udah kayak nasi campur di warteg.


"Maaf kalau kami memperlakukan mereka seperti itu." Kata Johan merasa bersalah, mungkin Sonia sedikit syok melihat adegan yang mereka lakukan di depan matanya saat makan malam.


"Bukan gitu kok Om, Sonia tau Mommy dan Sonya memang keterlaluan. Itu gak ada apa-apanya di bandingkan dengan apa yang mereka lakukan." Menyadari kesalahan yang saudara dan Mommy nya lakukan, tabiat jelek mereka ngomong dan bertindak gak pake mikir.


Johan tersenyum lembut, Sonia berbeda sekali. Memiliki tata krama dan tentu saja sopan. "Panggil Papa, jangan Om. Oke?" Mengedipkan mata membuat suasana mencair.


Sonia mengangkat wajahnya dengan pandangan ragu, setelah apa yang di lakukan saudara dan Mommy nya laki-laki itu memperlakukannya dengan sangat baik bahkan menganggapnya sebagai anak.


Johan mendekati Sonya dan memeluknya, mengecup keningnya dan tertawa kecil.


"Lihat Ella, saudara barumu terlihat malu-malu." Katanya menggoda Sonia, "Apa putri Papa yang satu ini memang pemalu?"


Ella menghambur dan bergabung dengan mereka. "Ella mau dong di peluk juga." Tertawa kecil dan memeluk Papanya serta Sonia.


"Yang ganteng pengen juga dong di peluk." Kata Willy. Ella menarik tangan Willy dan masuk ke dalam pelukan Papanya. Udah kayak reunian keluarga yang berpuluh-puluh tahun gak ketemu.


Johan memeluk kedua putrinya dengan bahagia, akhirnya Ella mendapatkan saudara yang benar-benar tulus dan berhati baik. "Sayang, kamu itu ibarat berliat di dalam lumpur." Mengusap air mata Sonia yang perlahan mengalir. "Papa harap akan seperti itu terus."


Sonia menitikkan air mata haru, ia tak pernah membayangkan akan mendapatkan limpahan kasih sayang seperti ini semenjak kepergian papinya. Mommy hanya memperhatikan Sonya dan cenderung mengabaikannya, bahkan ia merasa seperti bukan anak kandung karena perbedaan perlakuan dan kasih sayang yang ia terima. Tak jarang Sonia merasa cemburu dengan Sonya karena Mommy selalu menomor satukan Sonya di atas segala-galanya.


"Papa akan membiayai semua keperluanmu, tinggallah bersama kami." Pintanya dengan lembut.

__ADS_1


"Iya, kita bisa menghabiskan waktu bersama. pasti sangat menyenangkan." Kata Ella bersemangat. "Di rumah cuma ada gue sendiri kalo Papa kerja keluar kota."


"Bagaimana dengan Sonya dan Mommy?"


"Kamu tau apa yang Devi lakukan untuk menjebak Papa?"


Sonia menggeleng, ia hanya tau bahwa Mommy nya melakukan berbagai macam cara untuk mencapai keinginannya.


"Cara kotor yang gak bisa Papa maafkan." Katanya. "Papa akan memberikan mereka sedikit pelajaran untuk tidak semena-mena."


Sonia mengangguk paham, ia memaklumi dan yakin bahwa yang Johan lakukan demi kebaikan mereka.


Willy melambaikan tangannya saat melihat sosok Rega yang baru aja masuk dari pintu utama sendirinya dengan gayanya yang cool plus muka datar gak ada senyum-senyumnya.


"Rega?!" Teriaknya melambai-lambaikan tangan biar yang di panggil gampang nemuin posisinya saat ini.


Merasa namanya di panggil, Rega mengedarkan pandangannya mencari asal dari suara tersebut.


Tampak Willy yang tengah duduk bersampingan dengan Ella, di depan mereka ada seorang laki-laki dan perempuan yang duduk bersebelahan.


Karena Ella mengundurkan diri beberapa minggu yang lalu jadi tukang masaknya karena perjanjian awal mereka (bakal berhenti kalo udah mau ujian sekolah), akhirnya Rega tiap malam keluyuran cari makan.


Ella tersenyum melihat Rega di belakang Sonia, ia tampak berbeda mengenakan baju santai kayak gini. Menurutnya lebih ganteng, oh tidak..., tapi ganteng banget.

__ADS_1


"Gabung sini biar rame." Willy menepuk kursi kosong di sampingnya.


"Gue makan sendiri aja." Nunjuk meja kosong di pojok. "Gak enak ganggu double date kalian." Katanya lagi dengan melirik ke arah Sugar Dady Ella.


Pasti kan karena mereka bawa pasangan masing-masing bakal jadi obat nyamuk kalo dia sendirian disini.


"Apaan sih Om, kita lagi makan keluarga tau." Celetuk Ella. "Lagian ya Ella makan sama Papa, Om dan saudara. Apanya yang double date?" Tertawa geli mendengarnya, mau pasangan yang mana juga.


"Hah?" Rega masih gak nalar, gagal fokus kurang minum air mineral kayak iklan di tv-tv.


Johan berdiri, menyodorkan tangannya dengan tersenyum hangat penuh wibawa.


"Johan, Papa Ella."


**********


Jangan lupa like sam Votenya buat author tambah semangat lagi


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


Makasih buat dukungan dan patisipasi kalian


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2