Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Peraturan Rumah


__ADS_3

Ella di bantu oleh Sonia menyiapkan sarapan di dapur, udah jadi kebiasaan buat bikin sarapan setiap harinya. Sonia yang gak ngerti gimana caranya masak sedikit demi sedikit belajar dari Ella. Ia gak segan-segan nanya kalo emang gak paham, memperhatikan apa yang Ella lakukan biar gak salah.


"Jadi tiap hari lo kayak gini?" Tanya nya takjub.


Gimana pun keluarga Ella bukan keluarga sembarangan, dari kekayaan yang mereka miliki mampu untuk mempekerjakan ART atau koki sekelas restoran bintang lima, tapi lebih milih buat ngerjain sendiri.


"Iya, gini kerjaan gue sebelum berangkat sekolah nyiapin keperluan Papa." Menumis sayuran yang aroma udah tercium enak memenuhi dapur.


"Hebat lo."


"Ah biasa aja, gue seneng kok ngelakuin nya. Lagian ya, sekalian belajar entar kalo udah nikah. Gue mau suami sama anak gue urus sendiri."


"Beruntung La yang jadi suami kamu entar, kalo gue cowok nih mungkin gue bisa mikir buat jadiin lo kandidat istri gue."


"Ih, ogah... Lo kan cewek masa lesbong cin..."


Ella dan Sonia tertawa bersama. Rasanya nyenengin banget bisa masak sama-sama kayak gini, suasana rumah malah tambah rame lagi.


"Yang masak ada temennya." Kata Johan udah pakai baju rapi siap berangkat.


"Pagi, Pa ...."


Ella mematikan kompornya dan memindahkan mie ke dalam piring. Membawanya ke meja buat siap santap, Papa nya udah nungguin disana.


"Iya nih, Sonia bantuin Ella masak."


"Cuma liatin aja kok Pa, Ella jago banget masaknya. Rasanya tu enak banget, Sonia jadi iri kenapa gak dari dulu aja ya Sonia belajar masak kayak Ella?" Menarik kursi dan bergabung. "Tapi siapa juga yang ngelajarin, orang Mommy aja masak telor udah kayak bakar telor." Katanya menahan senyum mengingat tragedi telor gosong semalam.

__ADS_1


Ella memberikan piring ke arah Sonia yang berisi mie goreng dengan sayur berlimpah.


Devi yang baru bangun dengan penampilan acak-acakan, mata bengkak yang semalaman pasti nangis plus bonus mata panda.


Johan bersikap acuh saat Devi menarik kursi dan duduk di sampingnya, tadi malam ia tidur di kamar Ella untuk menghindari wanita ular itu.


"Sayang, tolong beri kesempatan. Semalaman aku udah koreksi kesalahanku." Tak ada jawaban, ia menghela nafas panjang. "Beri waktu buat aku bisa jadi istri yang baik."


Johan neletakkan sendoknya, "Panggil Sonya." Katanya pada Sonia.


Sonia berdiri, menuruti apa yang papanya katakan untuk memanggil Sonya. Tak berapa lama Sonia kembali bersama Sonya yang tak jauh beda dengan penampilan Mommy nya.


"Sebagai kepala keluarga di rumah ini Papa bakal membagi tugas dan peraturan yang tak boleh di langgar oleh siapa pun." Menatap setiap orang yang ada di meja makan, memastikan bahwa mereka semua mendengarkan ucapannya. "Mulai hari ini sebagai seorang Ibu tugasmu mengurus semua keperluan suami dan anak. Aku terbiasa makan masakan rumahan, siang ini kamu ikut les memasak. Rapikan tempat tidur kalian sendiri dan cuci baju kalian masing-masing."


Sonya yang masih dalam keadaan syok tambah syok lagi mendengarnya, mau bantah tapi gak bisa soalnya udah gak punya kekuatan lagi.


Devi yang gak terbiasa melakukan tugas rumah ngerasa pusing duluan denger peraturan dan jadwalnya yang udah tersusun rapi.


"Dalam atm ada uang sebesar 5 juta untuk kalian semua." Johan meletakkan 4 kartu atm di atas meja makan. "Untuk keperluan kalian selama satu bulan, pergunakan sebaik mungkin selama satu bulan."


What?


Cuma segitu mana cukup buat menopang gaya hidup mewah bak sosialita Sonya dan Mommy nya.


"Sayang, aku rasa itu terlalu sedikit bukannya semua keperluan itu mahal?" Protes Devi yang gak bisa hidup sama uang segitu.


"Kalau gak ngerasa cukup silahkan kerja, kalian pikir uang tumbuh dari pohon?!"

__ADS_1


Devi terdiam mendengarnya gak berani berkutik lagi.


"Sopir siap antar jemput, makan sudah di rumah, apa yang gak cukup?" Baru kali ini Johan merasa prinsip hidup hemat Ella sangat berguna biasanya tu prinsip gak pernah ia pakai, tapi kali ini biar bikin pelajaran mereka.


"Pap, Sonya ...."


"Yang gak bisa terima dengan keputusan hari ini silahkan angkat kaki dari rumah ini. Sonya, kejadian kemarin itu kamu kira aku dapat melupakannya begitu saja?"


Sonya menggigil ketakutan mendengarnya dan tak berani membantah lagi, keluar dari rumah ini sama aja bikin dia jadi g*mbel di jalanan.


Sejak Willy memblokirnya semua ikut memutuskan kontrak Kerja yang menyebabkan kebangkrutan manajement dan mereka mengeluarkan Sonya karena menurut mereka hanya mencemari nama baik manajement. Kini Sonya benar-benar kehilangan reputasi dan karirnya yang berimbas keuangannya vailed. Tak ada satu pun sponsor yang memakainya lagi.


"Setiap ruangan dan sisi rumah terpasang CCTV yang langsung terhubung ke Hp, aku mengawasi setiap gerak-gerik kalian di rumah ini terkecuali di dalam kamar. Satu bulan waktu kalian untuk mengubah sikap kalian. Kalau dalam waktu satu bulan kalian masih bersikap k*rang aj*r silahkan angkat kaki dari rumah ini. Jeluarga Aditya tidak mentolelir tindakan apa pun yang dapat merusak nama baik."


Johan berdiri di susul Ella yang udah siap berangkat sekolah bareng Papanya.


Keliatan banget Devi dan Sonya yang layu denger sederet peraturan yang bikin mereka kehabisan darah dan tenaga.


**********


Jangan lupa like sama vote ya...


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


Biar bikin Author tambah semangat lagi


terimakasih buat kalian yang udah dukung

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2