Cinta (Tak) Berpemilik

Cinta (Tak) Berpemilik
Sekali Lagi


__ADS_3

Suara alarm di kamar yang menjadi saksi pergulatan panas tadi malam membangunkan si empunya. Malik membuka matanya menatap lekat-lekat wajah istrinya yang terlihat cantik walau sedang tidur.


Shofie mengerjapkan matanya saat tangan suaminya mulai menjalar kemana-mana.


"stop tangan kamu Malik, aku ingin pipis"


Shofie mencoba menggerakkan badannya yang terasa remuk dan merasakan perih di bawah sana.


"aku bantu kamu"


Malik memakai celananya dan mengangkat badan istrinya ke kamar mandi.


"Aku malu" ujar Shofie saat tubuhnya tak memakai apapun di depan mata suaminya ini.


"kenapa malu, bukankah aku sudah melihat semuanya dan kamu juga nanti akan terbiasa dengan ini"


Saat pipis bagian **** ***** Shofie begitu perih yang membuat Malik merasa iba.


"aku bantu kamu mandi ya, sekarang kamu berendam pake air hangat di sini nanti sakitnya akan berkurang dan aku akan mandi di kamar sebelah"


Setelah tiga puluh menit ritual mandi pun selesai. Shofie berjalan pelan menuju walk in closet. Ia segera berpakaian dan menyiapkan pakaian suaminya untuk sholat Subuh.


Selesai melaksanakan kewajiban Shofie bergegas ke dapur menyiapkan sarapan untuk suaminya. Sedangkan Malik kembali memeriksa berkas-berkasnya.


"non biar bibi saja yang masak" ucap bi sumi merasa tidak enak melihat majikannya memasak.


"tidak apa bi, saya sudah biasa ke dapur jadi untuk sarapan biar saya aja yang siapkan bibi bisa mengerjakan yang lain.


Tepat puku enam makanan sudah siap di atas meja. Ia menuju ke kamarnya menyiapkan pakaian kantor untuk suaminya lalu memanggil Malik yang masih setia berada di ruang kerjanya.


Ia tidak melihat suaminya di ambang pintu ruang kerja suaminya." kemana dia padahal di kamar tidak ada" gumamnya.


Saat ia membalikkan badannya badannya di tarik ke belakang dan pintunya tertutup.


Ia yang terkejut menginjak kaki yang ternyata adalah suaminya.


"aww sakit Shof" rintih Malik kesakitan.


"kamu ini bikin kaget tau gak, siapa suruh bikin aku takut kayak gini" kesalnya pada suami.


"ia maaf ya abisnya aku kangen" Malik dengan sengaja merem*s dada milik istrinya itu yang membuat empunya seketika terkejut. Malik membalikkan badan istrinya dan menyerang bibir ranum yang membuatnya candu itu.


Merasa tidak bisa berbuat apa-apa ia pasrah atas perlakuan suaminya yang tak di duganya ini.

__ADS_1


"Sudah kan, sekarang kamu bersiap harus ke kantor aku udah siapin dan sarapan juga sudah selesai" Setelah mengucap ia langsung berlalu ke kamar tanpa menunggu jawaban suaminya.


Di kamar setelah siap dengan pakaian jasnya ia menghampiri istrinya dan memeluknya dari belakang.


"kamu ini kenapa, nanti kamu terlambat"


"aku bilang tadi aku kangen kan, boleh ya sekali lagi. yah istriku ya" rengek Malik seperti anak kecil.


Melihat suaminya yang sudah bergairah ia pun mengangguk kan kepalanya yang membuat suaminya kegirangan.


Akhirnya terjadilah sarapan batin untuk bekal suaminya pagi ini. Setelah tiga puluh menit mereka menyelesaikan aksinya dan kembali mandi untuk yang ke dua kalinya.


Selesai berpakaian mereka turun untuk sarapan. Shofie menyiapkan apa yang di inginkan suaminya ini.


"Malik, aku nanti izin ke gerai yang di cabang baru ya, tapi sebelum itu aku mau ke rumah Ibu dulu, tadi Ibu nelfon katanya aku di suruh ke sana"


"kamu di anter sopir saja, nnt pulangnya aku jumput"


_____________


Setelah Malik pergi Ia pun tak lama pergi juga ke rumah Ibu mertuanya.


"assalamualaikum bu"


"kok sepi bu, Ayah kemana ?"


"Ayah tadi malam berangkat ke Bandung lusa mungkin baru balik, oiya ibu minta kamu ke sini karena ibu mau kasih sesuatu untuk kamu, yuk ikut ke kamar"


Sebenarnya ia canggung untuk mengikuti mertuanya ini ke dalam kamar, karena ia menganggap kamar adalah tempat privasi namun karena terus di desak akhirnya dia pun ikut.


Ibu mengambil sesuatu dari dalam lemarinya dan menyerahkan pada menantunya ini. " ini untuk kamu sebagai hadiah pernikahan kalian"


"apa ini bu ?" ia membukanya dan matanya takjub memandang satu set perhiasan yang dia yakini sangat mahal. "sepertinya ini terlalu berlebihan bu"


"tidak nak, terimalah nanti ibu akan marah jika kamu menolaknya " ancam bu susi mertuanya, dan akhirnya ia pun menerimanya.


"hari ini kamu sibuk ?"


"habis dari sini nanti langsung ke gerai yang baru buka itu bu, nanti pulang di jemput Malik dari kantornya"


"ibu ikut ya, suntuk di rumah bosen sendiri, si Farhan katanya gak jadi datang istrinya lagi mabuk jadi ya Ibu sendiri"


"Alhamdulillah sebentar lagi nambah cucu dong ibu"

__ADS_1


"iya, kamu sama Malik cepetan nyusul jangan di tunda-tunda ya biar rame"


Menjelang siang mereka sampai di gerai. Bu Susi sendiri memilih untuk duduk di pojokan sementara Shofie sibuk mengawasi keadaan gerainya.


"Bu, kalau lelah ibu masuk ke dalam saja istirahat, mari Shofie antar"


Sore pun tiba tapi yang janji menjemput belum juga datang.


"gimana Shof, Malik sudah bisa di hubungi ?"


"belum bu"


"anak itu kemana si awas aja kalau udah datang "


Jam menunjukkan pukul tujuh malam, dan sampai saat ini sang suami juga belum menampakkan dirinya.


"sebaiknya kita pulang sekarang saja, kamu ibu antar, nanti dia juga pulang, heran deh ibu liatnya nanti sampai di rumah suruh tidur di luar saja dia biar tau rasa"


Setelah sampai di rumah dengan hati yang kesal ia segera membersihkan diri dan melaksanakan kewajibannya setelah itu tidur.


Pukul sebelas malam deru mesin mobil terdengar, walaupun hatinya kesal dia tetap menyambut suaminya seperti biasa.


"maaf ya tadi aku meeting mendadak dan gak bisa d cansel"


Iya tak menjawab ia berlalu menyiapkan pakaian tidur suaminya dan pergi ke dapur menyiapkan makan.


"kamu jangan siapin makan aku tadi uda makan di luar" sergahnya saat Shofie hendak keluar.


Ia membawa pakaian kotor suaminya dan mencium aroma parfum perempuan. "kok wangi perempuan, apa tadi meeting nya sama perempuan? tapi kok wangi banget" gumamnya.


Segala pikiran buruk segera si tepisnya, dia percaya pada suaminya yang tidak mungkin mengkhianatinya.


Melihat suaminya tertidur ia pun juga merebahkan badannya yang terasa lelah hari ini.


dert dert dert


Suara pesan masuk memaksanya membuka mata. Dia menyipitkan matanya melihat nomor baru yang mengirimkannya gambar.


Setelah di buka alangkah kagetnya melihat foto sang suami yang berpelukan pada seorang perempuan.


"terimakasih untuk berbagi waktu suamimu denganku"


"siapa ini, kenapa dia bisa sedekat ini dengan Malik ? apa dia selingkuh ? gumamku dalam hati.

__ADS_1


Melihat suaminya yang hari ini tidak jadi menjemputnya dan pulang terlambat membuat pikiran buruk pun datang.


__ADS_2