
"Gimana perasaan lo?" Tanya Rega saat mereka sudah di dalam kamar dan hanya berdua, melihat gelagat Yun yang gak kayak biasanya jadi Rega sedikit yakin kalau ada sesuatu yang Yun rasakan saat ini. Mereka tumbuh bersama dan ikatan batin yang Rega rasakan sedikit lebih kuat di bandingkan dengan lainnya.
"Perasaan apa?"
"Udah lah, lo gak usah ngeles lagi gue juga tau kok." Kata Rega sambil rebahan di atas tempat tidur. "Mereka bagai pinang di belah dua, apa lo gak penasaran?" Tanya Rega yang melihat perubahan pada ekspresi wajah Yun saat menjadi sedih. "Udah saatnya lo lupain dia, kali aja emang Tuhan kasih kesempatan kedua buat lo memperbaiki keadaan."
Yun melemparkan pandangan matanya keluar jendela, langit mulai gelap dan hari ini langit lebih mendung di bandingkan kemarin. Apa yang Rega katakan itu sebenarnya udah mengusik Yun dari kemarin sejak pertama kali bertemu dan melihat wanita bernama Rania, benar yang di katakan kalau mereka seperti pinang di belah dua dan bahkan Yun sempat tersihir menganggap mereka adalah orang yang sama untuk sesaat.
"Yun, sampek kapan lo mau kayak gini? Lo gak kasian apa sama Ibu yang pengen banget liat lo bahagia, nemuin jodoh dan hidup berumah tangga. Ibu tu pengen punya cucu." Kata Rega membawa nama Ibu karena biasanya Yun bakalan luluh kalau Rega membawa nama Ibu dalam pembicaraan mereka.
"Ibu bakal punya cucu dari kalian berdua sebentar lagi."
"Beda, cucu dari gue sama lo itu beda." Tegas Rega.
"Emang di mana bedanya? Apa karena gue anak kandung Ibu dan lo anak asuh Ibu? Gitu juga kan sebaliknya dalam posisi gue yang hanya anak asuh Ayah."
"Lo ngomong apaan sih Yun?" Tanya Rega bingung, tadinya ngomong apa sekarang malah ngomong apaan. Jauh banget melencengnya dari omongan awal. "Sejak kapan gue mempermasalahkan anak asuh dan anak kandung? Sejak kapan Ayah membagi kasih sayangnya buat kita? Sejak kapan Ayah dan Ibu memperlakukan kita secara gak adil? Jawab gue?!" Kali ini Rega gak sabat lagi dan gak bisa nahan emosi, sejak awal Rega sama sekali gak pernah nganggap Yun orang lain. Ia menyayangi Yun tulua sebagai adiknya sendiri, memberikan perhatian dan semuanya bahkan Rega pun bersedia melakukan apa pun demi kebahagiaan Yun. Saat Yun mengatakan itu semua rasanya sakit bagi Rega, karena apa yang Yun katakan Rega yakin akan menyakiti perasaannya juga. Tak ada jawaban dari Yun membuat emosi Rega kembali bangkit, ia berdiri dan menghampiri Yun yang menatap langit malam dengan pandangan mata kosong tersebut. "Kenapa lo diam?!" Mencengkram tangan Yun kuat untuk menarik perhatian laki-laki yang telah tumbuh bersamanya tersebut.
"Karena gue gak tau harus ngomong apa."
"Tatap gue, liat gue?!" Rega menarik tangan Yun dan memaksa Yun melihat ke arahnya.
Yun menuruti apa yang Rega ingin, menghadapkan dirinya ke arah Rega yang berdiri tepat di depannya.
__ADS_1
"Kalau Lo gak bisa ngomong, gue yang akan ngomong dan lo harus dengerin sebagai adik yang patuh terhadap kakaknya." Rega menatap mata Yun lekat, ia akan mengatakan semuanya saat ini hingga tak ada lagi kata-kata saudara angkat atau pun anak asuh di antara mereka berdua. "Gue tau kalau di luar sana banyak orang yang gak suka sama lo, mereka iri dengan keadaan lo saat ini." Rega melembutkan tatapan matanya dan melonggarkan cengkraman tangannya, "Lo tau apa alasan Ayah bawa lo pulang?"
"Karena Ayah kasian dan ingin gue jadi bayangan lo selamanya."
Kesal banget Rega denger jawaban bo*oh yang Yun katakan dan rasanya pengen menyumpal mulutnya pakek buah apel yang ada dalam kulkas. "B*go lo itu masih aja di pelihara." Katanya kesal.
"Emang apa lagi yang Ayah harap hah? Gue cuma anak yatim miskin yang hidup di pinggiran kota."
Benar-benar bikin emosi sampek Rega nginjek kaki Yun untung aja gak di kasih bogem mentah saking kesalnya.
Refleks Yun menarik kakinya dan sedikit menjauh dari Rega, keliatan banget kalo Rega kesal.
"Otak lo itu geser kemana sih, buang kata-kata anak asuh atau apalah yang bikin telinga gue gatel."
"Ga..., selamanya gue gak bakal ngelupain dari mana gue berasal." Jawabnya sedikit bergetar, bukannya Yun gak pernah tau omongan orang di luar sana yang mengtakan bahwa ia hanya anak pungut yang merangkak dan memanjat sosial dengan ada di rumah Mahendra. Bukan hanya omongan tersebut yang ia dengar namun ajakan-ajakan yang membuat Yun merasa geram dan gerah untuk melakulan kecurangan dengan cara menghianati Ayah angkatnya tersebut dengan tindakan yang dapat merugikan perusahaan dengan menguasai saham dan aset Ayahnya dengan bantuan para penghianat-penghianat yang mengenakan topeng malaikat bersikap layaknya seorang penjilat yang menjijikkan, mereka menawarkan bantuan agar Yun mendapatkan semuanya dan tentu saja mereka menginginkan timbal balik atas apa yang mereka lakukan demi keuntungan dan gendutnya perut-perut serakah mereka. Menggeser posisi Rega sebagai pewaris sah dan menggantikan dengan Yun, bukannya Yun tidak tau akal busuk yang mereka sembunyikan namun Yun bersikap santai menghadapinya. Berusaha menjadi kawan dan menyusun rencana untuk menjatuhkan dan menyingkirkan mereka yang Yun rasa tak pantas dan menjadi penghianat tersebut secara perlahan tapi pasti.
"Ga, gue udah janji sama Ayah bakal jaga lo dan selalu ada di belakang lo apa pun yang terjadi."
"Gak, gue gak setuju. Gue gak ngijinin lo lakuin hal tersebut, gue gak mau lo jaga gue seumur hidup lo."
"Itu janji gue sama Ayah,"
"Gue gak mau, sekarang lupain semua yang terjadi. Gue bahagia, gue udah nemuin cinta dan wanita yang akan menjadi bayangan gue buat gantiin lo, gue juga bakal punya anak-anak yang akan selalu ada bareng gue sampai tua. Tugas lo udah berakhir, gue pecat lo sebagai bayangan gue dan gue harap lo kejar kebahagiaan lo sendiri. Tuhan udah ngasih kesempatan kedua buat lo, kejar Rania Yun. Bawa pulag sebagai menantu Ibu dan adik ipar Gue, bawa pulang sebagai menantu Ayah dan gue mohon... Gue mohon Yun, kejar kebahagiaan lo karena gue tau hati dan perasaan lo masih sama persis seperti dulu."
__ADS_1
Yun menatap ragu ke arah Rega, "Gak segampang itu Ga buat membalikkan keadaan." Katanya lirih mengingat apa yang ia alami hingga berakhir tragis, bahkan Yun menggunakan jasa psikiater untuk membalikkan keadaannya seperti semula untuk membuatnya tetap waras dan menjalani hidup normal seperti biasanya. Luka yang Yun alami menyisakan trauma luar biasa, membuatnya terpuruk dan hidup dalam penyesalan yang tak sanggup ia hadapi.
"Gue akan tetap di samping lo, lo gak sendiri Yun. Masih ada gue yang akan ada bersama lo, gue akan tetap di samping lo. Gue janji." Kata Rega yakin untuk meyakinkan Yun bahwa ia tak sendiri.
"Makasih Ga, lo emang saudara gue yang luar biasa. Semoga gue bisa, tapi gue gak janji bakal pulang bawa adik ipar buat lo."
"Bro, lo mau gue ubanan baru punya keponakan hah?!"
"Iya..., kasih gue waktu buat semua ini."
******
Hi Readers yang budiman....
Gimana nih kabarnya semua?
Yang penasaran sama sosok Rania?
Tu muncul di Labirin Cinta buat lebih detailnya entar ya...
Makanya kalo gak mau penasaran tambahin aja favorit kalian Labirin Cinta dalam rak buku kalian yach....
Oh ya, makasih buat kalian semua yang setia buat nunggu Up dan baca novel yang author tulis ini, episodenya itu udah puanjang dan banyak banget. Semoga aja kalian gak bosen di buatnya karena kepanjangan gak kelar-kelar 😆😆😆
__ADS_1
Jangan lupa buat tinggalin jejak kalian lewat like, vote plus komentarnya ya di sini kalau kalian suka.
Yang masih penasaran dengan Yun tetap setia dan lanjutin nunggu kelanjutan episodenya.