Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Mika Miki


__ADS_3

Pertemuan keluarga besar yang seharusnya menyambut kedatangan dua putri Ella dan Rega yang jadi anggota baru dalam keluarga besar mereka itu kini berubah menjadi pertemuan keluarga besar yang membahas tentang siapa dan bagaimana istri seorang Yun yang di lihat dan di nilai udah cukup umur melepaskan masa jomblo abadinya dan masa lajangnya tersebut (Kasian banget pakek acara jomblo abadi segala buat Yun, untung aja gak jomblo ngenes 🤣). Jauh banget dari skenario awal yang langsung bertolak belakang sama keadaan semula, Yun dengan sukses merebut tokoh utama hari ini dari si kembar yang malah jadi pemeran figuran. Aslinya gak ikhlas juga sih jadi pemeran utama yang malah semua mata dan kata-kata tertuju padanya, jadi beban tersendiri buat Yun yang di sidang dadakan kek gini. Mana yang nyidang para ketua adat yang gak bakal bisa di bantah atau di sela pas ngomong, urusannya bakal kualat kalo mereka Sampek marah dan itu bakal mengerikan kalo berkahir kayak Malin Kundang yang di kutuk jadi batu apa lagi kalo ngutuknya rame-rame bakal lebih permanen kan tuh kutukan? Lebih menegangkan di bandingkan meeting pemegang saham utama atau mau menangin proyek bernilai fantastis, lebih horor juga di bandingin harus tidur satu kamar sama Singa atau macan, buaya, ceetah, tomcat atau hewan buas lainnya dan ungkapan-ungkapan lainnya yang menyurutkan nyali. Ini uji nyali sesungguhnya di mana kata hati dan keadaan gak berjalan beriringan dan gak ada kesempatan untuk melakukan pembelaan walau jiwa raga telah teraniaya dengan sempurna tanpa ada celah yang bisa di lewati untuk melarikan diri dari keadaan yang membuat seluruh urat syaraf berperang melawan hati yang tidak ingin berdamai dengan keadaan yang terus terdesak. (Nulis apaan coba Authornya malah ngalor-ngidul kayak bikin puisi patah hati yang gak jelas sama sekali🤔🤣).


Nenek dengan kekuatan super tak terbantahkan mengeluarkan kata-kata indah dengan kebenaran mutlak yang tak terbantahkan oleh siapa pun, pokoknya apa pun yang keluar dari mulut Nenek itu udah yang paling bener dan yang lainnya walau ngomong Sampek berbusa tu mulut buat ngebantah atau mematahkan dan memberikan sanggahan bakalan salah kalo berurusan sama Nenek. Kekuatan Nenek emang sangat luar biasa dalam hal berkata-kata dengan benar, untung aja Nenek gak rese dan pengen meneng sendiri kalo gak bakalan gak ada yang bisa selamat di rumah ini. The Power of Nenek


Lain lagi Cerita tentang Ayah yang dengan bijaksana memberikan petuah-petuah kehidupan yang mengajarkan kepada putranya tentang bagaimana cara yang baik dan benar memilih seorang wanita yang akan di jadikan teman hidup dalam suka dan duka, menjadi satu-satunya wania dalam menjalani kehidupan tanpa tergantikan walau pun maut memisahkan. Udah kayak dengerin drama Korea yang menampilkan cinta sejati atau true love dengan pemeran utama tokoh pria yang sangat mencintai dan baik hati buat sang istri yang menguras air mata dan ngabisin tissue pakek banget, untung aja ayah orang yang bijaksana kan dalam hal kayak gini.


Seorang Ibu dengan kelembutan dan penuh kasih sayang meminta sebuah permintaan yang menyayat hati kepada putranya sebagai permintaan terkahir sebelum menua dan menjadi kebahagiaan terbesar seandainya sang putra dapat mengabulkan keinginannya dengan tatapan mata lembut dan penuh harap yang gak bakalan bisa di bantah buat gak di kabulin.


Gabungan kekuatan mereka itu sangat luar biasa dahsyat, ngalahin gabungan kekuatan super Hero Marvel yang melawan kejahatan di muka bumi dari makhluk luar angkasa yang pengen merebut dan menghancurkan bumi.


Yun???


Bayangin aja sendiri kalian kayak gimana keadaan Yun saat ini yang di keroyok tanpa bisa memberikan perlawanan itu alias cuma sendiri gak ada yang berpihak sama dirinya.


Tapi walau gimana pun keadaanya yang namanya orang ganteng mah tetep ganteng ya say, ganteng dari lahir itu udah takdir dan gak bisa di ganggu gugat.


Ella yang sambil nidurin anaknya cuma bisa senyum-senyum geli denger semua orang pada mojokin Yun gara-gara belum laku di umurnya yang mereka pikir udah saatnya punya gandengan, itu aja sih masalah utamanya disini tapi semua pada kompakan buat ngebully tanpa ampun yang gak ada celah buat Yun lari. Kayak aji mumpung gitu, mumpung ngumpul dan mumpung ada kesempatan dengan satu misi dan visi hari ini yang bikin Yun gak bakalan berkutik karena-nya. Gak bakalan lah bisa berkutik orang kekuatan tiga orang yang ada di depannya bukan kekuatan biasa yang bisa di lawan dengan mudah, bahkan kalo Yun nambahin Rega masuk dalam kubunya gak bakalan bisa meneng juga dan yang ada malah mereka berdua di Gilas tanpa ampun karena sikap konyol orang tua yang malah lebih parah di bandingin sikap anak kecil.


Padahal Ella udah nyiapin rencana buat nyomblangin Yun sama Rania, untuk itu lah ia minta sama sang suami yang tak lain dan tak bukan adalah Rega buat ngadopsi dan bawa pulang Rania. Alasan yang lumayan kuat buat bikin Rega gak bisa nolak permintaan dengan alasan bantuin jaga baby twin nya di rumah, lagian kalo gak di setujui Ella bakal ngelakuin hal itu juga sih tanpa atau dengan persetujuan Rega. Basa-basi doang minta persetujan Rega kemaren itu karena apa pun keputusan Rega bakalan bawa pulang Rania sama dia tapi untungnya Rega setuju-setuju aja yang menghemat waktu dan emosi karena gak perlu adu argumen.


Lagian kalo di liat dari berbagai macam sudut kayaknya Rania juga ada hati sama Yun dan sebaliknya Yun juga ada hati sama Rania. Walau gak nampak banget Yun memperlihatkan ketertarikannya sama Rania tapi Ella berapa kali nangkap basah Yun yang sesekali curi-curi pandang sama tu anak, curi-curi pandang aja sih bisanya tapi gak berani buat Mandang langsung dan itu yang bikin Ella greget banget sama mereka berdua yang sama-sama cinta tapi sok jual mehong gak beralasan. Pantes aja kan Yun tu gak pernah punya pacar kalo kayak gini caranya, yang suka sama cewek aja gak berani maju apa lagi kalo di kejar cewek sumpah lah malah lari tunggang langgang tu cowok kayak di kejar anjing. Ini lah cara Ella membantu Yun keluar dari kesulitan yang tengah ia hadapi, kesulitan buat cari pacar dan calon istri di tengah banyaknya cewek cantik yang berusaha mendekati dan merebut perhatian sang sekertaris yang terkenal dingin dan berkharisma.

__ADS_1


Entah udah berapa menit, atau puluhan menit dan bahkan udah berapa jam Yun di beri serangan tanpa jeda dari para tetua adat yang gak ada habis-habisnya bacain sederetan untaian kata yang menjadi perwakilan isi hati mereka selama ini buat Yun. Masing-masing ngeluarin pendapat dan uneg-uneg mereka tanpa ampun dan tanpa memberikan kesempatan buat ngadain perlawanan dengan alasan-alasan yang sebenarnya udah menumpuk di kepala Yun.


Ekspresi Yun dari tadi cuma diam sambil liatin lantai sama ujung sandal rumahnya yang entah kenapa hari ini terlihat lebih istimewa di bandingkan biasanya. apa karena Yun gak bisa liat ke arah lain selain ke sana yang bikin tu ujung sandal sangat menawan pada pandangan pertama dan memberikan kekuatan serta sugesti tersendiri buat Yun saat ini 🤣🤣🤣, lah emang mau ngapain lagi coba kalo udah main keroyok kayak gini gak bakalan bisa menang walau ngomong ini dan itu jadi lebih baik diam kan di bandingkan tambah lama durasinya yang gak kelar-kelar malah bikin otak berasap dengan kata lain "Diam adalah emas"


Ibu Azhari mendekati Ella yang telaten menidurkan kedua anaknya di tengah suara yang berisik banget di dalam ruangan ini. "Udah tidur sayang?" Sambil duduk di pinggir tempat tidur big size tersebut dan mengelus lembut rambut menantu cantiknya itu dengan kelembutan kasih sayang. Azhari sangat menyayangi Ella, kasih sayangnya sama dengan yang ia berikan kepada dua putranya tanpa memihak bahwa dia adalah hanya anak menantu.


"Iya Bu, mereka kayaknya kecapek-an habis perjalanan jauh. Ini langsung tidur pas perut mereka udah di isi full." Menarik selimut ke arah kedua putrinya yang sengaja di tidurin bersebelahan biar enak jagainnya. Ella melirik ke arah Yun yang masih diam seribu bahasa dan tanpa ekspresi sambil menahan senyum, baru kali ini liat muka ngenes nya Yun yang sumpah berasa kasihan dan pengen ketawa secara bersamaan.


Seolah tau apa yang Ella pikirkan, Azhari tersenyum kecil menanggapinya. Wajar aja kalo Ella memperlihatkan ekspresi seperti itu karena keadaan Yun saat ini yang terlihat pasrah. "Sebenarnya Ibu tau kalau saat ini Yun belum ada minat dan niat buat berumah tangga, tapi kalo gak gini mau sampai kapan dia melajang?" Kata Azhari memulai percakapannya.


"Kasian Bu kalo di paksa," Kata Ella sok ngebelain, tapi aslinya menikmati juga kok. Ada kesempatan buat maju dan jalanin rencananya, kalo gini keadaannya kan lebih mudah buat Ella nyuruh Rania maju buat deketin Yun. Secara udah dapat lampu hijau dari seluruh keluarga dan bahkan mereka ngasih tenggang waktu buat Yun cari wanita buat di bawa pulang sebagai calon istri. Ella yakin kalo sekelas Yun gak bakalan bisa dapat cewek dengan mudah di luar sana buat di bawa pulang dan itu adalah kesempatan emas yang gak bakal di lewatin gitu aja, emang sih ada kandidat lain di luar sana yang sama kuat dan baiknya sama Rania.


"Ibu bukan maksa, cuma ngasih pelajaran buat anak bandel itu. Ibu gak mau Yun masih mengingat gadis itu, Ibu gak mau anak Ibu selamanya terkurung dalam masa lalu yang gak bisa di tinggalin." Ujarnya dengan ekspresi sedih mengingat apa yang telah terjadi pada Yun di masa lalu yang menyebabkan Yun menutup hatinya untuk wanita mana pun. Sebenarnya Azhari tau apa yang sebenarnya terjadi tapi ia memilih untuk diam karena Yun tidak menceritakan apa pun kepadanya dan memilih untuk menyimpan dan memendam semua itu dengan senyum bahagia yang selalu ia tunjukkan setiap kali mereka bertemu. Rega memberitahukan saat Yun terpuruk dan meminta Azhari menghibur dan memberikan perhatian lebih di bandingkan biasanya kepada Yun, persaudaraan Rega dan Yun memang sangat mengharukan. Mereka saling mengasihi dan menyayangi satu dengan lainnya walau pun mereka tidak memiliki ikatan darah sekali pun.


"Masa lalu?" Ella seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga di sini, informasi yang tidak ia ketahui sebelumnya tentang masa lalu Yun yang membekas hingga saat ini. Masa lalu apa yang Ibu maksud hingga membuat Yun menjadi orang yang dingin terhadap lawan jenis?


Pasti sesuatu yang sangat menyakitkan atau pengalaman buruk yang membekas hingga menimbulkan trauma seperti ini.


"Nanti bakal Ibu cerita kalo suasanya sudah lebih baik." Katanya mengingat kalo situasi dan kondisinya gak memungkinkan buat ceritain apa yang terjadi, di lihat dari ekspresi Ella yang kaget itu Azhari yakin kalau menantunya itu sama sekali gak tau apa yang terjadi di masa lalu dengan Yun. Mungkin aja dengan menceritakan hal tersebut mampu membuat Ella membantu untuk mengeluarkan Yun dari lingkaran masa lalu yang kelam tersebut dan membuka hati nya kembali.


Ella menganggukkan kepalanya pelan, mengiyakan walau sebenarnya rasa penasaran Ella itu lebih besar di bandingkan gunung jaya Wijaya dan yakin kalo malam ini gak bakalan bisa tidur sebelum mengorek informasi dari Rega yang Ella yakini seribu persen kalo tau apa yang terjadi sebenarnya tentang masa lalu yang Ibu maksudkan barusan. Gak mungkin lah suaminya itu gak tau kalau selama ini mereka tumbuh bersama dalam suka dan duka sepanjang hayat. Pokoknya Ella harus tau semua itu sebelum pagi dan sebelum rasa penasaran itu berubah menjadi obsesi yang gak terbantahkan.

__ADS_1


"Kalian sudah cari nama buat dua cucu Nenek yang cantik ini?" Rasanya gemas banget liat dua bayi mungil yang lagi tidur itu, siapa pun bakal setuju kalau mengatakan dua bayi kembar hasil silang antara Rega dan Ella itu adalah bayi perempuan dengan kecantikan yang sangat sempurna di sana-sini tanpa cela. Kecilnya aja udah kayak gini, apa lagi kalo entar mereka udah dewasa bakalan ngalahin matahari sinar mereka dan itu yang membuat Azhari sedikit takut. Takut dengan dunia luar yang kejam dan menyakiti cucu-cucunya tersebut, mengingat mereka memiliki ayah seperti Rega sedikit membuat Azhari lega. Ia tau bagaimana putranya yang akan melakukan segalanya demi melindungi orang-orang yang ia sayangi, di tambah dengan Yun yang ia juga yakin akan melakukan hal yang sama melihat bahwa setiap kali melihat keponakan mungilnya memancarkan kasih sayang yang begitu tulus Dua orang lelaki itu akan cukup menjaga mereka untuk tumbuh dengan rasa aman dan nyaman.


"Sebenarnya Ella udah punya nama sih Bu buat mereka, cuma Rega aja kebanyakan pilihan yang bikin pusing karena gak bisa nentuin nama mana yang bakal di pakek."


Beberapa hari lalu mereka sempat berdebat tentang nama yang bakal mereka kasih buat baby twin mereka, perdebatan yang gak menghasilkan kesepakatan apa pun yang akhirnya malah jadi ribut. Rega dengan kolotnya yang gak bisa di belokin itu ngotot kalo nama anak mereka dia yang ngasih dengan alasan kalo dia adalah Ayah sah dari mereka, gak bakalan ada yang protes atau mengganggu gugat kalo dia ayahnya yang sah. Yang jadi masalah ini ngotot ngasih nama tapi Sampek detik ini tuh gak bisa mutusin nama mana yang bakal di pakek saking banyaknya nama yang udah kayak daftar belanja bulanan. Kalo inget itu bikin Ella ngerasa pusing dan ribet banget hidupnya bareng orang yang terlalu banyak pilihan tapi gak bisa nentuin pilihan sendiri tapi masih aja ngotot kalo dia yang bakal milih dan ngasih nama sama kedua putri kembarnya.


"Kalo Rega gak bisa milih nama yang cocok buat anak kalian kamu aja yang milih, Ibu yakin kalo Rega gak bakal keberatan kok kamu ngasih nama." Apa pun yang Ella lakukan Azhari yakin gak bakal Rega keberatan, mengingat betapa Rega mencintai wanita yang kini telah memberikan dua orang putri yang sangat cantik dan tentu saja semua orang tau kalau Ella adalah satu-satunya wanita yang Rega cintai di dunia ini sebagi seorang wanita dan Azhari sangat bersyukur wanita itu adalah Ella dan bukan wanita lainnya.


"Ella sih maunya ngasih nama Mika buat anak tertua dan Miki buat anak bungsu Ella." Jawabnya setelah mempertimbangkan betapa manis nama yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat dan membaca nama tersebut dari salah satu artikel yang gak sengaja ia baca di internet.


Gak tau kenapa ada dorongan buat browsing dan ngutak-ngatik nama-nama buat anak dia di internet dan alhasil Nemu lah nama tersebut yang langsung klik saat pertama kali liatnya.


Mika yang memiliki arti sangat banyak dalam berbagai negara itu mampu membuat Ella jatuh cinta pada pandangan pertama saat membacanya, Mika yang berarti harum, wangi, bulan yang baru (Jepang). Rukun dan cerdik (Indian) dan berbagai arti lainnya yang sangat bagus dengan harapan yang namanya Mika adalah orang yang berani, cerdas, dan pekerja keras, menjadi seorang teman yang setia, memberikan banyak nasehat yang baik dan menjadi pasangan yang sangat dapat diandalkan.


Sedangkan Miki memiliki arti tangkai bunga (dalam bahasa Jepang), dan banyak arti lainnya yang tak kalah dengan nama Mika yang ia pilih dengan harapan bahwa putrinya kelak akan menjadi orang yang berani, cerdas, dan pekerja keras, juga seorang teman yang setia, memberikan banyak nasehat yang baik dan menjadi pasangan yang sangat dapat diandalkan pula. Karena nama adalah doa yang di sematkan dan di harapkan kelak saat mereka menjalani hidup.


"Ibu akan mendukung karena apa pun yang telah kamu putuskan adalah sesuatu yang telah kamu pertimbangkan dengan matang sebelum mengambil keputusan." Kata Azhari menyetujui.


Andai aja tu Rega punya sifat kayak Ibu yang bijaksana gak bakalan serumit ini masalahnya, susah ngomong dan minta pendapat sama orang plin-plan macam Rega yang hari ini ngomong apa esoknya ngomong apaan. Kadang bukan cuma plin-plan tapi udah amnesia dadakan gitu kalo kumat, di tambah sama egonya yang maju duluan dan itu menjadi perpaduan sempurna yang sangat menjengkelkan lahir batin. Dan akhirnya Ella memutuskan bahwa akan memberi nama kepada kedua putri kembarnya adalah Mika Aleizha dan Miki Aleizha tanpa embel-embel nama keluarga mereka di belakang nama kedua nya karena itu bakal jadi perdebatan lagi. Gimana gak berdebat kalo entar pakek nama keluarga Rega bakalan protes lah Papa yang gak terima dan pengen namanya di selipin juga, itu artinya bakal kayak gerbong kereta api lah nama anaknya yang penggabungan antar dua nama keluarga yang di jadikan satu dan atas pertimbangan hal tersebut Ella memilih buat gak ngasih nama keluarga dia atau pun Rega untuk nama anak-anaknya.


"Iya Bu, Ella udah punya nama yang cocok buat mereka berdua." Katanya dengan tersenyum ke arah dua bayi yang tertidur dengan sangat nyenyak di tengah perang dunia antar orang dewasa yang gak tau kapan bakalan kelar.

__ADS_1


__ADS_2