Cinta (Tak) Berpemilik

Cinta (Tak) Berpemilik
Bertahan Sesuai Kemampuan


__ADS_3

"dia hanya kelelahan dan kurang cairan jadi saya infus untuk mempercepat pemulihannya"sahut dokter keluarga bu Susi.


Entah kenapa kondisi kesehatan Shofie semakin menurun membuat mertuanya kini merasa khawatir.


"Bu, maaf sudah merepotkanmu Ibu dan Ayah"


"Kamu ini bicara apa nak, kamu ini juga anak kami, kami juga bertanggung jawab atas dirimu"


Entah bagaimana nasibnya jika dia berada di rumahnya seorang diri. Dia merasa bersyukur mendapatkan mertua yang amat sangat peduli dan sayang kepadanya.


Seminggu berlalu kini kesehatannya sudah pulih hanya saja ia tak seperti saat berada di rumahnya yang selalu berjibaku dengan dapur dan menyiapkan keperluan suaminya.


_________


Malik yang beberapa hari berada di Bandung kini memijakkan kakinya kembali di rumahnya. Bayang-bayang setiap saat ia pulang bekerja di sambut oleh Shofie kini menari-nari di kepalanya.


Namun sayang saat tengah asyik memikirkan itu kakinya yang menaiki anak tangga tak sengaja terpleset dan seketika tubuhnya oleng dan menatap dinding.


Bima yang baru keluar dari mobil berlari cepat membawa bosnya masuk ke dalam rumah. Saat Dokter tiba ia belum juga membuka matanya. Hal itu tidak menjadi buruk pasalnya musibah yang kini di alaminya kini justru membuatnya mengingat sesuatu yang ia lupakan beberapa waktu ini.


Matanya perlahan-lahan terbuka, lantas ia memegang kepalanya yang masih terasa pusing.


Hal luar biasa yang pertama kali ditanya pada bima adalah "dimana Shofie"


Dengan kembalinya ingatannya ini tak membuatnya melupakan kejadian beberapa waktu lalu dimana sikapnya yang acuh tak acuh seperti terkesan menganggap tidak adanya Shofie dalam hidupnya membuat ia tak bisa memaafkan dirinya sendiri.


Begitu juga dengan perbuatan mantan pacarnya itu. Tentu ia akan memberi balasan padanya, tapi untuk itu ia tidak memberitahukan kesembuhannya ini pada siapapun dulu sampai ia membalaskannya.


__________


Saat keluarganya besannya datang ke rumahnya Shofie merasa tidak sedang sendiri merasakan sakit yang kini ia rasakan.

__ADS_1


Kedatangan mereka kali ini tentu untuk membahas kelanjutan hubungan anak menantu mereka.


Shofie tetap ingin bertahan meskipun ia tak yakin ia selalu kuat, begitu pula sang mertua yang tetap ingin Shofie bertahan apalagi dia sedang mengandung mereka tidak ingin sesuatu hal terjadi padanya sedangkan keluarganya Shofie menerima apapun keputusan yang ia ambil.


"Ibu yakin Malik akan kembali sama kita, Saya hanya mempertahan apa yang saya yakini" ujar Ibunya Malik.


"Saya tidak tau kesanggupan saya sampai di mana, saya bukanlah superhero yang memiliki kekuatan hati luar biasa yang mampu bertahan di saat suami saya sedang bersama wanita lain. Tapi demi anak yang saya kandung saya akan bertahan sesuai dengan kemampuan saya, jika suatu saat saya merasa lelah tolong hargai keputusan saya untuk tak berdiri menunggunya kembali lagi" sahut Shofie sambil menahan laju air matanya.


"Kamu memang harus bertahan demi aku" suara bariton itu mengalihkan pandangan orang-orang yang berada di situ.


"Malik" ucap ibunya lalu berdiri menghampiri anaknya itu.


Ia duduk di sebelah istrinya itu dan menggenggam tangannya.


"Aku pulang, aku uda kembali sayang, aku uda ingat semuanya " ujar Malik menatap lurus wajah istrinya.


"Mas, sudah ingat aku ?" ucap Shofie bergetar.


"Sudah sayang kemarin saat aku pulang dari Bandung aku terjatuh dan di situ aku mulai ingat semuanya, sama kamu, sama anak kita".


"aku ke sini ingin jemput kamu pulang ke rumah kita" ujar Malik yang hanya di angguki saja oleh istrinya.


"sebelumnya Malik ingin meminta maaf sama Ibu karena aku gak bisa menjaga amanah Abah dan juga buat anak Ibu tersakiti hatinya " ucap Malik sungguh-sungguh di hadapan mertuanya.


"kita tidak pernah menginginkan ini terjadi nak, dan yang terjadi pada kalian cukup dijadikan pembelajaran. Ibu tidak akan menghakimi kamu atas apa yang bukan kehendak kita semua di luar kuasa kita, Ibu senang kamu kembali dengan cepat yang artinya doa istrimu di kabulkan Allah dan semua berkat doa orang-orang yang menyayangi kalian" sahut Ibu mengusap punggung mantunya ini.


"tukan bener kakak bilang, emang perlu di jedutkan kepalamu itu ke tembok biar balik lagi" suara nyaring kakaknya memecah haru.


"hey sejak kapan di sini bukannya kemarin masih di sana ?"


"kamu balik dari rumah kakak, kakak langsung bertolak ke sini karena pertemuan ini, untung aja mas mu bisa cuti, dasar merepotkan" sengit kakaknya.

__ADS_1


Kecerewetan kakaknya ini sudah biasa ia dengar sejak dulu, tak lain karena peduli dan sayangnya.


"Bi sumi juga sempat ngasi saran itu lo mas ke aku sebelum aku tinggal di sini ?" ucap Shofie yang bikin semua tergelak.


Ya pada akhirnya mereka semua berkumpul di rumah Pak Herman makan siang bersama.


_________


Pukul delapan mereka sampai di rumah membuat Shofie maupun Malik bergegas membersihkan diri dan menunaikan kewajibannya.


"Aku rindu banget ama kamu yang" ucap Malik saat memeluk istrinya dari belakang.


"kau tau mas, ada orang lain yang kini membuat ku bisa melupakan mu sesaat ?"


"apa ??? " Malik bangkit dari tidurnya tak percaya dengan ucapan istrinya. " siapa dia "


"orang yang sebentar lagi akan mengambil waktuku juga sayangku mas, buah cinta kita"


"astaga kamu ini buat aku hampir mati penasaran aja"


"yang bener ?"


"lihatlah mas, dia sangat kuat dengan keadaan kemarin, dia sama sekali tidak merepotkan ku, baik budi betul dia"


Tangan kekarnya kini menelusuri perut istrinya yang terlihat sedikit buncit. Tangannya meraba kesana-kemari sampai yang empunya merasa geli.


"apa kamu sudah tau jenis kelaminnya?"


"belum mas, waktu periksa sama ibu belum kelihatan jelas, kata dokter cek bulan depan baru bisa di lihat"


"nak, terimakasih sudah menguatkan mamamu ya, maafin papa yang sempat tak peduli dan meragukan kalo kamu anak papa" ujarnya sambil mengecup perut istrinya ini.

__ADS_1


"sayang terima kasih sudah bertahan sampai saat ini "


Kini wanita itu telah membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya yang sejak lama ia rindukan.


__ADS_2