
Ella memicingkan matanya saat pelayan menyajikan makanan di atas meja, tampilannya yang mungil membuatnya mengelus dada karena tak yakin akan membuat perutnya kenyang.
"ini apa?" Menunjuk dengan penasaran.
"Hati bebek ala Perancis dengan saos blackcurrant di padukan dengan karamel rasa apel Nona." Jelas pelayan dengan sopan.
Ella memotong dan memasukkan nya ke dalam mulut, mengunyahnya pelan-pelan untuk meresapi rasa dari hidangan mungil tersebut dengan harga selangit. Ada rasa manis dan asam saat ia mengunyah dengan tekstur yang lembut. Setidaknya tak mengecewakan dengan merogoh kocek yang lumayan.
"Kamu suka?" Tanya Johan melihat Ella menikmatinya.
"Lumayan lah Pa."
__ADS_1
"Kalau ada waktu kita datang lagi kesini."
Refleks Ella menggoyankan tangannya menolak. "Mending Ella masak di rumah Pa, ngeluarin uang banyak buat makan ginian mending makan mie ayam Mang Jono di ujung gang. Sudah murah, kenyang lagi."
Johan menghela nafas mendengarnya. "Duit Papa yang segitu banyaknya buat apa coba kalau gak dipakek? Papa cuma punya satu anak, tapi anak Papa hematnya kebangetan."
"Baguskan Pa? kalo Ella hemat?"
"Udah, gak ada habisnya debat sama kamu kalo masalah penghematan."
Tak berselang berapa lama pelayan yang lain membawakan hidangan utama, tersenyum simpul setelah meletakkan di atas meja dan siap memberikan penjelasan tentang hidangan yang ia sajikan.
__ADS_1
"Fischbotchen asal Jerman Utara, karena berdekatan dengan laut utara dan laut Baltik maka tercipta hidangan ini. Sandwich yang dibuat dengan menggunakan ikan dan dicampur dengan bahan lainnya seperti bawang putih segar, acar, remoulade, saus kental krim, saus koktail." Katanya sebelum undur diri dan mempersilahkan tamunya untuk mencicipi hidangan utama malam ini dari restorannya.
"Namanya ribet banget ya?"
Johan tertawa renyah melihat wajah polos putrinya yang ia tahu sebentar lagi akan protes dengan rasa dan harga makanan yang restoran ini sajikan. "Udah nikamatin aja yang gak usah mikir harganya." Katanya memasukkan suapan pertamanya dengan santai.
Ella tersenyum masam, seolah Papa dengan mudah menebak apa yang sedang ia pikirkan dan mengahbiskannya tanpa protes.
"Papa mau kamu gak usah terlalu hemat, beli aja apa yang kamu mau. Papa bakal kasih dan belikan."
"Pa, bukannya Ella gak mau makai uang yang Papa kasih. Cuma Ella ngerasa hidup yang Ella jalani sudah lebih dari cukup. Ella punya rumah yang nyaman dan hangat, setiap hari Ella makan dengan kenyang dan makanan yang masuk kedalam perut Ella bergizi dan sehat, Ella bisa sekolah di sekolah yang baik dan menikmati masa remaja Ella dengan bahagia." Menarik nafas panjang, "Sedangkan diluar sana masih banyak orang yang serba kekurangan, Ella gak mau hidup berfoya-foya karena Papa memiliki banyak uang."
Johan tak dapat menahan rasa harunya mendengar apa yang putrinya katakan, dia berdiri dan burlutut disampinya dan menggenggam tangan Ella. "Terimaksih sudah hadir dalam hidup papa dan jadi anak yang luar biasa. Mama pasti bangga punya anak sepertimu." Mencium tangan Ella dan pipinya bergantian.
__ADS_1
Ella memeluk Papanya dengan penuh kasih sayang, meski ia hanya tumbuh dan besar bersama Papa tanpa sosok mama ia tak pernah kekurangan kasih sayang dan kesepian.
"Papa akan mengabulkan apa pun yang kamu minta, apa pun itu." Katanya lagi dengan mata berkaca-kaca.