Cinta (Tak) Berpemilik

Cinta (Tak) Berpemilik
Rindu


__ADS_3

Beberapa menit lagi pesawat yang membawaku akan terbang meninggalkan kota kelahiran ku ini, kota yang penuh kenangan dan kota dimana aku di pertemukan dengannya.


Melihat ibu yang lebih tegar melihat kepergian ku yang ke dua kalinya aku jadi malu kenapa jadi aku yang lebih cengeng di sini.


Kepergian ku kali ini hanya di antar oleh Abah dan Ibu saja sebab kakakku yang lain ada kesibukannya mengingat hari ini bukanlah akhir pekan.


Selama perjalanan ke Jakarta bayangan Malik dan Ibu selalu saja berputar-putar di kepalaku.


Pertama, dia wanita sederhana namun istimewa yang memberikan cinta kasihnya untukku sampai detik ini bahkan inilah salah satu impian Ibu memiliki anak dengan pendidikan yang lebih tinggi semata-mata karena ilmu untuk kebaikan dunia akhirat.


Ke dua, lelaki pertama yang ku cinta setelah Abah tapi menghancurkan mimpiku di awal masa manis sekolah namun aku tetap menerimanya kembali.


___________


"assalamualaikum shof, kamu gimana kabarnya di sana sehat kan, jaga kesehatan ya jangan telat makan" ucap wanita tersayang ku


Begitulah ibu selalu excited saat nelpon, penuh dengan kalimat beruntun sama seperti rinduku yang hampir sebulan ini tak bertemu dengannya.


"waalaikumussalam Bu, Alhamdulillah shofie sehat, iya shofie gak telat makan bu selalu tepat waktu, kan ada yang selalu ingetin tiap saat"


"iya ibu tau, ibu seperti itu takut kamu nanti sakit, maaf ya ibu belum bisa ke sana, Abahmu masih sibuk dengan gerai mu itu, semakin hari semakin banyak saja peminatnya"


"Alhamdulillah bu gak papa kok, yang terpenting ibu sama Abah semuanya sehat, bu doain anakmu terus di sini ya bu, aku sepertinya selalu merindukan ibu"


"ibu selalu doain anak-anak ibu, apalagi kamu, semoga cepet selesai ya"


"iya bu"


"shof, kemarin nak Malik datang ke sini mencari kamu"


"terus ibu bilang apa ?"


"ibu bilang kamu keluar kota untuk lanjut S2 mu itu "


"tapi ibu gak bilang kan kalau aku di Jakarta ?"


"enggak, ibu gak bilang, tapi ibu kasihan melihatnya shof, ibu ndak tega kalau harus menutupinya lagi "


"bu nanti pasti ada saatnya dia mengerti, aku ngelakuin ini juga demi ibu supaya ibu bangga sama shofie, ilmu yang shofie dapat insya Allah nanti akan bermanfaat untuk orang banyak"


"iya ibu tau, terimakasih ya, oiya tadi abah pesan katanya keuntungan gerai bulan ini empat puluh lima juta sudah di transfer ke kamu ya dan untuk biaya kamu kuliah juga Abah yang transfer sekalian tadi"

__ADS_1


"lohh kok shofi dikirim uang si bu, uang kuliah kan shofie memang sudah sediain dan keuntungan gerai harusnya pegang abah saja, ibu sama abah jangan seperti ini dong"


"gak papa itu memang sudah hak kamu, di tabung saja uang kamu manatau kamu mau buka usaha lagi atau nambah gerai kan "


" ehmmm terima kasih ibuku Dahlia"


"ya sudah kamu istirahat ya ibu juga sudah mau tidur, assalamualaikum "


"iya bu waalaikumussalam "


_______


Di tempat Lain Malik selalu gusar dan tak fokus bekerja, fikirannya kalut di tinggal shofie pergi tanpa memberitahu setelah mereka bertemu dan itu terakhir kali bagi Malik melihatnya.


Bantuan yang di minta Ibunya untuk bertanya terhadap orang tua shofie juga hasilnya nihil.


Sebulan penuh Malik tidak konsentrasi terhadap pekerjaannya, alhasil Ayahnya ikut membantunya di kantor.


Shofie yang mengetahui keadaan Malik sekarang merasa tak tega, lubuk hatinya ingin memberi kabar tapi sesuatu yang lain berbisik jangan.


_______


Bulan ke dua berada di kota besar buatku terbiasa dengan hiruk pikuk Jakarta saat ini.


Rindu sekali dengan Ibu, entah kenapa beberapa hari ini Ibu selalu menari-nari di kepalaku dan tumben sekali Ibu tak ada nelpon seperti biasa.


Tanpa peduli waktu akupun mengambil HP yang tergeletak di ranjang ku segera saja panggilan video ku tekan untuk mengobati rinduku yang menggebu.


Lama sekali panggilanku di jawab sampai suara operator berbicara, atau karena memang sudah malam tapi rasa rinduku mengalahkan waktu yang ada, ku tekan sekali lagi panggilan itu.


"Assalamualaikum shof" salam ibu sambil terbatuk


"waalaikumussalam bu, ibu sakit?"


"hanya batuk saja nak ibu gapapa, maaf ya ibu gak ada nelpon kamu pasti kamu kecarian ya?"


"iyalah bu, shofie kangen, bu Jum'at sabtu aku kosong, dan kayaknya mau pulang dehh"


"jangan shof, gunain waktu kamu buat istirahat dan secepatnya selesaikan belajar mu" jeda ibu dan ku lihat matanya mengembun "nak, maafin ibu ya kemarin ibu beritahu ibunya Malik dimana kamu sekarang, ibu gak tega melihat anak orang seperti itu, kasihan dia, gara-gara kamu gak beri kabar dia kerjanya gak konsen sampek ayahnya turun tangan, kerjanya dia banyak shof bukan di sini aja, dia juga uring-uringan, hati ibu mana yang tega melihat anaknya seperti itu"


Ibu bener hatiku juga gitu tapi entah atas dasar apa aku jadi bisa begini.

__ADS_1


"baiklah bu nanti shofie hubungi dia balik ya, ibu sehat-sehat ya entar shofie jadi khawatir kalo liat ibu sakit begini"


"iya ibu pasti cepat sembuh, abah titip salam dia katanya rindu kamu nak tapi malu liat kamu katanya"


Ibu senyum-senyum menatap lelaki yang di cintainya itu.


"bu sudah dulu ya, kalian sehat-sehat doakan anakmu di sini assalamualaikum"


Ternyata hatiku bener ngerasain soal Ibu, dia pasti merindukan anaknya di sini.


________


Lain shofie lain pula Ibu.


Ibu seminggu ini demam dan batuk, itu yang Abah khawatirkan belakangan ini karena kesehatannya semakin menurun.


Abah sendiri sudah berjanji untuk tidak memberitahu ku soal kesehatannya karena takut aku kepikiran tapi yang namanya anak sudah seperti punya ikatan batin.


Jika satu merasa sakit yang lain juga merasakan hal yang sama.


Kakak ku yang lain juga sudah sepakat untuk tidak memberitahu ku soal Ibu.


Dan soal Malik biarlah nanti jika dia menghubungi ku baru aku akan jelaskan.


___________


Di halte kini aku sekarang, menunggu angkutan yang akan membawaku ke kampus negeri yang berada di Jakarta ini.


Sengaja tidak membawa mobil ke sini karena memang keinginan ku sendiri biarlah repot naik angkutan umum atau ojek online karena aku yakin Abah lebih membutuhkannya untuk pergi ke gerai dan urusan lainnya.


tin tin tin


Suara klakson mobil Pajero sport mengagetkan ku yang sedari tadi menatap langit.


Kaca mobil di buka sekenanya sebelum dapat melihat orang yang berada di dalam mobil itu bus yang ku tunggu pun datang tanpa mengindahkan lagi aku langsung berjalan cepat naik ke bus.


Sampailah aku di gedung Pascasarjana dengan agenda yang sedikit berkurang.


Melihat teman sesama pasca yang datang bersama pasangan bahkan ada yang membawa anak buatku mengingat umurku yang memang tak lagi remaja, bisa di bilang sudah pantas memiliki anak ehh suami dulu ya hihihi


"enak ya kalo kuliah gini di temeni pasangannya ?" suara bariton mengagetkanku langsung saja ku jawab tanpa melihat orangnya " iya bener, gak jenuh dan makin semangat"

__ADS_1


Sedetik kemudian kepalaku clingukan mencari sumber suara yang berada di belakang ku.


"Kamu,,, sudah sejak kapan di situ ?"


__ADS_2