Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Komplotan Rubah


__ADS_3

Empat cewek yang tergabung dalam geng sosialita itu dengan lincahnya kesana kemari mencari benda yang mereka inginkan, udah kayak tupai yang loncat dari satu pohon ke pohon lainnya dan heboh pula. Ella yang gak ngerti atau yang lebih tepatnya gak mau ngerti itu cuma ngeliatin doang, barang kayak gituan bukannya gak punya cuma gak suka aja. Terlalu mencolok dan yang jelas itu buang-buang duit cuma buat gengsi doang.


"Ella, lo gak milih?" Tanya Cahaya yang liat Ella cuma duduk merhati-in yang lainnya dari tadi masuk.


"Enggak, gue liat aja disini."


"Pilih aja mana yang lo suka, tenang aja gue yang bayarin kok." Tawar Cahaya, "Lagian mereka semua gue yang bayarin, jadi lo gak usah ngerasa gak enak."


"Iya beneran, gue gak biasa makek barang kayak ginian."


"Pilih aja, sebagai hadiah pertemanan kita." Kata Cahaya memaksa Ella, hari ini ia akan memperlihatkan betapa berpengaruhnya kekuatan uang untuk status sosial.


"Aya, ngapain lo maksa dia. Lagian lo gak dengar apa tadi dia ngomong kalo gak biasa pakek yang bermerek?" Kata Anggi dengan nada mengejek. "Orang macam dia mana tau barang branded? Paling banter beli di kaki lima, jadi mana tau tempat ginian."


Ella cuma tersenyum mendengarnya, ni cewek ngomongnya udah kayak dia aja yang punya duit di dunia ini.


"Udah gak usah dengerin Anggi, pilih salah satu yang lo mau entar gue yang bayar." Katanya lagi sambil menepuk bahu Ella sebelum bergabung dengan temannya yang lain.


Ngapain di bayarin kalo sanggup buat bayar sendiri, lagian gak penting beli barang yang bukan style nya dan akhirnya gak ke-pakek. Cuma jadi pajangan doang dan mubazir.


"Gue bosen." Mulan duduk di samping Ella dan menyodorkan minuman yang para pelayan sediakan sebagai salah satu service mereka kepada pelanggan.


"Lo gak ikut beli?" Tanya Ella menerima minuman itu.


"Gue gak terlalu suka sebenernya, tapi gue juga gak bisa nolak pas di ajak kemari."


Mulan memang berbeda dengan tiga orang lainnya itu, dia lebih kalem dan terbuka serta tak menganggap Ella sebagai seseorang pengganggu seperti lainnya.


Cahaya melirik ke arah Mulan yang lagi ngobrol asik bareng Ella, kilat matanya tampak tak menyukai mereka dekat seperti ini. Mulan adalah satu-satunya yang berpikiran sederhana dan polos di antara mereka, keberadaan Mulan hanya sebagai pelengkap saja bukan karena mereka menginginkannya. Mulan yang gak asik dan juga membosankan, anak rumahan yang gak bisa keluar malam dan ke klub malam karena jam malamnya itu yang bikin gak asik sama sekali.


"Tu liat, si cupu yang lagi ngobrol." Kata Tya dengan melirik dua orang yang ia maksud. "Cocok banget kan mereka berdua? Yang satu cupu dan satunya miskin." Timpal Anggi.


"Gak usah di permasalahin, yang jelas kalian berdua bantuin gue buat membully cewek j*lang yang udah berani ngambil perhatian cowok gue."


"Itu gampang, lo liat aja tu cewek bakal pulang sambil nangis darah." Anggi berjalan mendekati seorang pelayan toko, membisikkan sebuah intruksi dan memberikan beberapa lembar uang kepadanya.


Tya berjalan mendekati Ella sesuai rencana, "Mulan, lo udah selesai belum?"


"Gue gak, gak ada yang menurut menarik disini."


Tya menyisipkan sebuah gelang ke dalam tas Ella dan memberikan kode bahwa apa yang di lakukannya telah berhasil dengan mulus sejauh ini dan berjalan santai seolah tak terjadi apa pun.

__ADS_1


Cahaya mengambilkan barang yang paling mahal yang di jual disana, sebuah tas yang berharga fantastik. Tapi bukan masalah untuknya mengeluarkan uang dalam jumlah sebanyak itu untuk memuluskan rencanya dan mendapatkan kepuasan tersendiri untuk membalas harga dirinya yang telah jatuh dan Cahaya akan membalasnya dengan setimpal.


"Karena lo gak mau milih, gue pilihan buat lo."


Tya dan Anggi mendekat, mengerubuni Ella yang duduk bersama Mulan dengan tatapan mata gak suka yang sangat kentara.


"Lo waras kan Ya? Ngasih barang yang paling mahal disini? Lo sadar gak sih berapa uang yang lo keluarin buat cewek kampungan ini?" Kata Tya meremehkan.


"Palingan habis keluar dari sini bakal dia jual lagi, kan lumayan tuh duit buat yang lain. Lo terlalu baik jadi orang." Anggi mengambil paksa tas bermerak H*rmes itu dari tangan Cahaya dan menukar dengan barang yang paling murah. "Lo lebih cocok sama yang kayak gini, lagian barang ginian juga terlalu mahal buat lo dan gak pantes."


"Kalian kok jahat banget sih sama Ella? Lagian kan suka-suka Cahaya mau ngasih apaan sama Ella, kenapa kalian yang sewot?" Ujar Mulan yang gak suka sama kelakuan dua orang temannya itu yang dari tadi ngeremehin dan menghina Ella terus menerus.


Tya pengen banget ngomelin Mulan, tapi buru-buru di halangin sama Cahaya buat diem aja.


Bukannya gak tau kalo mereka yang lagi main sosialita-an itu lagi ngeremehin dan cenderung menghinanya, Ella masih bisa mengontrol emosinya dan ngikutin apa yang sebenarnya mereka mau. Gak mau ambil pusing sama tindakan mereka dan nunggu saat yang tepat buat bikin mereka gak bisa berkutik. Uang dari orang tua aja sombongnya udah sampek langit ke tujuh, tapi nunggu tanggal mainnya biar nyunsep sampek ke lapisan tanah ke tujuh. "Gue gak perlu barang ginian, lagian yang Anggi bilang itu benar. Entar gue jual buat keperluan gue yang lain, terimakasih buat niat baik lo tapi gue emang dari awal gak pernah berniat buat nerima pemberian lo yang gak sesuai sama keinginan gue."


"Ella..., jangan gitu dong..., gue bener-bener minta maaf. Gue tulus kok mau ngasih elo." Memegang tangan Ella dengan pandangan mata penuh penyesalan.


"Gue terima kok kebaikan lo, tapi gue emang gak bisa nerima." Ella berdiri dan beranjak pergi sebelum kesadarannya hilang dan berubah jadi singa yang siap mengamuk. Saat Ella menginjakkan kaki keluar pintu, tiba-tiba alarm berbunyi yang bikin semua orang menoleh ke arah Ella. Beberapa pegawai toko tersebut menghampirinya beserta petugas security.


"Maaf Nona, kami akan memeriksa anda." Kata security dengan sopan menghampiri.


"Alarm di toko kami bunyi yang artinya Nona membawa salah satu benda dari toko tanpa membayarnya."


"Maksud lo gue nyolong gitu?"


"Bukan gitu Nona, kami bukan menuduh anda sebagai pencuri. Kami hanya ingin memeriksa barang bawaan anda dan memastikannya bahwa semua itu salah." Kata seorang pelayan perempuan dengan berhati-hati bicara.


"Aish, pelayanan disini ternyata sangat buruk sekali. Mana mungkin teman kami melakukan hal yang memalukan seperti itu. Lo gak tau apa kalau kami ini member eksekutif disini?" Kata Cahaya dengan bekacak pinggang dan meninggikan volume suaranya.


"Sekali lagi maafkan kami, kami hanya melakukan peraturan dari pimpinan." Katanya mempersilahkan untuk mengikutinya.


Ella mengikuti apa yang diinginkan mereka, mereka hanya menjalankan tugas dan tak ada kaitan apa pun. Tatapan mata semua orang yang ada langsung tertuju padanya, bahkan bisik-bisik yang tak menyenangkan terdengar di telinganya. Ella yang tak merasa melakukan apa pun hanya mengikuti keinginan dan membuktikan bahwa ia tak bermasalah. Dua orang penjaga toko wanita dan satu security menggiringnya ke dalam sebuah ruangan bernuansa biru laut.


"Nona, tolong letakkan barang anda dan ikut saya ke dalam. Kami tak akan melakukan tindakan yang akan merugikan anda apa bila tidak di temukan sesuatu dari anda." Katanya pelan dan berhati-hati agar tak menyinggung.


Ella meletakkan tasnya di atas meja dan mengikuti salah seorang penjaga toko wanita masuk ke dalam satu kamar lainnya.


"Nona mohon kerjasamanya, saya akan memeriksa anda secara keseluruhan. Tolong tanggalkan pakaian anda dan maaf apa bila saya harus melakukan pemeriksaan fisik."


Setelah beberapa menit, tak ada satu pun yang di temukan. Pelayan itu membungkukkan badannya dan keluar terlebih dahulu, memberikan waktu untuk Ella memakai kembali semua bajunya. Tatapan mata yang tadinya ramah dan bersahabat itu kini berubah menjadi waspada saat melihatnya keluar, bahkan mereka menghentikan obrolan mereka. "Ada apa?" Tanya-nya bingung dan mencium hal yang mencurigakan.

__ADS_1


"Maaf Nona, kami menemukan salah satu produk kami di dalam tas anda yang belum di bayar sebelumnya." Meletakkan gelang di atas meja.


Ella terkejut melihatnya, ia tak pernah merasa mengambil apa pun sebelumnya. Kenapa gelang itu bisa ada di dalam tasnya?


"Kok bisa dalam tas gue?" Tanya-nya bingung dengan wajah polos yang bikin tiga orang itu ikutam bingung.


"Maaf Nona, kalau masalah itu kami gak tau. Tapi tolong kerjasamanya untuk mempertanggung jawabkan perbuatan anda."


"Perbuatan? Perbuatan yang mana? Gue gak pernah ngambil ni gelang dan masukin ke dalam tas gue, kalo tu gelang punya kaki dan masuk sendiri mungkin bisa terjadi." Jawabnya enteng." Ella mengambil tasnya dan melenggang keluar santai, baru beberapa langkah ia sudah di hadang oleh satpam.


"Anda tidak bisa keluar sebelum mempertanggung jawabkan perbuatan yang telah anda lakukan."


"Kan gue udah ngomong kalo gue gak pernah ngambil apa pun termasuk tu gelang, jadi pertanggung jawaban yang mana?"


"Nona, kami menemukan di dalam tas anda dan itu sudah cukup menjadi bukti yang kuat bahwa anda mengambilnya dari toko kami. Anda boleh mengajukan protes saat di kantor polisi." Memborgol tangan wanita yang bersikukuh tidak mencuri itu, emang kebiasaan yang tertangkap tangan melakukan hal yang sama. Gak ngaku sama perbuatannya dan mau lepas tangan gitu aja.


"Lepasin gue br*ngsek!" Umpat Ella berusaha melepaslan tangannya, tapi mau gimana pun berusah yang namanya besi gak bakalan bisa ngelepas gitu aja.


Security itu mendorong tubuh Ella secara paksa dan sontak membuat semua orang melihat ke arahnya sekali lagi, tapi kini tatapan mata mereka seperti menghakimi tanpa mengatahui kebenarannya. Ella yang tak terima dengan perlakuan kasar security itu menendangnya dengan sekuat tenaga hingga membuatnya tersungkur.


Dua orang temannya yang sesama security kini mengelilinginya, Ella memperhatikan mereka satu persatu. "Gue gak takut biar lo manggil satu lusin." Katanya menantang.


Diam-diam Cahaya tersenyum penuh kemenangan, apa yang ia inginkan akhirnya tercapai. Mempermalukan orang yang telah melukai harga dirinya itu di depan umum seperti ini, ia yakin gadis miskin itu tak akan bisa lepas dari jerat hukum yang telah menunggunya karena ia telah menyuap beberapa polisi demi memuluskan rencananya. Bukan cuma malu dan namanya akan tercemar, tapi pihak Fakultas akan bertindak tegas dengannya sampai mempermalukan nama Fakultas. Rasa bahagia itu dengan cepat ia sembunyikan, dan memakai kembali topeng malaikat sebagai teman yang penuh perhatian.


"Kalian pasti salah, gak mungkin teman gue ngelakuin hal yang gak pantas kayak gini?"


"Nona, kami telah mendapatkan bukti bahwa teman anda telah mencuri. Kami akan membawanya ke kantor polisi untuk pertanggung jawaban atas perbuatannya."


"Gue gak bakal ikut kalian, gue gak pernah ngelakuin hal yang kalian omongin."


"Nona, tolong jangan melawan lagi. Kami hanya mengikuti peraturan dan anda juga tolong jangan mempersulit diri anda sendiri."


"Ada apa ini?!"


******


Hi Readers yang lagi nunggu Up....


Maksih buat kalian yang masih setia buat nunggu Up dan baca novel dari author, makasih banyak buat kalian semua.


Jangn lupa like dan vote-nya buat dukung author biar lebih semangat lagi.

__ADS_1


__ADS_2