Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Pasar (part 2)


__ADS_3

Hp Ella bergetar, saat melihat panggilan masuk dari no yang tak di kenal ia sedikit ragu buat nerimanya. Kali aja kan orang gak jelas sejenis alien yang nelpon buat ngaku-ngaku atau entah apa lah itu.


"Hal - low?" Mengerjapkan matanya menunggu jawaban dari sana.


"Lo dimana?"


"Lo siapa? " Tanya Ella balik tanpa menjawab pertanyaan.


"Di tanya malah nanya balik. Lo dimana?"


Ella berusaha mengingat suara siapa ini, kayak nya pernah dengar tapi lupa suara siapa. "Ogah, kalo gak perlu gak usah telpon." Menutup telpon, belum sempat memasukkan dalam kantong hp nya bergetar lagi "Eh, lo alien ya?" Katanya ketus.


"Cewek berisik, lo makin hari makin ngelunjak ngatain orang seenak udel lo."


Benar, suara itu mengingatkannya seseorang.


"Om Rega?"


"Kapan gue kawin sama tante lo?"


"Udah tua aja gak mau di panggil Om," Gumamnya.

__ADS_1


"Apa?" Walau tak jelas, Rega dapat mendengar apa yang Ella katakan.


"Lo dimana?" Mendengar suara berisik di sekitar Ella.


"Lagi belanja di pasar, belanja buat ngisi kulkas Om yang kering kerontang sama perut Om"


Rega melihat jam, masih sore dan ia masih mempunyai waktu. "Kirim alamat pasarnya, tunggu gue di depan. Share lokasi sekalian." Mematikan hp dan memutar balik arah. Mungkin otaknya udah gak waras, bisa-bisanya dia nyamperin cewek berisik yang bikin urat syarafnya putus setiap ketemu.


"Main mati, lagian dari mana ya dapet no gue?" Ella membagikan lokasinya dan segera menuju gerbang utaman pasar. Gak lupa dia foto selfi dirinya buat mastiin tu orang gak salah ngenalinnya.


Mobil sport hitam berhenti di depan gerbang utama pasar dan Seketika menarik perhatian orang-orang disana. Gimana enggak, tu mobil yang paling kinclong di banding lainnya cuma ada motor dan mobil angkutan umum lainnya. Pas yang punya keluar, Semua orang pada bengong dan melongo. Mobilnya kinclong yang punya lebih kinclong lagi kayak nyasar tempat pas di tempat kayak gini.


"Om, selain salah tempat kali ini om salah kostum." Bisik Ella saat Rega di dekatnya.


"Ibaratnya tu ya Om, bidadara kecebur di selokan." Menahan tawa melihat wajah Rega yang salah tingkah. Jangan di tanya warnanya udah gak karu-karuan.


"Jangan berisik." Katanya sedikit gerah melihat semua mata tertuju matanya, ide gilanya buat nyemperin Ella di pasar kali ini bukan cuma gila tapi bikin mati gaya.


"Ikutin Ella aja dari belakang." berjalan di depan membimbing sang artis utama memasuki pasar.


Setelah buah, kini pilihannya ke pasar sayur yang terletak lebih ke dalam lagi di bandingkan kios buah yang berjejer rapi di depan. Biasanya jam segini sayur baru datang dari petani jadi lebih segar dan bisa milih lebih leluasa.

__ADS_1


"Bu, minta kentang sama wortelnya satu kilo." mlMemilih wortel yang besar dan muda, juga kentang dengan ukuran besar dan sedang.


" Tumben gak sendiri Neng?" Memberikan kode dengan melirik ke samping dimana Rega berdiri.


"Iya Bu, tadi nyamperin kemari." Tetap asik memilih.


"Cabenya besar 1/2 campur yang hijau sama yang merah." Memberikan cabe yang gendut-gendut buat di timbang.


"Suaminya neng?"


Rega tersedak mendengarnya, Ella cuma tertawa kecil mendengarnya.


"Temen kok Bu" Katanya lagi.


"Sayang banget ya?" Raut wajahnya kecewa.


"Padahal Neng sama Aden cocok banget, sama-sama ganteng juga cantik."


Ella bingung mau nanggepinnya apa, Rega juga cuma diem aja. "Ibu bisa aja."


"Beneran Den, Neng Ella pinter banget kalo belanja. Bisa milih sayur yang seger, rajin masak lagi. Istri idaman dah...." Mengacungkan dua jempol yang bikin Ella gede kepala.

__ADS_1



__ADS_2