Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Ujian bertahan hidup


__ADS_3

Tidurnya yang nyenyak ke ganggu pas indera penciumannya di suguhkan dengan aroma menggoda yang bikin cacing dalam perutnya pada protes minta jatah. Rega yang sebenernya males banget buat melek itu kalah sama insting bertahan hidupnya, kebutuhan alami buat makan mengalahkan segalanya. Apa lagi karena Yun ijin sakit bikin tu cowok buat lembur siang malam dan melupakan makan karena sibuk banget.


Ella yang hilir mudik menyiapkan makanan di atas meja dengan celemek yang belum di lepas bikin Rega merasa nyaman. Pengen banget cepet-cepet halalin tu cewek biar tiap hari bisa bareng kayak gini, tapi Ellanya nolak terus karena alasan yang sama. Bukan salah Ella juga nolak soalnya tu cewek umurnya yang masih muda, salahnya ada pada Rega yang jatuhin pilihan sama cewek yang umur mereka berdua bedanya lumayan jauh itu.


Walau Ella masih muda gak mengurangi pola pikirnya yang menurut Rega udah melangkaui batasan umurnya saat ini. Jauh di luar sana mereka yang memiliki umur lebih dewasa di bandingkan Ella tapi pola pikir mereka yang gak sesuai.


Ella yang sibuk dari tadi di dapur memasak berbagai macam menu itu sesekali melihat ke arah Rega yang masih merem. Keliatan banget kalo tu cowok capek, di sembarang tempat aja udah pules banget tidurnya. Bahkan suara berisik Ella masak gak mengganggu sama sekali.


Ella membereskan kekacauan yang ia lakukan di dapur, mencuci peralatan yang kotor dan meletakkannya kembali. Sejak Ella jadi tukang masak disini semua peralatan lengkap kayak di rumahnya. Jadi Ella leluasa buat masak apa pun karena peralatan yang mendukung. Emang jempol sekertaris Rega itu, bisa tau dan ngerti apa aja bahkan di luar kerjaan kantor.


Cewek mungil itu tersenyum puas, semua udah beres dan bersih di tempat mereka masing-masing. Sisa sampah udah di masukin ke dalam kantong sampah, cucian baju kotor Rega udah di masukin ke dalam kantong Loundry dan yang terakhir makanan udah tersusun rapi di atas meja siap santap.


Ella menatap jam yamg ada di atas kulkas, gak kerasa udah hampir tengah hari, tapi Rega masih tetep aja belum bangun.


Ella yang ngerasa badannya gerah plus keringatan itu memilih nyegerin badannya dulu. Gak tau kenapa tadi sebelum berangkat ia udah nyiapin baju ganti lengkap, padahal gak ada rencana kalo bakal kesini. Kan enak tuh habis mandi langsung makan....


Ella mengisi 3/4 bathup dengan air hangat, gak lupa masukin aromatheraphy esessential oil yang ada dalam rak beserta sabun cair lumayan banyak biar busanya melimpah ruah.

__ADS_1


Ternyata Rega punya banyak di dalam lemari sabunnya yang bikin Ella harus satu persatu cium baunya sampai mendapatkan yang cocok sama seleranya. Rendaman air hangat di bathup sambil dengerin musik mellow ditambah aromatheraphy essential oil yang bikin Ella gak kuat nahan rasa kantuknya, asli enak banget makanya tu mata langsung mendayu-dayu minta jatah buat istirahat.


Rega yang entah berapa lama ketiduran itu bangun karena rasa lapar yang gak bisa di tahan lagi. Yang pertama kali di lihat adalah berbagai macam menu makanan yang udah tersusun rapi si meja makan tapi Ella gak keliatan di mana-mana walau Rega ngedarin pandangan matanya ke seluruh ruangan.


Walau masih ngantuk Rega menyeret kakinya buat liat ke dapur, kali aja tu anak masih disana. Tapi pas diliat, dapur kosong melompong. Semua ruangan hanya tersekat oleg kaca tembus pandang itu tak memperlihatkan adanya kehidupan makhluk lain selain Rega. Tas sama sepatu Ella masih ada di tempatnya semula, itu artinya Ella gak keluar rumah. Rega melihat pintu kamarnya yang terbuka sedikit dan menyimpulkan kemungkinan besar Ella ada di dalam sana. Tanpa pikir dua kali Rega memasuki, sepi gak ada suara apa pun dan gak ada siapa pun,c cuma ada tumpukan baju di atas tempat tidurnya.


Rega mengalihkan pandangan matanya ke arah kamar mandi yang bersekat kaca buram, cuma tempat itu yang belum di liat dari keseluruhan apartemennnya.


"Ella? "


Gak ada jawaban dari dalam sana, Rega membuka pintu geser yang terbuat dari kaca itu dan mendapati Ella yang tertidur sambil rendaman di bathup. Rega yang udah panas dingin itu galau antara mau deketin atau biarin.


Bermodalkan nekad akhirnya Rega milih buat deketin sambil berdoa semoga di tebalkan imannya sampai ujian ini berakhir tanpa ada korban.


Rega berjongkok, memperhatikan wajah Ella yang begitu tenang dengan nafas beraturan. Rambutnya yang di ikat asal-asalan itu bikin jantung Rega udah mau pecah saking groginya, sebagian wajah dan rambut Ella basah bikin tu cewek terlihat seksi di mata Rega.


"La, bangun..." Mengusap wajah Ella pelan yang hanya membuatnya menggeliat pelan. Gemes banget Rega liatnya, untung aja cuma dia yang liat dalam keadaan kayak gini coba kalo cowok lain?

__ADS_1


Bayangin aja bikin Rega geram apa.


Mau gimana lagi nahannya akhirnya gak kuat juga, kali ini khilaf yang kesekian kalinya.


Rega mencium bibir Ella yang ranum. Menghisapnya dengan lembut secara bergantian dari atas hingga bawah yang bikin candu tersendiri buat Rega, gak mau lepasin gitu aja dan menuntut untuk lebih lama menikmatinya. Logikanya yang melayang entah kemana itu menuntutnya untuk melakukannya lebih dalam lagi, Rega menggigit pelan dan menyesapnya lebih dalam.


Ella yang merasa nafasnya sesak itu mau tak mau membuka mata secara paksa, matanya langsung melihat wajah Rega yang sangat dekat dengannya dengan memejamkan matanya dan bibir mereka saling menempel satu sama lain dengan Rega yang memandunya.


Rega yang merasakan gerakan tiba-tiba itu menghentikan aksinya, membuka kelopak matanya dan melihat Ella yang kini terbangun dengan wajah merah nan seksi. Hidungnya yang mancung bersentuhan dengan hidung Rega, cowok yang menahan mati-matian n*fsunya itu tersenyum lembut saat mata mereka beradu. Menggoda cewek di depannya itu dengan menggesekkan hidung mereka.


"Ternyata cara gue ampuh banget buat bangunin lo," Bisik Rega dengan nafas terputus-putus, kepalanya udah mau pecah buat mengubur sedalam mungkin keinginan lelakinya.


"O-om ngapain?" Masih belum sadar sepenuhnya, bahkan gak nyadar apa yang Rega lakukan.


"Lo mau tau gue ngapain?"


Tanpa menunggu jawaban dari Ella, Rega meraih tengkuk Ella dan melakukannya lagi dengan keadaan pasangannya sadar se sadar-sadarnya yang bikin Rega lupa daratan. Ciuman panas dan lama itu ia lakukan masih dalam mode ngerem tanpa menyakiti dan memberikan kenyamanan buat pasangannya, sebisa mungkin buat gak ngelakuin yang lebih dari ini demi kelangsungan hidupnya sendiri.

__ADS_1


Kasian ya Om Rega...


Ujian buat bertahan hidupnya itu lo yang bikin ngenes. Salah-salah tu burung bisa berakhir di penggorengan.


__ADS_2