Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Jebakan Devi ( Part 1)


__ADS_3

Johan berusaha membuka mata yang rasanya tu berat banget buat melek, udah kayak di gelantungi sama beratus kilo besi di sana. Badannya juga rasa lemes banget hampir gak bertenaga. Sehabis pesta tadi malam, Johan lupa apa yang sebenarnya terjadi sampai ia sadar dan bangun di hotel dalam keadaan tanpa selehai kain di badannya. Bukan cuma itu yang bikin kaget sampek jantungan, di sebelahnya seorang wanita tidur dengan pulasnya dan mereka dalam keadaan yang sama-sama tanpa kostum di badannya sama sekali. Rasanya tu, kepalanya pusing banget kayak di pukul ribuan besi di sana. Gak ada satu ingatan pun yang muncul kenapa ia ada di tempat ini dan siapa wanita yang tidur di sampingnya tersebut.


Bukannya pura-pura amnesia buat ngilangin jejak kesalahannya, tapi bener-bener gak kenal sama sekali dan gak ada bayangan apa yang terjadi di antara mereka berdua. Seingatnya, ia hanya minum jus bukannya minum anggur atau minuman lainnya yang memabukkan tapi nyata nya rasanya kayak orang mabuk parah.


Devi menggeliat saat sinar matahari mulai mengenai Wajahnya, setelah pertarungan panas antar dua manusia dewasa tadi malam yang bikin capek luar dalam ia tertidur dengan pulasnya. Tersadar saat seseorang kini di sampingnya duduk melamun dengan pandangan mata kosong.


"Akh...!!! " Teriaknya sekuat tenaga melihat seorang laki-laki di sampingnya dengan badan polos hanya tertutupi selimut di bagian bawahnya.


Johan kaget bukan main mendengar teriakan seorang wanita, apa lagi nyawa nya belum kembali sepenuhnya.


"Kamu siapa?!" Mencoba menutupi badannya dengan selimut dan mundur hingga di ujung tempat tidur. "Apa yang terjadi?" Katanya frustasi dengan menjambak rambutnya sendiri.


Johan bingung dalam keadaan seperti ini, mau ngomong apa coba? Sama-sama gak tau apa yang sebenarnya terjadi tadi malam sampai ia tidur seranjang dengan seorang wanita yang gak ia kenal sama sekali.

__ADS_1


"Kenapa? Ada apa denganku?" Mulai sesenggukan dan menangis mendapati keadaannya saat ini.


"Maaf, tapi aku bingung kenapa kita sampai seperti ini?" Kata Johan akhirnya, gak tau mau ngomong apa lagi.


"Bingung?!" Tertawa dengan berlinang air mata. "Kamu tau, gimana perasaan ku hah?!"


Johan berusaha berpikir jernih dan mengingat apa yang sebenarnya terjadi.


Pakaiannya dan wanita itu berserakan di lantai, bahkan pakaian wanita itu sobek gak berbentuk lagi udah kayak kain lap.


"Maaf, aku benar-benar gak ingat apa yang kita lakukan tadi malam."


"Tuan, ingatanmu sangat buruk."

__ADS_1


Johan menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, kata-kata itu emang kayak sebuah alasan yang gak punya dasar.


"Kamu memperkosa ku dengan buas semalam." Kata Devi dengan menutupi wajahnya.


"Apa?!"


Johan syok mendengar apa yang baru aja wanita itu katakan, bagaimana mungkin ia bisa melakuakan hal bejat seperti itu yang selama ini tak pernah ia lakukan pada wanita mana pun selain istrinya sendiri.


"Aku benar-benar gak ingat." Katanya ragu, melihat keadaan kamar yang acak-acakan. Apa mungkin yang wanita itu katakan benar?


"Kamu pikir aku wanita murahan?" Katanya murka.


Johan memijit kepalanya yang gak sakit, kenapa bisa ia sampai lepas kontrol dan bikin masalah seperti ini. "Baik, aku akan bertanggung jawab setelah kita melakukan visum untuk membuktikan apa yang kau katakan itu benar atau sebuah kebohongan."

__ADS_1


"Kamu biadap, aku disini yang di rugikan! masih aja nuduh aku bohong?!"


Johan kali ini benar-benar pusing, masalah besar menganga lebar di depannya. Iya mengambil Hp nya dan menghubungi sekertarisnya. "Hubungi dokter Hendrik, aku ingin bicara dengannya segera." Memutuskan pembicaraan.


__ADS_2