
Setelah memastikan stok bahan yang habis aku pun melajukan mobilku ke pasar.
Ibu sebenarnya sudah menyuruhku untuk tidak belanja lagi karena bisa saja nyuruh pegawai tapi akunya yang masih pengen untuk melakukannya sendiri.
Selesai belanja aku balik lagi ke gerai ku.
"bu shofie tadi pagi ada yang datang ke sini mencari ibu, dia ingin bertemu ibu nanti pukul dua siang"ujar pegawai ku
"baiklah terima kasih"
_______
Dan orang yang di maksud pun datang tepat pukul dua
"assalamualaikum haii Shofie"
"waalaikumussalam kartika, ini kamu ?"
"iyalah ini gue siapa lagi, susah ya mau jumpa sama temen sendiri aja mesti nunggu"
"ahh gak gitu kok tik, kebetulan tadi aku lagi belanja ini kan hari minggu"
"wawww uda jadi bos tetap belanja sendiri ya padahal kan ada pegawai"
"gak masalah la, cuma belanja stok bahan aja kok biasa itu tik, btw kamu berubah banget ya aku sampek pangling lo makin cantik tu liat makin glow up aja"
"ahh biasa aja la shof namanya juga uda punya suami jadi harus tetep jaga penampilan biar suami betah di rumah"
"iya deh iya yang uda punya suami, anak mu mana tik gak di ajak ?"
"tadinya ikut tapi pas di jalan malah minta anter tempat neneknya, oiya shof aku ada yang mau di bicarain ni, tapi sebelum itu aku boleh ya pesan minum dulu panas lo ini"
"ya Allah maaf ya tik aku lupa, mbak tolong ambilkan minuman dingin ya"
"jadi gini shof, aku kan sering nyetok makanan dari tempat loe nahh suamiku suka banget enak katanya, jadi dia kepikiran untuk masukin produk kamu ke supermarketnya, kira-kira kamu bersedia gak kalau jadi pemasoknya ?"
"kamu serius tik ? ini aku gak lagi mimpi kan ?"
" serius la buktinya suami aku aja suka, makannya dia berani nawarin kerja bareng, jadi gimana ?"
__ADS_1
"aku diskusikan dulu sama Abah Ibuku dulu ya, nanti malam aku kabarin secepatnya "
" beneran ya shof soalnya prospek ke depan bagus ni kayaknya dan aku juga mau saran ni boleh kan ?"
"boleh dong, apa tu ?"
"kalo rasanya mah udah endulita banget dah top dehh cuma kemasannya di bagusin lagi, aku yakin si pasti lebih menarik pelanggan lagi"
"iya tik, makasih lo ya sarannya, Insya Allah kedepannya bakal aku perbaiki, nahh ini dia pesanan spesial untuk temanku Kartika nyonya Baskoro baso aci plus dimsumnya dan ini aku lagi eksperimen si sebenarnya jadi bisa di bawa ke kantor juga tinggal masukkan ke microwave atau di kukus kalo mau"
"hemm enak banget ini shof, loe beneran the best soal nyenengin perut, bagi-bagi dong resepnya kali aja bisa nyaingi loe" tawanya dengan penuh makanan di mulutnya.
"yaudah makan dulu yukk nanti biar aku bungkusin yang ini biar kamu promoin sekalian hihihi"
"siap deh siap yang penting loe stokin banyak-banyak buat bayar gue"
_______
"kalo menurut kamu ini peluang yang bagus bismillah semoga ini memang rencana Allah untuk usaha kamu nak, Ibu sama Abah hanya bisa mendoakan saja"
"terima kasih ya bu udah selalu doain anak ibu ini"
Ku kabari Kartika segera setelah berembuk dengan Abah dan Ibu
"waalaikumussalam Alhamdulillah shof, semoga ini jadi berkah buat kita ya, untuk selanjutnya nanti biar suamiku aja ya yang langsung ngomong sama kamu nanti aku kabari segera kapan bisa ketemunya "
"iya tika"
______
Setelah kontrak kerja sama dengan supermarket suaminya kartika di sepakati akupun menambah jumlah pegawai untuk di tempatkan di pabrik kecilku. Alhamdulillah satu demi satu impianku mulai terwujud, dan aku ingin segera membawa orang tuaku ke rumah Allah.
Rencananya setelah pulang dari sekolah aku berniat untuk menjemput jihan di rumah sakit tempat dia bekerja.
"assalamualaikum jie aku lagi kosong ni sore kita jalan yukk biar aku langsung jemput kamu ya"
"waalaikumussalam jangan sekarang ya shof, aku lagi ada jadwal operasi ni, jemput aku jam 5 ya"
"iya buk dokter"
__ADS_1
_______
"aku uda di parkiran ya jie"pesanku pada jihan
"ok tunggu aku"
"sepertinya itu Malik"gumamku
kulihat dia masuk ke dalam rumah sakit bersama orang yang dulu pernah datang ke sekolah.
" apa ibunya sakit, atau ayahnya, ahh dari pada penasaran lebih baik ku pastikan sendiri "
Dia yang baru saja masuk ke ruangan pun tak luput dari pandanganku.
"kok dia masuk ke ruang psikiater si" gumamku
"hayo ngintipin siapa bintilan entar" jihan mengagetkan ku " yukk ahh shof balik, pusing banget kepala ku ini , pas banget memang ada yang ngajak jalan "
"jie tadi tu aku liat Malik makannya aku turun untuk mastiin dia apa bukan ehh beneran dia dong"
"terus"
"ya terus aku ikutin lah dia sampai dia masuk ke ruang psikiater "
"terus"
"ya ampun jie terus ada orang resek yang datang tiba-tiba ngagetin aku, untung gak copot ni jantung"
"iya deh iya maaf ya, kalo soal Malik si sebenarnya aku tau dan aku memang sengaja gak kasi tau kamu dulu shof tapi berhubung kamu uda liat okedeh aku cerita"
"apa jie kamu uda tau tapi gak mau cerita ke aku ? sengaja pulak ?" cecarku
"ehh kok jadi emosi gini si, dia kan bukan siapa-siapa kan lagian aku uda janji sama dia gak bakal cerita sama siapapun termasuk kamu"
"keterlaluan ihhh cepet cerita gak ?? kalo enggak aku turunin pinggir jalan ni ya "
"yaudah turunin aja "
" ahhh jihannnnnnnn"
__ADS_1
"oke oke aku cerita tapi nanti ya kita cari tempat makan dulu, atau enggak kita ke gerai deh kayaknya ada produk baru, jadi bisa dong icip-icip"
_______