Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Pembalasan


__ADS_3

Rega tersenyum penuh arti ke arah Cahaya, gadis yang punya keberanian besar patut di acungi jempol. Keberanian yang seharusnya ia tempatkan pada situasi dan kondisi yang tepat, bukan keberanian yang gak tau tempat kayak yang sekarang ia lakukan. Bukan cuma berani main tangan dan mulut ternyata malah berani ngelakuin negosiasi yang gak bermutu segala. Seklian aja kan drama yang lagi di mainkan di selesaikan dengan ending yang gak menyewakan. "Tapi nona, bukannya tidak adil tidak memberikan kesempatan kepada nona Ella untuk menjelaskan dan memberi kesempatan yang sama?" Rega berjalan ke arah Ella dengan senyum hangat yang hanya ia berikan kepada istrinya tersebut. "Katakan bukti apa yang kau punya Nona?" Mengedipkan sebelah matanya nakal, "Saya dengan senang hati akan membantunya."


Ella mendelik melihat sikap Rega yang udah mulai mesumnya, suaminya itu emang paling bisa kalo masalah ginian. "Abi mau ngapain?" Bisiknya melihat gelagat Rega yang Ella paham banget kemana akhir dari tatapan matanya tersebut. "Jangan macem-macem, entar aja di rumah."


"Jangan sungkan-sungkan Nona...," Tanpa meminta persetujuan dan mengabaikan perkataan Ella, Rega langsung menyambar bibir Ella dan melakukan ciuman panas dan memabukkan di depan semua orang seakan mereka berada di tempat yang gak berpenghuni. Rega baru melepaskannya saat Ella mulai kehabisan nafas dan mendorongnya untuk berhenti, bahkan juniornya udah mulai bangun dan terusik karenanya.


Cahaya yang hatinya udah berbunga-bunga itu yakin banget dan sangat yakin kalo syarat yang ia ajukan bakal mendapatkan respon yang baik, membayangkan aja udah bikin seneng. Dapat pacar dan suami ganteng, keren, berkharisma dan tajir pula. Gak bakalan nyesel ngelepasin Azhar buat ganti yang kayak gini. "A-apa ini maksudnya?" Tanya-nya gagap, melihat sendiri kejadian yang membuat wajahnya memerah karena malu, adegan romantis itu di lakukan secara terang-terangan dan cukup lama di hadapan semua orang. (Bulan Ramadhan ya say jadi kita sensor aja dulu adegan romantisnya demi kepentingan bersama 🤭).


Ella mengambil hp yang ada di atas meja dan memberikannya pada Cahaya yang bengong gak percaya itu, meletakkan di tangannya dengan tersenyum. "Lo mau buktikan? Sekarang gue kasih kesempatan buat lo sebanyak mungkin yang lo mau buat ngambil foto dan dengan senang hati bahkan gue berterimakasih banget kalo lo mau nyebarin ke publik yang kayak lo omongin." Katanya tersenyum puas dan penuh kemenangan. "Kalo kemarin lo ngambil secara diam-diam sampek gak keliatan mukanya, sekarang lo bisa ngelakuin dari segala sisi biar lebih jelas dan sejelas-jelasnya."


Cahaya membelalakkan matanya hingga matanya membulat dengan sempurna, "Lo cuma gertak gue kan?"


"Abi, apa Ella sekarang lagi main gertak-gertakan?" Katanya manis dengan melingkarkan tangannya di pinggang Rega dan di balas Rega dengan memberikan ciuman di pucuk kepalanya.


"Mungkin nona Cahaya merasa belum puas sayang liat kita cuma berciuman, kalau istri kecilku yang menggemaskan ini mengijinkan bagaimana kalau kits undang dia untuk melihat kita berc*nta." Bisik Rega sensual dengan menggigit telinga Ella dengan gigitan kecil menggemaskan, aslinya udah gak tahan buat nerkam istrinya yang menggemaskan walau dalam keadaan compang-camping yang langsung membuat wajahnya memerah.


Nah lo, bukan cuma Cahaya aja yang kaget sampek melongo. Tu bapak-bapak yang dari tadi cuma diem aja langsung klepek-klepek dengernya, secara selama ini gak ada pengumuman resmi atau semacamnya kalau pewaris MGC (Untung author gak bikin jadi MSG ya? 🤣) telah menikah. Bukan cuma pengumuman, rumor aja gak pernah terdengar. Ini kabar yang menggembirakan tapi sekaligus kabar duka, duka kalo ternyata yang anak-anak mereka bully adalah nyonya besar. Bukan perkara yang mudah untuk mereka lepas dari kesalahan ini.


"Tuan?" Kata Toto lemas dan kehabisan kata-kata, menatap putrinya itu sendu. Ia tak dapat menyalahkan apa yang akan ia dapatkan karena semua ini memang kesalahan putrinya yang sangat lancang.


"Tuan Toto, selama ini saya sangat berterimaksih karena anda orang yang sangat konsisten dalam bekerja. Selama kita bekerja sama saya tidak pernah mengalami kerugian bahkan yang saya dapatkan adalah keuntungan." Kata Rega tulus, ia tak ingin mencampur adukkan masalah pribadi dengan pekerjaan. Sebagai pimpinan dari perusahaan besar yang memiliki banyak karyawan di bawahnya, ia tak ingin menjadi seseorang yang berfikiran sempit karena suatu kejadian.


"Te-terimakasih."


"Saya sangat senang dengan kinerja anda, dan saya sangat menghargainya. Tapi seperti yang saya katakan, saya bukan siapa-siapa yang pantas menghukum putri anda yang telah berani memfitnah, bersikap tidak sopan dan sepantasnya serta berani bermain tangan terhadap istri saya." Katanya yang kayak udah membacakan kesalahan dari terdakwa di pengadilan. "Jadi, hukuman apa yang pantas dan setimpal yang harus anda berikan kepada nona Cahaya?" Menatap tajam Cahaya dengan aura yang mampu membuat siapa pun merinding.


Toto menatap putrinya itu dengan tatapan mata pasrah, tak ada yang dapat ia lakukan karena semua ini mutlak kesalahannya sendiri. Ia pun merasa telah gagal dalam membimbinga putrinya hingga tumbuh menjadi seperti ini. "Cahaya, ayah akan mengirimmu untuk sekolah biarawati dan menjadi soeorang suster." Katanya dengan yakin, dan yakin pula bahwa ia mengambil keputusan yang tepat untuk putrinya.

__ADS_1


"Ayah?" Cahaya memandang ayahnya dan berharap bahwa apa yang ia dengar tak akan ayahnya lakukan, meminta belas kasihan dengan tatapan memelas. "Jangan lakuin itu sama Aya...."


"Tuan, saya akan memasukkan anak saya ke sekolah biarawati untuk memperbaiki sikap sombongnya dan juga semua yang ada padanya. Saya harap itu akan menebus kesalahan yang telah saya lakukan karena lalai mendidiknya. Saya akan menerima konsekuensi dari tindakan putri saya, apa pun yang anda putuskan saya akan menerimanya." Katanya pasrah karena sadar tak akan bisa melawan.


"Untuk kalian berdua, karena kalian membantu nona Cahaya dalam memfitnah istri saya maka saya akan memberikan kalian kesempatan untuk memperbaikinya. Saya akan mengawasi segala gerak-gerik kalian, dan apa bila saya mendapati satu kesalahan saja maka saya tak akan segan membuat kalian keluar dari negara ini. Selama kalian dapat menjaga sikap kalian maka kalian akan aman." Kata Rega, karena ia hanya memberi pelajaran saja. "Saya tak akan mencampur adukkan urusan pribadi dengan urusan pekerjaan, saya tak akan membatalkan kerjasama tapi sebagai gantinya kalian akan bertanggung jawab atas semua tindakan yang akan anak kalian lakukan di masa datang."


Tak ada kata bantahan keluar dari orang-orang yang udah meriang tiada tara di depan Rega yang masing-masing pada was-was nunggu vonis buat mereka.


"Jangan sampai kalian menyebarkan bahwa kami sudah menikah, kalau sampai kalian mengatakannya saya tak akan segan-segan melakukan sesuatu. Bungkam mulut kalian," Katanya lagi bikin bulu kuduk merinding. Rega yang udah selesai dengan urusan memerankan drama atas permintaan istrinya itu menggandeng Ella untuk membawanya dari ruangan yang udah terkontaminasi sama polusi. Rega melihat bibir Ella yang berdarah dan pipinya yang merah juga bengkak, perasaan sakit menyelinap ke dalam dadanya karena tak dapat melindungi istrinya. Dengan lembut ia mengusap bekas darah yang telah mengiris.


"Ssshh..., Abi sakit." Katanya merintih menahan rasa sakit.


"Maaf sayang, gak bisa ngelindungi." Ujarnya menyesal.


"Abi gak usah ngomong kayak gitu, lagian kan bukan salah Abi juga Ella jadi kayak gini. Makasih ya Abi udah nahan emosi buat gak bikin perhitungan sama mereka." Ella tersenyum dan mencium kilat bibir Rega, ia tahu bahwa Rega berusaha keras untuk menahan emosinya. Terlihat dari urat yang terlihat di seluruh wajahnya. "Tapi Ella gak suka ada cewdk yang terang-terangan minta Abi buat jadi cowoknya."


Ella melotot melihatnya, "Kalo berani bakal Ella kebiri tu burung."


"Hahahaha..., Jangan dong sayang..., entar gak bisa lembur. Lagian Abi udah bernafsu sejak tadi, gemes banget liat istri Abi yang cantik ini." Rega mengacak rambut Ella sampek tu rambut udah kayak sarang burung.


"Ih Abi, kebiasaan deh...," Merapikan rambutnya, udah kayak Papa aja kebiasaan ngacak rambut kayak gini juga.


"Tapi, Abi masih berhutang penjelasan."


"Penjelasan Apa?" Tanya Ella bingung.


Rega menggenggam tangan Ella dan menatap matanya serius, "Lo cinta kan sama gue?"

__ADS_1


"Apaan sih? Ga usah lebay deh...,"


"Serius, bukan lebay. Jawab aja."


"Kalo gak cinta ngapain mau nikah sam cowok mesum dan nyebelin kayak Abi."


"Kan mesumnya sama istri sendiri, ni udah mulai ngerespon di bilang mesum." Katanya dengan tersenyum menggoda dan mengarahkan tangan Ella ke juniornya. "Pulang kita lembur ya sayang?"


"Abi!" Ella mendelik kesal dan menarik tangannya, emang susah ngomong sama aki-aki mesum.


"Lo berhutang penjelasan sama gue tentang dokter Azhar yang Cahaya maksud, gak mungkin kan dia ngelakuin hal semacam ini cuma karena cemburu gak beralasan?"


"Jadi Abi nuduh Ella nih?"


"Bukan nuduh sayang..., cuma nanya aja. Mending nanya dan denger dari mulut istri sendiri di bandingkan dari mulut orang lain. Abi cemburu kalo istri tersayang di dekati cowok lain, apa lagi Abi ngeliat kalo dia memperhatikan lo dengan pandangan yang bikin darah Abi mendidih. Pengen tu matanya Abi congkel biar gak liatin istri orang kayak gitu, pengen Abi hajar sampai babak belur biar tau kalo nih suaminya lagi marah dan cemburu, pengen Abi...,"


Ella menangkup wajah Rega dengan kedua tangannya dan mencium bibirnya biar gak ngomel-ngomel lagi, tersenyum senang saat melepaskannya. "Makasih, Abi udah sayang sama Ella. Walau sayangnya terdengar ngeri di telinga Ella, udah kayak algojo aja." Tertawa kecil melihat muka Rega yang bengong. "Gak usah mikir yang macem-macem, punya suami ganteng, keren, pinter, kaya, pengertian, penyayang dan lain-lain yang terserah lah Abi mau nambahin apa. Jadi mana mungkin Ella cari cowok lainnya, lagian cari yang kayak Abi sampek luar angkasa gak bakalan nemu."


Rega yang udah mau meledak seketika jadi adem pas dapat ciuman, apa lagi di tambah kata-kata mutiara yang bikin lubang hidungnya makin melebar. 🤣🤣🤣


******


Hi Reader sekalian...


Makasih buat kalian yang masih setia nunggu up dan masih setia baca novel yang author tulis ini, padahal udah 200 epsiode lebih lo author bikinnya...


Moga aja kalian gak bosen dan tetep setia.

__ADS_1


Jangan lupa buat ninggalin jejak berupa like dan Vote-nya biar author tambah semangat lagi dalam berkarya, dukungan dari kalian semua jadi semnagat dan motivasi buat author sendiri.


__ADS_2