Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Penolakan Cinta


__ADS_3

Azhar yang semalaman gak bisa buat merem dan kelewat lebay-nya mikirin Ella itu akhirnya mutusin buat nunggu tu cewek dan ngosongin semua jadwal kerjanya cuma buat masti-in rasa penasarannya yang bikin kepala puyeng dan pikirannya kusut. Gaka ada yang beres semua kerjaan saat bayangan-bayangan Ella yang jalan sama cowok gak di kenal itu silih berganti udah kayak layar proyektor tempo dulu yang lagi muter film. Gak tau udah berapa lama dalam mobil cuma buat nunggu Ella datang, tapi yang di tunggu malah gak datang-datang. Azhar udah masti-in kalau hari ini Ella ada jadwal kuliah pagi dan nungguin nongolnya tapi gak nongol-nongol. Mata Azhar melihat Ella yang turun di boceng cowok naik motor, tu cowok pakek helm jadi gak bisa liat siapa yang bonceng. Lagi-lagi Ella datang dengan cowok berbeda, dan rasa penasaran Azhar semakin besar melihatnya.


"Ya ampun...," Ella mengelus dada saat Azhar berdiri di depannya dengan raut wajah yang gak bisa di baca dengan jelas, ada lingkaran hitam di matanya dan matanya juga sedikit merah. "Lo sakit?" Kata Ella memperhatikan lagi dan ternyata terlihat pucat di bandingkan biasanya.


"Gue mau ngomong bentar aja, bisa?"


Ella mengangguk dengan ragu dan mengikuti Azhar dari belakang menuju mobilnya, saat mereka sudah masuk Azhar menutupnya untuk menjaga privasi mereka. "Ada apa kok kayaknya serius banget?"


Iya lah serius, menyangkut hidup dan matinya perasaan gue. Batinnya sambil sesekali melirik ke arah Ella yang masih menunggu dengan tatapan mata yang bikin Azhar meleleh, kenapa baru akhir-akhir ini ia mengenal dan dekat dengan cewek yang punya seribu pesona bersamanya. "Gue mau nanya lo punya cowok enggak?" Katanya dengan tatapan mata penuh harap, berharap kalo jawabannya enggak dan punya kesempatan besar.


"Maksudnya?"


"Lo punya seseorang yang dekat sama lo gak saat ini?"


"Kalo deket sih banyak, bahkan kita sekarang lagi deket kan?"


Azhar jadi salah kaprah sendiri, ni orang emang polos apa pura-pura polos? "Maksud gue lo punya orang yang spesial gak dalam hidup lo, bukan sebatas hubungan teman tapi hubungan yang membawa perasaan di dalamnya."


"Ada."

__ADS_1


Jedder....


Pecah tu hati berkeping-keping di samber geledek, di jawab langsung dan tepat sasaran. "Jadi lo sekarang punya hubungan sama cowok? Kalo gak salah tebak pasti cowok kemarin yang nganterin lo kan?"


"Iya,"


Lagi-lagi jawaban Ella telak menghujam ke hulu hatinya, berasa perih-perih ngilu di sana dan membuat retakan yang menghancurkannya saat tersentuh sedikit saja. "Lo tiap hari di atar jemput?"


"Iya,"


Udah lah, skak mat gak ada lagi yang bisa si bahas di sini. Semua udah di jawab dengan jawaban yang bikin hati Azhar berkeping-keping. Eits, bukan Azhar namanya kalo nyerah gitu aja. Kalo udah mutusin satu hal maka ia akan menyelesaikan semuanya dengan cepat. "Oke, gue gak perduli lo mau punya hubungan sama siapa pun dan dengan berapa cowok sekali pun."


"Iya, lo bilang punya hubungan sama cowok yang namanya Rega tapi gue liat lo juga jalan sama cowok lain."


"Ngomong apaan sih?" Tanya Ella bingung yang makin kesini omongan Azhar makin ngelantur, emang pernah jalan sama cowok mana selain sama suaminya itu.


"Kemarin gue liat lo jalan sama cowok keluar dari toko perhiasan di pusat perbelanjaan."


"Oh..., Itu saudaranya Rega." Katanya membenarkan, emang kemarin jalan sama Yun nungguin Rega meeting dan itu juga atas ijin dari Rega sendiri.

__ADS_1


Azhar berasa dapat serangan jantung, ternyata Ella dapat menggaet Rega bersaudara di bawah kendalinya yang artinya ni cewek ngalahin ke playboy-an nya. Klo di liat emang Ella cewek yang menyenangkan dan punya sisi lain yang bisa bikin orang merasa betah dan hangat di dekatnya, hingga merasakan kenyamanan disana. Jadi, kemungkinan terbesar saat ini bukan Ella yang menggoda secara langsung untuk mendapatkan perhatian mereka tapi para kaum adam yang berusaha mendapatkan perhatiannya. Seperti yang ia lakukan saat ini, berusaha mendapatkan perhatian Ella dengan berbagai macam cara yang ia sendiri bingung karena gak ada satupun yang berhasil.


"Kalau gak ada yang di omongin lagi, gue mau balik ke kelas." Ella mengulurkan tangannya untuk meraih gagang pintu mobil.


"Masih ada yang mau gue omongin," Azhar melirik ke arah Ella, mencoba meyakinkan kalau yang akan ia katakan itu adalah yang terbaik. "Gue suka sama lo, dari awal ketemu gue udah ada perasaan dan makin lama perasaan gue makin kuat sama lo." Katanya yakin.


"Maaf, gue udah punya orang yang spesial." Kata Ella sebisa mungkin untuk menjaga perasaan Azhar biar gak tersinggung dan menolaknya secara halus.


"Gue tau, gue gak minta lo buat nerima perasaan gue. Gue cuma mau lo tau dan berharap lo bisa buka hati lo sedikit buat gue, kalo cowok itu sampek nyakitin hati lo, lo datang aja ke gue. Gue akan nerima lo dengan senang hati."


"Makasih, tapi maaf gue bener-bener gak bisa. Kita cukup jadi teman, itu yang bisa gue lakuin buat lo."


Azhar tersenyum kelu, penolakan secara langsung tanpa belas kasih. "Anggap aja gue gak ngomong apa-apa, sekarang kita temankan?"


Ella mengangguk pelan, "Iya, kita teman."


"Walau kita sekarang teman tapi gue masih berharap lo bisa liat gue sebagai laki-laki suatu saat, dan lo gak perlu sungkan untuk datang kapan pun lo mau saat ada yang nyakitin hati lo dokter cinta ini bakal nyembuhin dan bikin senyum lo balik lagi dengan segenap jiwa dan raga."


"Hahahahahaha...," Ella tertawa lepas mendengarnya, terdengar sangat konyol untuknya yang sudah memiliki suami mendapatkan pernyataan cinta yang bisa di golongkan dalam pemaksaan perasaan. "Sungguh luar biasa, dokter cinta yang tampan ini lebih berhak mendapatkan wanita yang baik dan tentu saja bukan milik orang lain. Gue doa-in semoga suatu saat mendapatkan wanita yang benar-benar baik dan sesuai harapan lo." Katanya tulus mendoakan, "Gue balik dulu, entar telat." Ujarnya sambil membuka pintu mobil dan keluar.

__ADS_1


Rega melihat kepergian Ella dengan hati yang remuk namun terasa melegakan. Bagaimana pun ia telah mengungkapkan perasaannya yang menjadikan ganjalan di dalam hati, kini ia lebih tenang setelahnya walau di tolak secara terang-terangan. Penolakan itu tak akan membuatnya mengurungkan niat awal untuk mendapatkan Ella yang telah membawa hatinya pergi. "Maaf, gue tau lo punya orang lain tapi gue bakal berusah buat dapetin hati lo secara jantan. Gue yakin suatu saat lo bakal luluh dan melihat gue sebagai seorang lelaki."


__ADS_2