
Kabar tentang sadarnya Malik membuat keluarga merasa bersyukur terutama Shofie setelah semalaman menunggu.
Setelah di pindahkan ke ruang perawatan mereka segera melihat keadaan Malik.
Malik yang baru membuka matanya perlahan menyapu seisi ruangan menatap dengan sedikit bingung.
"Mas, kamu sudah sadar mas ?" ujar Shofie memegang tangan suaminya.
Malik merasa aneh menatap istrinya ini, dia menatap orang tuanya seperti meminta jawaban.
"sayang, kamu baik-baik saja kan ? kami semua khawatir" ucap Ibunya Malik.
"Bu, aku gak papa cuma sedikit pusing aja. Tapi siapa dia ?"
Pernyataan Malik sontak membuat air mata yang sudah berhenti kini harus lolos lagi tanpa permisi.
"Nak, ini Shofie istri kamu " ucap Bu Dahlia.
"Istriku ? sejak kapan aku menikah, dan bukannya aku masih berpacaran dengan Yunda, seingat ku Yunda lah calon istri ku Bu, bukan dia"
Ayah Malik yang merasa ada yang tidak beres dengan kondisi putranya segera menemui dokter.
Dokter yang segera datang ke ruangan memeriksa Malik dengan serius.
"Sepertinya ada gangguan di bagian sarafnya akibat benturan keras pada saat kecelakaan itu jadi kita harus segera menindak lanjuti ini, suster tolong siapkan semuanya"
Setelah di lakukan pemeriksaan dokter mengatakan bahwa Malik mengalami amnesia yang menyebabkan ia lupa pada seseorang yang sangat memenuhi memory nya pada masa lalu yang menyebabkan ia hanya tidak bisa mengingat Shofie saja.
Penjelasan dokter membuat tubuhnya lemes seketika, baru saja ia merasakan bahagia bisa bersama orang yang ia cintai kini ujian cinta mereka sangatlah mengguncang semuanya terutama Shofie.
"Dok, apa ada cara agar suami saya bisa kembali seperti semula ?"
"kecil kemungkinannya, berdoa saja semoga yang mahakuasa memberikan keajaibannya pada suami anda"
"Kenapa ujian mu begitu berat ya Allah, saat aku dengan ikhlas menunggu buah hati kini suami hamba mengalami amnesia dan kenapa hanya aku yang tidak bisa di ingatnya, berat ya Robb " batin Shofie.
"nak, kamu harus sabar apapun yang terjadi kami selalu bersama kamu, kami yakin kamu bisa melewati semua ini" ujar Ibu menguatkan.
Setelah beberapa hari di rawat kini Malik sudah bisa kembali pulang.
"Mas, ini rumah kita, kita pindah kesini setelah sebulan pernikahan kita, kamar kita ada di atas mas"
Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Malik. Tapi itu tidak membuatnya menyerah, Shofie tiada hentinya berusaha untuk membuat suaminya ini mengingat kembali akan dirinya.
Seperti malam ini saat berada di meja makan.
__ADS_1
"Mas ini Asam manis kesukaan kamu dengan tumis kangkung, Kamu selalu saja meminta di masakin ini"
"aku tidak lapar"
Ting tong Ting tong
"non, di depan ada nona Yunda katanya ingin bertemu dengan Aden" bi sumi memberi tahu.
"Suruh dia masuk dan suruh tunggu aku ganti baju dulu" sergah Malik berlalu.
Shofie yang mendengar suaminya berkata seperti itu gak bisa berbuat apa-apa lagi selain menangis melihat suaminya ternyata diam-diam menyuruh wanita lain datang ke rumah mereka.
"non yang sabar non, bibi tau gimana perasaan non sekarang tapi non harus tunjukin kalo non itu kuat non jangan patah semangat"
Malik turun dengan penampilan yang menarik layaknya orang mau kencan. Ia berjalan tanpa melihat Shofie yang masih berada di meja makan.
"Mas, kamu mau kemana mas ?"
"bukan urusanmu, jangan campuri urusan ku dan jangan pernah sekali-kali kamu mendekati ku"
Jleb
Kata-kata Malik menusuk bak belatih yang menikam dalam. Shofie berjalan ke depan melihat suaminya yang menggandeng tangan mantan pacarnya itu masuk ke dalam mobil.
Malam sudah makin larut tanda-tanda Malik pulang juga belum ada. Telfon yang sedari tadi berdering tak di hiraukan Malik yang masih bersama dengan Yunda di restoran.
"Kamu kemana mas, kok belom pulang-pulang, telfon juga gak di angkat-angkat" ujar Shofie.
Pukul satu malam Malik pulang dan melihat Shofie yang tertidur di sofa karena menunggunya pun tak luput dari penglihatannya.
"apa benar dia istriku, tapi kenapa aku gak ingat sama sekali kalau aku sudah menikah" batinnya.
"bi tolong bangunkan dia" pinta Malik pada bi sumi yang berada di dapur.
Setelah berada di kamar Malik membersihkan dirinya dan segera tidur. Melihat suaminya yang seperti ini membuatnya kalah dengan semangatnya.
Sudah beberapa malam ini Shofie memilih tidur di kamar yang lain karena sikap suaminya yang dingin.
Pagi menyingsing namun tak dengan Shofie, badannya yang terasa lemas dan pusing membuatnya tak bisa menyiapkan keperluan Malik. Malik sudah beberapa hari ini juga sudah berangkat ke kantor.
"Maaf den, sepertinya hari ini sarapannya sendiri karena non Shofie sakit" ujar bi sumi memberi tahu dan hanya di angguki saja oleh Malik.
Saat berjalan ke luar matanya menatap pintu yang sedikit terbuka, entah apa yang mendorong langkahnya menuju kamar yang di tempati istrinya itu.
"iya Bu, Shofie cuma demam aja kok, istirahat sebentar juga baikan, jangan khawatir ya bu, nanti Ibu mertua ku juga datang ke sini kok nemeni aku" ucap Shofie saat menerima panggilan dari Ibunya.
__ADS_1
.......
"Iya, Shofie kuat kok, semoga aja ada keajaiban bu buat mas Malik"
.......
"waalaikumussalam bu"
Selama di perjalanan Malik menatap jalanan, otaknya, otaknya sedikit pun tak ada mengingat Shofie sama sekali.
Jam makan siang pun tiba sama halnya dengan kedatangan Yunda kali ini di kantor milik Malik.
Yunda yang merasa ini adalah kesempatan untuk membuat Malik kembali lagi padanya pun tak menyia-nyiakan kesempatan.
Hampir setiap hari Yunda mendatangi kantor milik Malik ini.
"Yang, kapan kamu melamar aku, aku udah menunggu kamu lama lo" tanya Yunda pada Malik.
"Gak lama lagi aku akan melamar kamu, kamu sabar ya "
Yunda yang mendapat jawaban seperti itu membuatnya besar kepala. Entah mengapa hatinya kini di selimuti iri dan dengki.
_________
"Bu, aku akan menikah dengan Yunda, dan besok malam aku mau kita ke rumahnya untuk melamarnya" ujarnya saat datang ke rumah Ibunya.
"Kamu kapan sadarnya nak, kamu sudah menikah dengan Shofie wanita yang kamu cintai sejak zaman sekolah bahkan butuh waktu beberapa tahun untuk kalian bisa kembali lagi"
"Bu, sudahlah aku cintanya sama Yunda, dan wanita itu aku gak peduli siapa dia"
"Malik, ayah harap kamu pikir-pikir dulu untuk menikah dengan Yunda, Ayah gak mau kamu mengambil keputusan yang salah apalagi dengan keadaan kamu seperti ini"
"Ayah kamu benar, apalagi sebentar lagi kamu akan menjadi seorang papa nak"
"aku jadi papa ? maksud Ibu apa ?"
"Shofie itu benar istri kamu, harus berapa kali kami mengingatkan mu agar kamu ingat, kamu kecelakaan setelah kalian pulang dari Sulawesi nak, kamu selalu mengajak kemana dia kemanapun kamu pergi karena kamu ingin menghiburnya karena tak kunjung hamil tapi sekarang lihat dia hamil dan itu buah hati kalian yang kalian tunggu-tunggu selama ini"
Saat Shofie sakit waktu itu mertuanya membawanya ke dokter dan memberitahu bahwa kini Shofie hamil dan usia kandungannya sudah 6 minggu.
Mendengar penuturan Ibunya malik terasa sakit kepalanya. seolah mengingat sesuatu.
"tapi kenapa Yunda bilang kalau dia itu wanita yang di jodohkan ibu dan hanya menginginkan uangku saja dan kenapa yunda bilang kalau mereka sudah pacaran sejak tiga tahun" batin Malik.
Malik terus memegang kepalanya sampai ia jatuh pingsan.
__ADS_1