Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Super Nenek


__ADS_3

"Ini rumah siapa?"


Rumah mewah bergaya minimalis itu memiliki pekarangan yang sangat luas dengan taman yang tertata rapi menambah kesan segar dan asri dimana-mana.


"Rumah gue." Membuka pintu mobil.


Ngapain ke rumah nya? Batin Ella, membuka pintu mobil dan mengikuti langkah kaki Rega.


Rumah itu memiliki berbagai macam pohon yang rindang, rasanya sejuk banget.


Kayak ada di pedesaan, padahal ada di tengah kota yang penuh polusi.


"Oh ya" Rega menghentikan langkahnya tanpa komando terlebih dulu membuat Ella hampir menabraknya dari belakang. "Jaga sikap lo entar di dalam, jangan cengengesan atau apa pun yang bikin lo malu."


"Emang mau ngapain sih?" Masih gak ngerti di bawa kesini tu mau ngapain.


"Lo ikut aja, pokoknya entar jadi cewek manis. Jangan panggil gue Om lagi, karena semua orang disini tau gue belum punya ponakan."


Beberapa pelayan membungkukkan badan ketika Rega memasuki rumah dengan hormat saat melihat tuannya itu. "Selamat datang tuan muda?"


"Apa Nenek ada di dalam?" Tanya nya pada seorang pelayan wanita yang kebetulan ada di dekatnya.


"Nyonya besar saat ini ada di taman belakang, apa perlu kami beritahu kepada nyonya kalau anda datang?"


"Gak perlu." Meneruskan langkahnya menuju taman belakang tempat neneknya berada saat ini.


Ella harus berlari kecil untuk menjajari langkah kaki Rega. "Om, jalannya pelan-pelan dong..."


Rega menghentikan langkah kakinya. "Kan udah gue bilang jangan panggil Om."

__ADS_1


"Terus, Ella panggil apaan dong?" Udah enak manggil om, udah kebiasaan jadi agak susah buat di rubah.


"Tadi gue nyuruh apa?"


"Op-pa...." kata Ella ragu, lidahnya rasa kaku ngucapinnya.


"Gitu kan pinter." Mengacak rambut Ella.


"Ogah ah, kalo Oppa itu orangnya imut lah Om kayak singa gitu mau di panggil Oppa?"


"Terserah elo mau manggil gue apaan." Emang susah ngomong sama tu anak yang bakalan selalu ngebantah apa pun yang ia katakan. Rega membuka pintu menuju halaman belakang itu, ia melihat wanita tua tengah duduk di sana dengan mengelus binatang peliharaannya.


"Nenek?"


Wanita tua itu sontak menengok ke arah datangnya suara yang lama ia rindukan.


"Rega?" Membenarkan letak kaca matanya untuk memastikan apa yang dilihatnya itu benar. Rega berjongkok dan mencium tangan keriput neneknya tersebut.


"Mau nunggu sampai mati baru mau nerima perjodohan yang susah payah Nenek atur?"


Menarik telinga Rega yang bikin tu orang meringis kesakitan. Walau udah tua, tenaga Nrnek patut di acungi jempol.


"Hahahahahahahaha..." Refleks Ella tertawa terbahak-bahak melihat adegan saat Rega yang di pukuli Neneknya sama di jewer, kayak anak kecil yang ketahuan bikin onar. Rega gak bisa berkutik sama sekali buat ngelawan nenek, seorang Rega ternyata bisa tunduk sama Nenek-nenek.


Nenek menghentikan aksinya itu saat mendengar suara tawa dari seorang wanita.


Yang bikin kaget, masih pakai seragam abu-abu. "Itu siapa?" Tanya Nrnek pada Rega melihat dari belakang.


"Nemu di jalan tadi Nek." Katanya asal.

__ADS_1


"Enak aja nemu di jalan, emang Ella apaan? Om sendiri yang datang ke sekolah jemput Ella malah masih ngeles lagi." Katanya sewot lupa kalo di suruh jadi cewek manis.


"Siapa yang jemput lo? Ge-er banget sih lo? kebetulan aja tadi gue lewat sekolah lo."


Belanya gak mau kalah.


"Tu kan, makanya Ella gak pernah bosen bilang kalo Om itu makin tua makin pikun."


Nenek yang dari tadi melihat adegan itu tersenyum penuh arti. "Jadi ini alasan kamu selalu nolak rencana perjodohan Nenek?"


"Hah? " Kata Ella dan Rega bersamaan bikin keduanya melongo.


Nenek menghampiri Gadis manis yang di bawa cucunya. Baru pertama kalinya Rega membawa seorang wanita kerumah utama, dan Nenek merasa yakin bahwa Cucunya itu memiliki perasaan khusus. "Namamu siapa?" Katanya lembut.


" Ella Nek." Ella merasa salah tingkah diperlakukan seperti itu.


Nenek meraih tangan Ella dan membimbingnya duduk. "Umur kamu berapa sayang?"


"17 tahun. Gak usah Nek, Ella bisa ambil sendiri." Melihat Nenek yang akan menuangkan minuman ke dalam gelas.


"Apa Cucu Nenek merepotkan mu?"


Ditanya kayak gitu bikin gondok Ella kumat lagi, bakalan panjang ni ceritanya. "Ngerepotin banget Nek, Nenek liat mukanya yang udah kayak tembok tu."


Rega cuma bisa nepok jidad, dua singa betina lagi bersatu yang bakaln bikin kepalanya pusing tujuh keliling.


"Iya, Cucu nenek mukanya kayak tembok dari dulu."


"Benerkan? Udah gitu ya Nek nyebelin banget jadi orang, masak nongol di sekolah Ella tanpa permisi. Belum lagi kalo udah ada maunya gak kompromi langsung aja tu di lakuin."

__ADS_1


"Kasian banget kamu sayang?" Nenek mengelus lembut tangan Ella penuh kasih sayang.


__ADS_2