Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Dokter Ember


__ADS_3

Ella masih gak percaya sama apa yang di alamin tadi, ciuman pertamanya udah raib. Bukannya merasa bersalah tapi tu orang senyam-senyum mulu, males banget ngeliatnya.


"Lo tadi kenapa?" Melirik ke arah Ella yang menopangkan kepalanya di kaki Rega.


Ella masih menutup matanya, terasa pusing dan lemas. Ia memilih untuk tidur dan mengabaikan pertanyaan Rega, suasana di tempat ini membuatnya mengantuk setelah apa yang ia alami hari ini yang telah menguras tenaganya.


Rega mengusap lembut rambut Ella, menyingkirkan anak rambutnya dari wajah Ella yang masih pucat. Ia melihat arlojinya, sdh hampir 30 menit Raka belum nongol.


Tak berapa lama, sebuah mobil berhenti tak jauh dari mereka, seorang laki-laki muda plus ganteng turun tergesa-gesa.


"Emang ada hal gawat apa?" Tanyanya dengan nafas memburu dan sorot mata khawatir, tak biasa Rega sekertaris Rega menghubunginya untuk datang secepatnya.


"Sstttttt...." Rega meletakkan jari telunjuk di mulutnya, memberikan isyarat lewat matanya ada seseorang selain mereka berdua.


Raka melihat seorang cewek sedang tidur di pangkuan Rega. Pemandangam langka, sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama Raka telah berteman dengan Rega dan baru kali ini ia melihat Rega memperlakukan seorang wanita dengan hangat dan lembut seperti itu.

__ADS_1


"Pelanin suara lo."


Raka duduk di samping Rega, memperhatikan cewek manis yang tidur itu. Ia mengerutkan alisnya, cewek berseragam abu-abu? Jadi selera seorang tuan besar Rega ternyata daun muda seperti ini?


"Periksa dia."


Rega hanya memperhatikan apa yang Raka lakukan dengan pandangan khawatir. "Gimana?" Setelah Raka menyelesaikan tugasnya.


"Gue rasa dia cuma syok, emang lo ngapain anak orang sampai kayak gitu?" Katanya dengan nada curiga.


"Jangan mikir sembarangan, gue gak ngelakuin apa-apa" Tepisnya.


"Kalo gak darurat mana mungkin gue manggil lo, lagian sejak lo jadi dokter pribadi gue itung aja gue berapa kali pakai jasa lo?"


Rega memang hampir tak pernah sakit sebelumnya, hanya beberapa kali dan itu pun sakit yang sangat ringan karna Rega menjalani hidup sehat.

__ADS_1


"Lo cuma makan gajih buta dari gue." Lanjutnya yang telak bikin Raka tak bisa membahas lagi.


"Cewek lo?" Mengalihkan pembicaraan.


"Bukan."


"Terus?" Raka semakin heran, kalau bukan ceweknya kenapa Rega memperlakukannya begitu spesial. Bahkan terlihat wajahnya yang sangat khawatir saat ia tiba tadi.


"Jangan bilang kalo simpenan lo? Parah ya lo? Daun muda lo embat gitu."


Rega melempar batu yang tak jauh darinya ke arah Raka yang mulutnya lebih ember ketimbang cewek. Untung aja mereka temenan udah lama, kalo gak bakalan bikin perhitungan sama tu orang.


"Jaga omongan lo itu, kalao gak mau hidup lo berakhir di jalanan."


"Oke...." Mengibaskan tangannya, berusaha berdamai dengan keadaan.

__ADS_1


"Gue cuma penasaran, gue udah kenal lo dari dulu baru kali ini liat lo kayak gini. Gue malah sempet mikir kalo lo itu homo." Katanya santai gak sadar Rega udah ngeluarin aura gelap yang bikin siapa aja bakal tergidik ngeri.


"Kalo gak diem gue robek mulut lo!"


__ADS_2