Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Identitas Willy


__ADS_3

Sebelum sampai ke rumah, Johan menerima telpon dari sekertarisnya bahwa ada urusan bisnis yang sangat mendesak untuk di selesaikam saat itu juga. Laki-laki berwibawa itu mengurungkan niatnya untuk pulang melihat putri semata wayangnya yang udah lama gak ketemu, rasa kangen orang tua yang terpisah dari buah hatinya gak bisa di ungkapkan lagi dan Johan memilih menahannya sebentar lagi setelah semuaya beres.


Di tengah perjalanan Johan berpindah mobil dan membiarkan Devi pulang seorang diri. Apa pun yang terjadi di rumah Johan selalu tau, setiap saat iya memantau dengan CCTV yang ia pasang di beberapa sudut rumah untuk mengetahui apa saja yang putrinya lakukan. Yang ia lakukan bukan tanpa alasan, karena Ella tinggal seorang diri di rumah tersebut membuatnya memutuskan memantaunya secara langsung dimana pun ia berada melalui Hp nya yang terhubung langsung. Salah satu cara Johan menjaga Ella, walau ia telah menempatkan beberapa pengawal pribadi tanpa sepengetahuan putrinya tersebut.


*************


Ella menghempaskan tubuhnya di atas kasur yang sangat empuk milik Willy sambil guling-guling manja gak karuan. Masih marah sih sama kejadian tadi tapi itu bukan yang perlu ia besar-besarkan. Willy telah mengatur rencana yang bakalan bikin drama seru buat mereka berdua. Tentu aja atas persetujuan Sonia, bagaimana pun mereka membutuhkan bantuan Sonia dalam hal ini.


"Mandi sana, bentar lagi kita pergi." Berdiri di depan pintu kamar. Willy tertawa kecil melihat tingkah laku Ella yang kayak kecil.


"Emang mau kemana Kak?" Menoleh ke arah Willy dan menghentikan aksinya yang bikin seprai langsung berantakan bak di terpa tsunami.


"Belanja, bukannya kamu gak bawa baju sama sekali tadi?" Mengingatkan gak ada selembar pun pakaian ia bawa masuk ke apartemen ini.


"Mau pakai baju Kakak?"


"Iya, Ella lupa." Tertawa kecil menyadari keluar rumah cuma bawa baju di badan doang.


"Kalau pakai baju Kakak udah kayak kelayangan, dikit aja kena angin langsung terbang" Mengembangkan tangannya layaknya layang-layang.


"Udah kasih kabar Papa belum?" Mengingat apa yang terjadi bakal ketahuan sama Papa. Ella gak mau bikin papa merasa khawati.


"Udah, nanti habis mas Johan menyelesaikan pekerjaannya bakal kesini ketemu kamu."

__ADS_1


Willy mengirim kabar untuk melihat CCTV di lantai dua dan mengatakan bahwa Ella saat ini bersamanya. Meyakinkan untuk mempercayakan segalanya untuk menyelesaikannya.


"Mereka emang ular." Katanya geram.


"Udah lah. Gak ada yang bisa mereka ambil dari kamu, Kakak yakin Papa kamu pasti udah punya rencan sendiri. Papa mu itu orang cerdik yang gak bisa di kibulin sama siapa pun."


Willy telah mengenal sosok Johan sangat lama, ia juga mengetahui bagaimana seorang Johan mempu sukses karena kecerdikannya tak terkalahkan. Tak ada seorang pun yang bisa menjatuhkan dan memanfaatkannya dengan mudah. Bahkan dalam hal ini, Willy sangat yakin Johan telah mengetahui sesuatu yang janggal sebelumnya.


"Iya, Ella yakin Papa bakal bisa ngatasin mereka."


"Bonusnya kita bisa bersenang-senang sebentar dengan mereka, Kakak gak rela siapa pun nyentuh kamu." Hatinya terasa sakit mengingat Ella mendapat tamparan tadi.


"Kakak bakal balas mereka lebih dari apa yang mereka dapatkan." Dengan raut wajah yang kelam.


"Ih.... Kenapa Kakak udah kayak bos mafia beneran? Jadi takut deket-deket." Memeluk bantal.


"Kalau Kakak bener bos mafia gimana?"


"Keren...." Mengacungkan dua jempolnya, sekaligus.


"Apa lagi Kakak pakai tank buat habisin musuh pasti tambah keren lagi."


Will menggeleng pusing, ketinggian imajinasi ya kayak gitu akibatnya. Mana ada bos mafia pakai tank, itu namanya perang beneran.

__ADS_1


"Kebanyakan nonton film."


"Ella serius kok Kak, kalo di filmkan bawa pistol kalo Kakak bawa bunga aja deh buat Ella." Tertawa geli membayangkannya.


"Pakai baju setelan serba pink sama pegang coklat." Menutup matanya sambil senyam-senyum gak karuan.


Willy yang melihatnya jadi gemes, ketinggian imajinasi plus bikin jatuh harga diri kalo beneran kayak gitu.


"Itu namanya bos barbie." Memencet hidung Ella.


"Mandi sana, entar Kakak di bilang bawa kambing." Mendorong Ella yang cekikikan ketawa.


"Kalo Ella kambing berarti Kakak kuda nil." Berlari ke kamar mandi saat Willy ingin menyerangnya dengan cubitan.


*************


Jangan lupa jempol nya buat Like Like Like


🙏🙏🙏🙏🙏🙏


juga votenya


💖💖💖💖💖💖

__ADS_1


Biar authornya tambah semangat lagi, makasih buat kalian yang udah dukung dan setia.


😍😍😍😍😍😍


__ADS_2