Cinta (Tak) Berpemilik

Cinta (Tak) Berpemilik
Tamu dari Jogja


__ADS_3

Hari yang di tunggu pun tiba. Kami mempersiapkan yang terbaik untuk menyambut Direktur yang sebentar lagi akan tiba.


Sekitar pukul sebelas sebuah mobil SUV berwarna hitam mulai memasuki parkiran. Terlihat oleh mataku 3 orang laki-laki turun dari mobil itu. Dua di antaranya utusan yang beberapa hari lalu datang dan yang satu lagi,,,


Ya Allah Malik !


Tanganku menutup mulutku yang terkejut melihat ini.


Dia berjalan diikuti oleh bawahannya yang hendak melewatiku. Aku yang sadar dia tersenyum padaku ku balas senyumnya yang memang begitu indah di mataku sejak dulu.


Terhitung sejak pertemuan kami kembali di supermarket sejak saat itu ada saja keadaan yang mempertemukan kami di waktu yang tak di sangka-sangka.


Seperti kali ini, tanda tanya besar di kepalaku kenapa dia bisa jadi donatur di sekolah ini dengan nominal yang ku rasa cukup fantastis ?


Di dalam ruang kepala sekolah, paman, aku beserta beberapa dewan guru turut hadir di situ.


Dari ujung mataku jelas sekali dia memperhatikan ku sampai aku di buat salah tingkah. Ya ku akui ketampanannya semakin terlihat sekarang di tunjang dengan penampilannya yang terlihat pas di badannya yang bidang menambah kesan kesempurnaan.


Kenapa jadi kemana-mana si ini fikirannya.


Di sela-sela sesi obrolan ku lihat jam sudah memasuki pukul dua belas siang yang artinya dua jam lagi Hendra akan tiba di rumah.


Ya subuh tadi Hendra mengabariku jika dia sudah sampai di Bandara dan sedang menuju hotel, oleh karena itu aku langsung mengirimkan share lock ke dia untuk memudahkannya sampai ke rumahku.


Tak lupa ku beritahu Abah dan ibuku jika siang nanti akan ada tamu yang datang kesini. Ku jelaskan maksud kedatangannya kesini agar mereka tak salah paham.


Setelah selesai sah terima dana dari malik mereka pun pamit undur diri. Siapa sangka aku yang berdiri di barisan paling belakang seolah tersadar ada yang memanggil namaku.


"Bisa bicara sebentar bu Shofie ?" sudah pasti ini suara malik.


Aku yang gelagapan akhirnya mengiyakan.


Dengan malu-malu ku tatap wajah beberapa guru yang masih berada di depanku dan mereka hanya memicingkan mata untuk menggodaku.


Mereka belum tau siapa Malik dan Aku dahulu, ya sudah jelas calon pacaran tak jadi.


hahahah


Kami berdiri tak jauh dari kantor dan duduk di bangku di bawah rindangnya pohon.

__ADS_1


Seketika mataku memperhatikan sekitar takut jadi pusat perhatian apalagi ini masih wilayah sekolah, aku gak mau sampai ada gosip aneh-aneh di tempat kerjaku.


Meskipun para siswa berada di dalam kelas tidak menutup kemungkinan pasti anak di antara siswa yang keluar sekedar ke toilet dan melihat kami.


"kamu uda baca pesanku kan ? kenapa tidak langsung membalasnya ? apa sebegitu bencinya kamu sama aku shof ?" tanyanya bertubi-tubi


"gak ada alasan aku harus membalas pesan mu kan, aku udah bilang sama kamu lupain masa lalu hiduplah dengan keadaan yang sekarang dan satu lagi aku gak pernah benci sama siapapun termasuk kamu jadi aku minta tolong sama kamu jangan ganggu aku" sergahku langsung.


"apa tidak bisa kita berteman seperti dulu kayak yang lainnya?" Tidak jawabku langsung


"anggap saja kita dua orang asing yang tidak saling mengenal" imbuh ku


""aku tau kecewamu besar aku juga tau kamu berusaha sekuatmu untuk menghilangkan perasaanmu sampai kamu rela jauh dari keluargamu bertahun-tahun tapi apa kamu tau aku juga melakukan hal yang sama sepertimu, memilih meninggalkan keluargaku hanya untuk menyadari kesalahanku, aku juga menghukum diriku atas kesalahanku sama kamu"


Aku diam tak bergeming dengan ucapannya.


"Mungkin di matamu aku lelaki yang naif, sadar dengan kesalahan tapi tetap mempertahankan Yunda di sisiku, sejujurnya aku sudah mengakhiri hubungan ku dengannya dua tahun lalu tapi dia menolak, aku juga sudah berterus terang siapa orang yang tak terganti di sini padanya" tunjuknya ke dada miliknya


aku tetap diam.


"Soal dari mana aku dapat nomor kamu itu aku dapat dari ibuku yang ia minta dari ibumu saat mereka ketemu di pasar waktu itu"


"Baiklah, Untuk sekarang biarlah tetap seperti ini, aku harap tak ada lagi pertemuan antara kita, anggap kita tak saling mengenal jika memang suatu saat nanti kita bertemu lagi" pintaku cepat.


"Malik, jika tidak ada lagi yang harus di bicarakan aku permisi terlebih dahulu karena aku harus buru-buru pulang"


Dia tak menjawab, dia diam di tempatnya sembari menatap kepergianku dengan motor milikku.


_____


Sesampainya di rumah aku di buat terkejut lagi melihat Hendra yang sudah sampai di rumahku dan kini ngobrol bersama Abah dan ibuku.


Assalamualaikum


salamku yang di jawab mereka berbarengan lalu ku salami Abah dan ibuku.


"kenapa lebih cepat sampai bukannya perkiraan sampai sini pukul dua ya ?" tanyaku ke Hendra


"Ternyata tempat yang di janjikan rekanku daerah pantai jadi aku inisiatif saja langsung menuju rumahmu saat selesai"

__ADS_1


kami berempat pun terlibat obrolan yang mengundang tawa karena sepanjang obrolan baik Aku dan Hendra menceritakan saat-saat masa kuliah dulu yang penuh dengan kesulitan yang tak pernah di ceritakan ke orang tua kami masing-masing.


Saat memasuki ashar kami pun sholat berjamaah lalu dilanjutkan makan siang yang terlambat.


"jadi nak Hendra ini sampai kapan berada di sini ?" tanya Abahku


"hanya dua hari saja pak, kemungkinan besok setelah Dzuhur saya balik lagi ke Jogja"


"sayang sekali kalo begitu, padahal besok malam dirumah ini lagi ada tasyakuran"


Ya, Abahku berniat mengundang beberapa tetangga dekat untuk makan bersama atas pembukaan gerai Frozen food pertamaku. Letaknya gak terlalu jauh dari rumah cukup 10 menitan sampai disana.


"Kalo besok sempat mampir dong sebelum ke bandara kebetulan pembukaan gerainya jam sebelasan setelah aku pulang mengajar" ajakku


"wahh hebat ni uda merambah dunia bisnis aja" goda Hendra yang di barengi tawa Abah.


"Insyaallah jika waktunya sempat aku pasti mampir, kalo begitu aku izin pamit ya bu soalnya sudah sore juga nanti kalo terlalu betah disini agak susah untuk kembali lagi" ujarnya yang hanya di jawab tawa oleh Kami semua.


Setelah Mobilnya menjauh dari rumahku, lantas ku lihat sebuah mobil yang sama seperti milik Malik yang terparkir di sebrang jalan tak jauh dari rumahku.


Tak salah lagi itu memang dia, buat apa dia sampai melakukan itu. (gerutuku)


Tak berapa lama ku terima notif pesan masuk dari nomor milik malik yang belum aku simpan, sengaja memang tak ku simpan.


"jadi ini alasan kenapa kamu buru-buru pulang dan selalu menghindariku ? apa kamu sudah benar-benar milik orang lain sampai-sampai untuk mengakui kita saling mengenal saja kamu tak sudi ?"


Ku biarkan saja pesan itu tanpa harus aku balas karena memang ku rasa aku tak perlu menjelaskan kepada orang-orang yang tidak berkepentingan dalam hidupku.


____


Aku yang duduk di tepi ranjang sembari menunggu calon suami yang tak kunjung datang karena tamu sudah sangat ramai tapi sang calon tak kunjung menampakkan diri membuat kami sekeluarga merasa panik.


Tersentak aku dari tidurku karena mimpi yang aneh sekali menurut ku.


Ku raup udara banyak-banyak sampai nafasku tenang kembali. Ku ambil minum yang berada di atas nakes dan meneguk nya perlahan-lahan.


Masih pukul dua dini hari dan aku memilih melanjutkan sholat malam karena mataku belum mau terpejam lagi.


_______

__ADS_1


Pagi menyingsing tanpa malu-malu, aku yang bersiap menuju sekolah dengan semangat pun seketika menghentikan motorku dan kembali ke kamar karena lupa membawa pakaian ganti untuk acara pembukaan gerai hari ini. Aku memilih untuk ke gerai langsung dari sekolah jadi ku bawa keperluanku yang mesti ku bawa.


__ADS_2