Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Nyonya Rega ( part 1)


__ADS_3

Rasanya bosen banget nungguin dua jam dengan gak ngelakuin apa-apa, Rega yang lagi ngadain pertemuan meminta Ella buat nungguin sampek selesai di ruang pribadinya tersebut. Rasanya suntuk banget gak ada yang di lakuin, Ella memilih buat jalan-jalan keluar buat liat isi kantor Rega. Tadi pas datang Rega membawanya naik lift khusus yang cuma di bisa di naiki oleh Rega dan orangnya. Lift yang langsung menuju ruangannya itu khusus di gunakan agar menghemat waktu dan yang jelas buat jaga kenyamannya.


"Ada yang bisa saya bantu Nona?"


Ella terlonjak kaget, seorang wanita cantik menyapanya saat baru keluar dari pintu.


Rhanty, yang sedang sibuk menyusun berkas untuk pertemuan besok merasa heras saat gagang pintu bergerak, bukannya tadi bos dan sekertarisnya baru aja keluar? Lalu siapa yang akan keluar dari sana?


Seorang wanita muda dengan wajah manis keluar dari ruangan big bos yang hampir tak pernah terjamah. Bahkan Rhanty yang telah bekerja selama 4 tahun sebagai wakil sekertaris tak pernah memasuki ruangan tersebut, hanya bos dan sekertarisnya yang bisa memasukinya Rhanty langsung menarik kesimpulan bahwa wanita muda bukan orang sembarangan dan memiliki hubungan khusus karena keluar dari ruangan tersebut. Selama ini tuan Rega tak pernah terlihat dengan wanita mana pun, tapi akhir-akhir ini terdengar desas desus bahwa tuannya itu telah menjalin hubungan dengan seorang wanita yang tak di ketahui identitasnya.


Foto yang beredar tak pernah memperlihatkan wajah dari wanita tersebut. Tentu aja itu bikin heboh kantor yang mayoritas pegawai wanitanya adalah penggemar Rega, berharap bisa dekat sama bosnya itu.


"Oh iya," kata Ella yang masih kaget, barusan ia keluar mengendap-endap buat mastiin keadaan gak taunya di depan pintu ada seseorang.


"Nona memerlukan sesuatu?" Ulangnya dengan senyum merekah ramah. Rhanty memindai keseluruhan dan menyimpulkan kemungkinan wanita muda itu adalah adik dari bosnya.


Dilihat sekilas pun ia sangat muda, mana mungkin tuannya memiliki kekasih anak di bawah umur dengan selisih umur yang sangat terlihat.


"Aku mau jalan keluar sebentar, kalau Om Rega balik bilang aja gitu. Kalo gak suruh telpon aja langsung."


Rhanty mengangguk mengerti, "Baik Nona, saya akan sampaikan pesan anda. Jangan sungkan untuk meminta bantuan atau apa pun kepada saya."


Om?


Ternyata keponakan tuan Rega, tindakanku sudah benar.


Selama Bekerja, Rhanty sangat berhati-hati dalam mengambil sikap dan tindakan. Gak pengen ada kesalahan karena mendapatkan pekerjaan yang bagus dengan gajih yang bagus sangat susah. Untuk itu ia tak pernah mencampuri urusan pribadi bosnya itu seperti wakil sekertaris terdahulu yang langsung jatuh hati dan bersikap seolah-olah hanya mereka yang brrhak mendapatkan perhatian dengan melakukan tindakan b*doh dan berakhir dengan pemecatan. Rhanty membatasi hatinya, namun entah sejak kapan ia merasakan debaran yang tak jelas.


Eits. ...

__ADS_1


Jangan salah, debaran itu bukan untuk bosnya tapi untuk sekertaris yang selalu setia di samping big bosnya itu, entah kebetulan atau mungkin jodoh mereka berdua sama-sama berwajah dingin.


"Iya, baik. Tolong katakan itu saat Om Rega kembali " Ella tersenyum manis, sikap dari wakil sekertaris itu sangat sopan dan tentu saja wajahnya sangat cantik dengan polesan make up yang sangat tipis.


Ternyata standar Rega seperti ini, bahkan wakil sekertarisnya pun tak ia bolehkan memakai make up yang tebal.


Ella berjalan pelan-pelan melihat setiap divisi, mereka tampak sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing hingga tak menyadari kehadiran Ella yang keluar masuk.Langkah Ella terhenti saat mendengar nama Rega di sebutkan.


"G*la, bos kita ganteng banget dari hari ke hari." Kata pegawai wanita berbaju putih yang sedang membuat kopi.


"Itu gak lo bilang setiap orang yang liat pasti bilang gitu, kecuali mereka buta." Balas temannya.


"Gue udah kerja disini selama 6 tahun, gak pernah liat big bos senyum. Tapi akhir-akhir ini wajahny beda, kayak orang yang lagi jatuh cinta"


"Cinta bisa merubah orang yang kayak gunung es jadi ladang bunga."


Kedua pegawai wanita itu tertawa bersama, mereka lagi gosipin bos mereka di sela waktu istirahatnya. Julukan gunung es, kulkas, beruang kutub atau lainnya udah jadi hal yang biasa di kalangan pegawai.


Celingukan cari arah suara, cowok yang berperawakan tinggi itu berdiri tak jauh dari Ella dengan senyum menggoda.


Siapa lagi kalau bukan Andre sang playboy yang terkenal di sini.


Ella yang celingukan kanan kiri buat liat siapa yang di panggil.


"Iya kamu sewetty." Katanya dengan mendekat ke arah gadis manis yang kayak nya lagi kebingungan.


"Bapak ngomong sama gue?"


"Jangan panggil Bapak, gini-gini gue belum punya anak." Mengulurkan tangan, "Kenalin, gue Andre cowok paling ganteng disini." Dengan pede yang udah selangit itu Andre mengenalkan dirinya.

__ADS_1


"Ella, gue...,"


"Lo siswi magang ya?" Sambernya.


"Gak, gue disini cuma...." Lagi-lagi belun selesai ngomong tu cowok usah main sambung omongan orang.


"Gak usah sungkan, abang Andre bakal bantuin lo disini. Gak bakalan ada yang berani ganggu atau mempersulit lo disini selama ada abang Andre."


Ella yang gak suka sama tu cowok, milih menghindarinya sebisa mungkin. Sumpah genit banget tu cowok! Udah jaga jarak malah deket-deket lagi.


Andre mengeluarkan jurus andalannya selama ini yang bikin cowok klepek-klepek dengan senyum mautnya tapi kayak nya gak berhasil kali ini, cewek di depannya itu gak terpengaruh sedikit pun malah wajahnya datar aja. Gak patah arang, Andre mendekati dan menggenggam tangan Ella, memandangnya dengan tatapan mata lembut. "Lo tinggal panggil abang Andre, semua bakal beres."


Ella melepas tangannya paksa, tapi genggan andre semakin erat yang bikin dua orang itu tarik menarik. "Lepasin! Cowok kurang a*jar kayak lo ngapain pegang-pegang gue. Gue gak sudi!"


Bukannya lepasin malah ketawa tu cowok.


Ternyata gak semudah itu buat naklukin kucing kecil di depannya itu. "Jangan galak-galak honey, cepat atau lambat lo bakal datang ke abang Andre." Bisiknya tepat di telinga Ella dengan penuh rayuan.


Ella menginjak kaki cowok br*ngsek yang berani menganggu dan menggodanya itu.


"Gak usah mimpi!"


Andre yang kaki nya di injak meringis kesakitan, walau badannya kecil ternyata tu cewek tenaganya kuat juga. "Lo main kasar sama gue, gue Andre gak pernah menerima penolakan dari cewek manapun!"


"Dasar alien! Walau gue gak punya cowok gak bakalan gue suka sama cowok kayak lo, asal lo ingat saat ini gue udah punya tunangan."


"Persetan sama cowok lo, yang gue yakin gak lebih dari gue?" Menarik paksa tangan cewek yang berani menolaknya mentah-mentah bahkan menghinanya.


"Lepasin!"

__ADS_1


"Kecuali lo mau jadi cewek gue, atau setidaknya gue cium lo." Andre yang udah kalap karena penolakan dan penghinaan yang ia terima itu di otaknya cuma ada gimana caranya buat balas tu cewek dan membuatnya menjadi miliknya.


"LEPASKAN DIA!!!"


__ADS_2