
Hari ini Libur terakhir sebelum masuk sekolah ku habiskan dengan pergi jalan-jalan ke mall setelah kakak-kakak ku pulang.
Aku sudah buat janji dengan jihan dan kami akan bertemu di salah satu cafe.
Sengaja aku memilih tempat yang agak ke pojok biar lebih menikmati aja.
Tempat ini termasuk yang paling banyak di kunjungi anak muda, selain tempatnya yang Instagramable di sini juga tersedia panggung kecil untuk penyanyi.
Aku yang bosan menunggu jihan yang tak kunjung datang sesekali mengambil beberapa gambar untuk aku posting di ig.
Sambil sibuk aku memikirkan caption ku dengar sayup-sayup sang penyanyi memulai lagunya.
Suaranya enak banget, permainan gitarnya juga kayak serasi gitu ama suaranya, balance la pokoknya kayak pake hati nyanyinya.
Lagu yang di bawakan lagu lama si tapi tetep aja orang yang berada di tahun itu atau bahkan sekarang pasti paham betul artinya.
Kesempatan kedua by Tangga
Sungguh kusesali
Nyata cintamu kasih
Tak sempat terbaca hatiku
Malah terabai olehku
Lelah kusembunyi
Tutupi maksud hati
Yang justru hidup karenamu
Dan bisa mati tanpamu
Andai saja aku masih punya
Kesempatan kedua
Pasti akan kuhapuskan lukamu
Menjagamu memberimu
Segenap cinta
Kusadari tak selayaknya
Selalu penuh kecewa
Kau lebih pantas bahagia
Bahagia karena cintaku
Andai saja aku masih punya
Kesempatan kedua
Pasti akan kuhapuskan lukamu
Menjagamu memberimu
__ADS_1
Segenap cinta
bait demi bait ku dengar sampai akhirnya aku tersadar sama suaranya.
Malik
Sepanjang dia bernyanyi tak sedikitpun aku melihatnya entah kalo dia lihat aku disini.
Aku gak tau kenapa dia bisa berada di sini dan nyanyi pula, aku kira dia udah lupa sama hobinya dulu.
Penampilannya beda banget, cuma pakai kaos over size dan celana pendek plus topi.
Ada apa dengan penampilannya hari ini, apa memang jika hari libur gini ini style nya untuk jalan-jalan.
Ahh peduli apa aku
Kalo di lihat-lihat sepertinya dia memang gak tau kalo aku ada di sini juga dan kelihatan banget wajah gak semangatnya itu, seperti ada yang merampas senyumnya.
Setelah selesai ku lihat dia duduk kembali yappp tepat saat dia duduk saat itu Yunda datang dan duduk di hadapannya.
Aku hampir lupa jika dia masih berstatus pasangan.
Saat aku hendak keluar pintu cafe saat itu juga jihan datang seperti di kejar-kejar hantu.
akupun lekas menariknya keluar lagi takut kalo sampai Malik melihatku di sini.
"Kenapa si kok kayak abis lari-lari gitu ?"
"Ni aku ya kesini butuh perjuangan banget la pokoknya "ucapnya dengan nafas tersengal-sengal " maaf ya aku lamanya pake banget "
"yauda santai aja yukk ahhh"
"lohh kok kita pergi si bukannya kita harusnya janjiannya di situ" sambil nunjuk cafe
Kami pun keluar dari tempat tersebut dan memilih kuliner di salah satu jalan yang memang khusus untuk jajajan-jajanan.
"ji kayaknya enak ni kita makan seblak cari yukk dah lama nii gak makan itu"
"let's go"
Kami pun memasuki stand seblak dan memesannya dengan kepedasan sedang.
Saat tengah asik makan aku di telfon kak Zahra yang menanyakan keberadaan ku, saat dia memberitahukan kondisi sebenarnya aku langsung meluncur ke kostnya.
Ketika aku sampai akupun langsung masuk ketika pintunya memang gak ke kunci, betapa terkejutnya aku melihat dia terkulai di lantai bawah tempat tidurnya. Panik ku membuat jihan yang ikut bersamaku segera mengangkat kak Zahra untuk pergi ke rumah sakit.
Setelah menempuh perjalanan sekitar lima belas menit kami langsung membawanya ke UGD.
Perasaan cemas takut bingung pun bersarang sampai suara kak laila mengagetkanku, ya dalam perjalanan tadi aku menghubunginya untuk segera datang ke rumah sakit.
Hampir dua puluh menit kami menunggu dan dokter keluar dari ruangan itu.
Setelah mengetahui kondisi yang sebenarnya kak Laila memutuskan untuk menghubungi Abah yang sedang menuju ke sini agar beliau tak terlalu khawatir apalagi melihat kondisi ibu yang mudah sekali kepikiran.
Saat ini kak Zahra sudah di pindahkan ke ruang perawatan, dan ketukan pintu pun terdengar, aku kira Abah tapi ternyata Bg Dimas yang telah sampai bersama dengan ibunya.
Ya kakak ku ini sudah bertungan jadi wajar saja jika calon mertuanya turut merasa khawatir dengan kondisinya apalagi jarak rumah mereka dengan indekost kakak ku tak begitu jauh.
Aku dan jihan memilih keluar memberikan ruang buat mereka dan pergi ke kantin.
__ADS_1
Saat aku kembali Abah sudah berada di dalam.
Kondisi kak Zahra hanya kekurangan cairan di tambah lagi masuk angin dan pekerjaan yang banyak, dia selain jadi guru juga sebagai anggota penyuluhan.
Itulah mengapa dia memilih tinggal di kost agar jarak tempuh untuk pergi ke dua tempat kerjanya itu sama-sama tidak terlalu jauh.
Hati ibu mana yang tak sedih melihat putrinya sakit begini, sebenarnya ibu sudah menyuruhnya untuk segera menikah tapi dia lebih memilih mengundurnya dengan alasan masa baktinya sebagai penyuluh setahun lagi setelah itu baru ia akan menikah.
Begitulah dia yang royal dengan pekerjaannya. Meskipun begitu aku tak sampai hati melihatnya harus mengurus diri sendiri saat begini.
Aku meminta Ibu dan Abah untuk tetap menemaninya sampai dia di bolehin pulang dan menemaninya sampai benar-benar pulih.
______
Hanya aku sendiri yang berada di rumah, rasanya sunyi sekali, ahh aku jadi merindukan momen saat berkumpul bersama keponakanku. Mereka bisa merubah suasana rumah ini menjadi ramai.
Besok sudah kembali ke rutinitas seperti biasa. Akupun Kembali mengingat kejadian di cafe tadi. Pikiranku masih ke Malik, aku ngerasa ada sesuatu yang beda dari dia semenjak kejadian itu. Ucapan terakhirnya pun kembali ku ingat.
Apa ini maksudnya dia waktu itu,
Dia gak akan ganggu lagi, gak akan buat aku merasa kecewa terlebih dia gak akan menemui ku lagi.
Aku jadi ngerasa ada yang hilang.
_____
Hampir dua minggu Ibuku berada di Medan selama itu juga aku sendiri di rumah.
Masak sendiri, makan sendiri, nyucipun sendiri ehh kok kayak lagu ya hihihi
Sebelum aku pulang sekolah Pamanku memanggilku untuk memberikan kabar bahwa minggu depan ada acara parenting untuk semua guru tanpa terkecuali jadi beliau menugaskan ku untuk memberikan undangan kepada Malik sebagai tanda bagian dari warga sekolah juga apalagi dia sebagai donatur terbesar pastilah dia selalu ada di dalamnya.
Sampai sekarang aku masih bertanya-tanya kenapa bisa dia jadi donatur disini ???
Tak mau mikir lama-lama akupun bergegas menuju ke rumahnya, gak mungkin kan aku ke kantornya mana ku tahu di mana.
Sepanjang jalan aku berharap dia gak berada di rumah mengingat ini masih siang.
Sampai di gerbang rumahnya akupun bertanya pak satpam dan aku di izinkan masuk setelah pak satpam menelfon ibunya yang berada di rumah.
Ibunya sendiri yang membukakan pintu lantas aku hanya manut saja ketika di ajak masuk.
Setelah menyerahkan undangan itu akupun izin untuk pulang tapi ibunya yang ramah mengajakku untuk makan siang. Yasudah la ya aku juga udah lapar akhirnya akupun menyetujui permintaannya.
Di saat makan ibunya membuka percakapan masalah hubungan Malik dan Yunda, ternyata sebenarnya beliau kurang setuju jika Malik harus menikah dengan Yunda, pasalnya ia melihat Malik tak begitu menginginkannya.
Begitulah ibu, perasaannya begitu kuat apalagi menyangkut anaknya.
Tanpa ku tanya ibunya terus bercerita, soal dia menjadi donatur itu juga ibunya tahu, ternyata ibuku carita jika aku mengajar di situ dan beliau jugalah yang bercerita ke Malik yang pada akhirnya entah dasar apa dia bersedia jadi donatur, jika di lihat-lihat sekolah yang di kelola pamanku itu tidaklah kekurangan dana hanya saja dana yang di berikan oleh Malik ini lebih untuk menunjang potensi guru, kegiatan-kegiatan dan beasiswa bagi yang berprestasi.
Keadaan sedikit canggung saat Ayahnya pulang bersama adiknya yang katanya berada di Aceh itu dan tentu saja mereka ikut makan bersama kami.
"Bukannya ini kak Shofie ya pujaan hatinya bg Malik ?" ujar Farhan tiba-tiba yang buat aku mendadak tersedak.
Ayahnya berdehem untuk pertanyaan anaknya tersebut dan aku hanya diam saja.
Setelah selesai akupun membereskan meja makan ini walaupun sudah dilarang ibunya tapi tetap saja aku merasa tidak enak. Inget ya merasa tidak enak bukan cari perhatian.
Saat tengah pamit ibunya berucap hal yang sama seperti saat mereka berada di rumahku. Entah kenapa aku ngerasa Malik begitu dekat dengan ibunya sampai-sampai segala hal tentang kami beliau mengetahui.
__ADS_1
_____
Saat aku sudah berada di atas motor ku lihat pintu gerbangnya terbuka dan terlihatlah mobil Malik masuk mendekati motorku, belum sampai dia turun aku sudah melajukan motorku dan bisa ku lihat dia menatapku sampai aku keluar dari situ