
"Bu, haruskah aku terima lamaran Malik ?" tanyaku saat di dapur nyiapin sarapan
"kok tanya sama ibu, kan yang ngejalanin kamu, kamu tanya hati kamu kamu minta petunjuk sama gusti Allah biar kamu benar-benar yakin"
"iya bu, ibu taukan dialah lelaki lain yang pertama ku cinta selain Abah, bahkan kepergian ku bertahun-tahun tak juga bisa melupakannya, kadang aku juga ngerasa bingung apa sebenarnya rencana Allah untukku bu, bahkan laki-laki sesempurna Hendra saja tak bisa menggantikan sosok Malik"
"kamu kenapa mesti bingung nak, jalani saja percayalah rencana Allah jauh lebih indah dari rencana kita, kalau soal hati gak bisa tawar menawar nak bagaimanapun caranya sebab hati tau dimana dia harus berlabuh "
"bu aku ini kan mau lanjut S2 ku aku harus bagaimana jika aku menerima lamarannya Malik lantas selanjutnya bagaimana aku bingung bu "?
"memangnya pengajuan mu sudah di terima ?"
Ya beberapa bulan lalu aku memang mendaftarkan studi S2 ku di jakarta dan pagi tadi di email bahwa aku di terima.
"sudah bu pagi tadi, dan akan mulai aktif bulan depan"
"Alhamdulillah nak kamu di terima, ibu seneng dengernya" ucap ibu berkaca-kaca " Bah Abah kesini bah" teriak ibu memanggil Abah
"ada apa ini kok pagi-pagi sudah teriak-teriak "
"anakmu ini sudah di terima S2 nya bah bulan depan sudah mulai belajar" ucap ibu semangat
Tapi entah kenapa aku malah sedih dengernya, bagaimana tidak dengan di terimanya aku itu tandanya aku harus tinggalin mereka berdua lagi walau hanya 2 tahun.
"Bu" ucapku nanar
"kok kamu malah nangis harusnya seneng dong"
"kamu kenapa, ada yang kamu pikirin ?" tanya Abah mengusap pundak ku
__ADS_1
"kalau shofie kuliah lagi itu tandanya akan ninggalin kalian lagi"
"lohh kok ngomong gitu kamu kan bisa pulang nak kalau lagi gak kuliah Jakarta Medan gak sampai berjam-jam, atau nanti kami yang akan berkunjung" ibu bersemangat kali melihatku
Karena memang ibulah yang paling menginginkan aku lanjut S2.
"lalu soal lamarannya nak Malik bagaimana, apa kamu menerimanya ?"
"jika aku menerimanya apa dia mau menunggu ku bu sampai selesai ? lagian dia inginnya segera menikah sedangkan aku belum ingin bu walaupun sebenarnya aku sudah menerimanya kembali"
"sebaiknya kamu tanya sama orangnya langsung nak"
"enggak bu, biarkan seperti ini, aku ingin lihat sampai di mana keseriusannya "
"kamu yakin nak, kamu tidak kasihan sama dia, apa kurang buktinya selama ini "
_____________
Dalam sebulan ini aku harus menyiapkan berkas-berkas yang harus aku bawa, keperluanku selama berada di Jakarta dan izin pada pamanku tentunya karena bagaimanapun sekolah tempatku bekerja selama ini adalah tanggung jawab ku atas titahnya.
Dan untuk geraiku Abah bisa handle karena sebulan ini Abah terus bersamaku selama berkunjung kesana, serta untuk masukin stok ke supermarketnya kartika sudah ku percayakan pada pegawai kepercayaan ku, dan untuk dua hatiku ini aku sudah bicara kepada kakak kakakku untuk bergantian berkunjung tiap minggu aku yakin mereka juga ikhlas merelakan adik kesayangannya ini pergi.
Untuk Malik sengaja aku tidak beritahu dan melarang ibu untuk bercerita pada ibunya.
Tinggal dua hari lagi aku di sini untuk itu aku ingin bertemu dengan Malik sebagai salam terakhir sebelum pergi, ya bisa di bilang biar dia gak curiga.
________
Di coffee shop depan supermarket tempat dimana aku bertemu lagi dengannya, tempat dimana pengakuan seorang CEO dingin yang tidak bisa melupakan masa lalunya
__ADS_1
" sudah lama menunggu ?" tanya malik setelah sampai
"belum kok, terima kasih sudah datang"
"ini aku kaget waktu kamu ngajak aku ketemu "
"iya soalnya selama ini kan aku terus cuekin kamu, aku ketus banget malahan jadi ini sebagai ucapan maaf ku"
" baiklah"
Sebenarnya hati kecilku enggan banget bertemu dengannya apalagi modusin dia begini. Aku ingin sekali berterus terang tapi aku juga ingin melihat kesungguhannya sekali lagi sebelum aku benar-benar yakin menjadikannya suamiku.
Tak terasa sore sudah datang kami pun berpisah di alun-alun kota dan pergi menjauhi alun-alun dengan mobil masing-masing.
________
Pagi ini terakhir aku mengajar untuk itu aku ingin menghabiskan waktu belajar hari ini lebih maksimal sebelum sore nanti aku berangkat.
Rekan mengajarku hanya tau jika aku tidak bisa mengajar lagi untuk sementara waktu dan pamanku pun ku pinta untuk tidak memberitahu tentang S2 ku ini.
Selesai packing ku baringkan tubuh ku ini di ranjang yang beberapa jam lagi akan ku tinggalkan.
Aku teringat ucapan Malik sebulan lalu sewaktu pulang dari Brastagi "dia tidak akan menyerah sampai aku menerima lamarannya"
Bayangan dia memelukku saat aku kembali ke villa mengganggu sekali, nampak jelas rasa takut kehilanganku, apalagi nanti setelah dia tau kalau aku ke jakarta. Sudah gak bisa aku bayangin.
Kalau bukan sekarang aku gak tau kapan lagi ada kesempatan untuk melanjutkan pendidikanku. Bukannya egois tapi tak semua orang bisa seberuntung seperti aku.
Aku gak bisa terus begini harus tetap konsisten. Lekas selesaikan studiku lekas kembali ke sini menjemput satu impian lagi.
__ADS_1