
Entah udah berapa lama Ella ketiduran dengan posisi menghadap dan dalam pelukan dada bidang suaminya itu yang jelas pas bangun udah mulai malam, saking enaknya tidur mereka lupa menutup gorden. Ella menengadahkan pandangan matanya ke atas, melihat wajah Rega yang kini menjadi suaminya itu tengah tidur dengan sangat pulas. Terdengar dengkuran-dengkuran halus dan nafas teratur, tangannya memeluk erat tubuh mungil Ella. Ada rasa penyesalan karena Ella tak bisa menjalankan kewajibannya sebagai istri, seharusnya ia tak memperlihatkan wajah kesakitannya itu. Bagaimana pun Rega adalah laki-laki normal yang tentu saja memiliki keinginan be8sar untuk bisa melakukannya bersama istrinya yang sah, Rega telah menahannya sekian lama dan mampu mempertahankannya hingga saat ini di tengah godaan wanita di luar sana yang tentu saja Ella tau dengan suka rela melakukannya bila suaminya itu mau, namun itu tak terjadi membuatnya salut. Ella tak lagi menanyakan atau meragukan cinya Rega terhadapnya, bahkan dengan cintanya yang begitu besar Rega mampu melawan hawa n*fsunya sendiri hanya untuk tidak menyakiti istrinya. Ella benar-benar merasa malu tentang semua ini, dan berjanji akan memperbaikinya. Tangannya mulai terangkat dan menyentuh wajah Rega dengan pelan dan menggerakkan badannya untuk dapat menyeimbangi badan Rega. Adegan demi adegan yang tadi ia lihat tampak sangat jelas di benaknya, Ella membuang urat malu yang ada ke laut biar gak balik lagi. Ngapain malu toh Rega udah jadi suami, mau ngapain aja gak bakalan ada yang bisa ngelarang. Buat nutupin rasa malu matanya di tutup aja sambil mendekatkan bibirnya dan mulai m*ngu*lum bibir Rega yang masih tertidur, perlahan memulai dengan bibir bawah yang ia l*mat perlahan dan memberikan sentuhan di bagian dada. Entah karena terlalu capek atau emang kayak gini pas tidur, Rega sama sekali gak ngerada terganggu sama aktifitas nakal istrinya itu.
Rega yang awalnya mengira kalau apa yang di alaminya itu adalah mimpi karena keinginannya yang tak tercapai, mana mungkin Ella yang biasanya pasif malah jadi aktif sekarang dengan berinisiatif melakukannya terlebih dahulu. Mumpung mimpi jadi lanjutin aja tidurnya, dimana-mana mimpi tu gratis gak bayar. Lama-lama kenapa mimpinya itu semakin kesini semakin nyata, sentuhan itu jelas terasa pada indera peraba Rega. Bahkan badannya terasa sedikit berat seolah-olah ada sesuatu di atas badannya, walau dalam keadaan masih ngantuk berat akhirnya harus melek biar liat apa yang ada disana. Hal pertama yang dilihat itu wajah Ella dengan mata tertutup dengan posisi badan dan bibir mereka saling menempel, Rega yang kaget refleks menjauhkan kepala Ella darinya dan mendorong tubuhnya. "Sayang, apa yang kamu lakuin?" Katanya tersenggal menahan nafas.
Ella yang merasa kaget dengan gerakan Rega berusaha mengatur nafasnya yang terengah-engah, "Itu...," Di bandingkan menjelaskan dengan kata-kata lebih baik dengan tindakan, ia meraih tangan Rega dan menempelkan pada dua bukitnya polos. Ia menahan tanga Rega untuk tetap disana saat ingin menariknya, "Ella tau kalau Abi udah berusaha nahan, maaf karena keegoisan Ella jadi Abi...,"
"Tapi, bukannya itu menyakitkan?"
Ella mengangguk malu, "Tapi selama ini gak ada yang mati kan karena nya?" Ella mendekatkan wajahnya, "Kalau Abi mau, Ella bisa kok nahannya. Kecuali Abi sendiri gak mau." Melihat lampu hijau bikin g*irah Rega bangkit seketika, bahkan sang junior menyambut dengan senang gembira dan penuh tenaga.
"Yakin?" Tanyanya sekali lagi.
Tanpa memberi jawaban Ella menyambar bibir suaminya itu sebagai persetujuan darinya.
Malam semakin larut dan dua insan itu pun larut dalam permainan asmara yang memabukkan, suara-suara aduhai keluar dari mulut mereka yang penuh dengan cinta. Untung aja tu kamar kedap suara jadi gak ada yang dengar kalo gak bakalan banyak langsung dapat serangan jantung dadakan. Bukan cuma satu atau dua kali, mereka melakukannya hingga berkali-kali. Seolah punya tenaga yang luar biasa, Rega selalu tak puas untuk menikmati istrinya itu yang udah jadi candu luar biasa. Hanya dengan sedikit sentuhan membuatnya bangkit lagi dan memulainya yang mampu melakukan satu kali ronde hampir satu jam hingga mereka tertidur saling berpelukan karena tenaga yang terkuras, benar-benar lembur yang sangat menyenangkan. Selama ini Rega selalu melakukan lembur yang membuat bosan, baru kali ini lemburnya terasa berbeda dan terasa sangat menyenangkan tentu aja bakal di ulangi tiap hari itu pun kalo masih sanggup.
*********
Rega berulang kali mengecup kening Ella yang masih tertidur sangat pulas, memeluk tubuhnya erat tanpa sehelai benang pun dan hanya tertutup selimut. Pertarungan sengit antar dua kubu semalam memang menguras seluruh kekuatan luar dalam, bahkan tenaga dalam pun mereka kerahkan karena kekuatan penuh yg jadi cadangan utama udah pada habis. Gak tega rasanya membangunkan bidadari yang lagi tidur itu, Rega cuma senyum-senyum pas ingat begitu agresif dan garangnya istrinya itu. Kalo dulu malu-malu kucing sekarang malah malu-maluin, tapi malu-maluinnya jadi pahala dan kebahagian tersendiri buat suaminya. Ini malah nyerang duluan buat memulai perang, badan sekecil itu tapi tenaganya lumayan buat meimbangi tenaganya. Buktinya pertempuran mereka lakukan beberapa ronde dalam semalam dengan hasil seri. Rega yang ngerasa badannya lengket itu perlahan melepaskan tangan Ella dari badannya, mencoba turun dengan gerakan sehalus mungkin tanpa menimbulkan gerakan yang mencurigakan yang bakal mengundang Ella buat bangun. Ternyata obat dari Raka sangat berguna, yang awalnya Ella nangis karena sakit akhirnya bisa tersenyum pas minum tu obat.
Sehabis mandi Rega duduk di sofa dengan rambut setengah basah dan memainkan hp-nya, mengecek email masuk untuk kepentingan yang berhubungan dengan pekerjaannya. Namanya aja libur tapi yang nyatanya gak bisa buat libur total, masih ada kerjaan yang harus di lakuin sendiri. Udah lewat tengah hari tapi Ella tetep aja masih tidur, gak ada gerakan yang nandain bakal bangun. Padahal Rega udah pesenin makanan laut kesukaan Ella sejam yang lalu karena mereka berdua melewatkan malam gitu aja. Beberapa kali Rega mau bangunin tapi gak tega liat gimana pulasnya tidur karena kehabisan tenaga, bidadarinya itu ternyata bisa ngelakuin hal yang sama sekali gak pernah Rega bayangkan sebelumnya. Rega cuma senyum-senyum saat bayangin gimana tadi malam, gak nyangka sama sekali kalau istrinya punya sisi lain yang bikin ia kaget san ngerasa puas banget. Rega mengusap lembut pipi Ella untuk membangunkannya, gak ada reaksi ia mengulanginya beberapa kali hingga Ella menggeliat pelan dan memaksa membuka mata karena ada gangguan. "Bangun dulu buat makan, udah aku pesenin makanan kesukaan kamu. Ada cumi panggang, asam manis, goreng. Ada kepiting saos padang, kepiting asam manis, sama yang lainnya. Kalo gak bangun entar aku habisin." Katanya sengaja ngabsen isi atas meja biar bikin Ella bangun.
"Bi, Ella masih ngantuk banget." Katanya dengan terpejam, tadi sempet melek bentar tapi gak kuat jadi merem lagi.
"Makan dulu baru tidur lagi." Rega mengambil semua jenis makanan yang ada dan menopang badan Ella yang lemes, "Aku suapin, makan sambil merem." Bukannya merem tapi tidur lagi, "Kalo gak bangun kita bakal lembur lagi." Bisiknya sambil menggigit kecil telinga Ella.
__ADS_1
"Udah Bi, Ella gak kuat lagi." Katanya lemah dan mengaku kalah, tenaganya terkuras habis.
"Makanya makan dulu, habis itu tidur lagi." Rega menyuapi Ella yang ngantuk-ngantuk ayam dengan telaten dan sabar, mau gimana lagi soalnya dia punya andil besar bikin istrinya yang udah kayak gak punya tulang belakang. Buat duduk aja harus di topang kalo gak gitu bakal lunglai. "Masih sakit?"
Ella mengangguk pelan, mengakui apa yang di rasa.
"Kalo di tambahin pasti sakitnya ilang." Godanya.
"Abi ni apaan sih, belum cukup apa semalam? Ini aja Ella rasanya kayak gak bisa jalan, kalo di tambahin lagi bakalan masuk rumah sakit. Malu Bi...," Protesnya.
Rega tertawa kecil mendengarnya, cuma mau goda gak beneran mau ngelakuin tapi kalo Ellanya mau sih dia-nya oke terus. Walau lambat akhirnya satu piring makanan itu udah pindah ke dalam perut Ella, mengusap mulut Ella dengan tissu untuk membersihkan sisa makanan.
Ella yang dapat tenaga itu berusaha bangun buat menuhi panggilan alam.
"Mau kemana?"
Dengan sigap Rega menggendong Ella dan membawanya ke toilet saat melihatnya kesakitan.
"Bi, turunin. Ella bisa jalan sendiri." Katanya malu di antar sampek ke dalam toilet.
"Malu apanya? Semua yang ada di badan kamu itu udah aku liat semuanya, ni aja aku lagi gendong kamu gak pakek apa-apa. Lagian urat malu kamu itu gak usah di bawa-bawa lagi." Rega menurunkan Ella yang langsung meringis saat kakinya menginjak lantai, "Aku tunggu di luar." Menutup pintu toilet dan membiarkannya.
Baru kali ini Ella buang air kecil pakek perjuangan yang penuh dengan derai air matanya, rasanya perih banget sampek ngeluarin air mata. Kalo gak di lakuin bakal sakit juga, udahlah entar juga sembuh dengan sendirinya. Dengan tertatih Ella keluar dari toilet dan mendapati Rega yang menunggunya.
"Aku dah isi bath up sama air hangat, katanya bisa ngurangi rasa sakit disana." Nunjuk ke arah yang ia maksud bikin juniornya mulai meronta, siapa yang gak bakal ngiler liat pemandangan aduhai tanpa sensor di depannya. Apa lagi udah pernah menjelajahinya dan merasakan sendiri gimana rasa bahagia tiada tara itu saat di dalam sana.
__ADS_1
Ella yang liat gelagat Rega yang udah berubah itu langsung menutupinya dengan tangan, kenapa juga tadi keluar dari selimut gak cari baju dulu. "Bi?"
"Hah?" Beneran gak konsen liat yang gituan, kepalanya udah terisi pikiran-pikiran kotor yang langsung nongol tanpa di minta. Apa lagi si junior udah mulai mengembang kayak adonan donat dengan cepat. Rega dengan cepat meraup badan Ella dan membawanya ke kamar mandi, meletakkannya di dalam bath up yang telah terisi air hangat dan beberapa tetes obat yang Raka berikan.
Rasanya langsung adem, gak perih lagi saat rendaman di dalam air. Ella menikmati sensasi mandi itu dengan sangat bahagia, pas liat Rega yang udah lepas baju tinggal celana dalamnya aja tersisa bikin wajahnya memucat. Alamat gak bakalan mandi dengan tenang kalo udah kayak gini. "A-Abi mau ngapain?" Katanya gugup saat Rega ikut masuk dan bergabung dengannya.
"Memberikan layanan pijat plus-plus buat ratuku," Katanya dengan menangkup wajah Ella dan memulai aksinya. Udah gak tahan lagi liat badan istrinya yang sangat menggoda itu.
"Akh..., Bi...," Berusaha menahan kesadarannya saat Rega mulai memainkan intinya dan sebelah tangannya berada di salah satu bukitnya. "Udah...,"
Bukannya bikin Rega berhenti malah bikin tu cowok ter*ngsang dengan suara erangan istrinya yang seksi. Kini tangannya menjelajah dengan bebas tak bisa di hentikan lagi, menyusuri tiap lekuk tubuh itu dan memainkannya hingga membuat tubuh Ella lemas tak berdaya untuk menolaknya, bahkan mulai merespon dan ikut bermain bersamanya yang bakal lama durasi mandimya itu. Mungkin bisa sampek malam lagi.
*******
Yang nungguin adegan panas...
Siapa ayo...
Bakar sampah juga adegan panas lo, panggang ayam juga adegan panas.
😂😂😂😂
Ciptain adegan panas dari versi kalian masing-masing.
Makasih buat yang setia nunggu Up dan masih stay di novel author.
__ADS_1
Jangan lupa like dan votenya buat kasih dukungan author kalo kalian suka sama karya author ini.
😘😘😘😘😘😘