
Kedatangan Rega selalu bikin gempar sekolahan, walau adegan terakhir kali ia lakukan tak menyurutkan niat para penggemarnya buat liat idola mereka dari dekat, Kali aja kan ada keajaiban bisa dapetin perhatian atau hatinya gitu....
"Lo masih sendirin di rumah?" Tanya Vino menjajari langkah Ella saat keluar kelas.
"Iya, mungkin besok atau lusa Papa udah pulang."
"Sodara tiri lo?"
"Katanya sih lagi keluar negeri buat pemotretan, mungkin ini udah nyampek rumah mereka."
"Kalo Sonia sih menurut gue baik, tapi kalo satunya?" Vino tergidik mengingat kelakuan Sonya yang udah sok ngebos atau sok paling cantik di seluruh dunia.
"Gue santai aja, lagian masak gue yang udah dari orok tinggal di rumah kalah sama orang yang baru datang? Berani ganggu hidup gue berarti tu orang bakal gak tenang hidupnya."
"Gue percaya kok sama lo." Vino menepuk bahu Ella dan tertawa kecil. Vino sangat memahami seorang Ella yang menurutnya memiliki hati baik. Sejak kecil, Ella sudah suka menolong siapa pun semampu yang ia bisa dan setia kawan. Namun, Ella gak bakalan tinggal diam saat orang lain berani mengganggunya atau orang di sekitarnya. Bakalan di balas tu orang sampai kapok dan bertekuk lutut.
"Vin, bantuin gue dong bawa." Memberikan separo bawaanya pada Vino yang kedua tangannya lagi nganggur.
"Bawa buku sebanyak gini mau lo buat apa?"
"Gue bawa ke asrama, kali aja ke pakek buat mereka belajar."
"Lo masih megang asrama anak jalanan itu?"
__ADS_1
"Iya."
"Gue salut sama lo, hebat banget."
"Biasa aja keles.... Tapi teng's ya Vin, udah jadi donatur. Soalnya gue kadang kewalahan buat pengeluarannya."
"Lah elo nanggung sendiri, coba lo ngomong sama Bokap lo gue yakin 100% kalo Bokap lo bakal nyokong semua biaya."
"Gak asik ah, kan itu kemauan gue." Ella menghentikan langkahnya saat melihat kerumunan cewek di depan pintu gerbang sekolah. Kalo di liat kayak mobil Rega yang lagi parkir gak jauh dari sana.
"Kenapa La?"
"Tuh, kayak nya mobil Om Rega deh Vin."
Vino melihat mobil sport berwarna kuning terparkir tak jauh dari mereka beserta empunya yang lagi berdiri di sana kayak cacing kepanasan di kelilingi banyak cewek.
"Kenapa Om kemari?"
"Kan gue udah nelpon lo tadi kalo mau kesini."
Ella pikir tadi tu cuma becanda, gak tau nya tu orang nongol beneran.
"Vin, kenalin Om Rega." Ella menoleh ke arah Vino yang berdiri di sampingnya.
__ADS_1
"Adik Papa lo ya La?" Katanya polos, saking polosnya gak sadar bikin orang yang di maksud meradang.
"Vino, temen dari oroknya Ella." Mengulurkan tangannya dan sebelah bawa barangnya Ella.
Rega memicingkan matanya melihat tangan Vino yang terulur. Ni anak beneran ngira gue Om nya Ella, batinnya.
"Om, tangan Vino kok di anggurin sih?" Menyenggol siku Rega yang lagi bengong.
Rega menerima uluran tangan Vino. "Lo ada hubungan apa sama Ella?" Selidiknya.
"Temen sih buat saat ini, tapi gak tau kalo kedepannya, mohon restunya ya Om?" Tersenyum lembut ke arah Ella.
Ella cuma tersenyum mendengarnya, toh udah biasa Vino ngegombal kayak gitu. Udah hapal sama tabiat tu orang, bahkan lebih parah dari ini juga udah sering jadi biasa aja nanggepinnya. Satu sekolah jugat tau gimana kelakuan Vino pas sama Ella.
Rega menatap kesal anak ingusan di depannya, jelas-jelas mengobarkan api peperangan dengannya. Aura yang tadi cerah kini berubah jadi mendung, mungkin bentar lagi malah jadi badai. "Ayo" Rega menarik tangan Ella tanpa permisi.
"Eh, mau kemana?"
"Udah ikut aja."
"Gak mau." Menarik tangannya.
"Temenin gue beli sesuatu buat kado nenek."
__ADS_1
Mendengar nama Nenek, Ella teringat sosok tua dengan tenaga luar biasa. Pokoknya Nenek sosok idola baru buat Ella. Keren banget deh kayak Nenek, sudah tua tapi tetap cantik dan luar biasa.
Ella mengambil buku yang ada di tangan Vino dan langsung memindahkan ke tangan Rega yang cuma plonga-plongo. "Teng's ya Vin, salam buat tante." Melambaikan tangan dan menyeret Rega.