
"buat dia kehilangan semuanya" ucap Malik pada seseorang via telepon.
Shofie yang mendengar ucapan suaminya itu lantas memilih menghentikan langkahnya masuk ke ruang kerja suaminya.
"bagus, bereskan semuanya dengan rapih, aku ingin dia merasakan apa yang dirasakan oleh istriku"
Shofie bergidik ngeri, suaminya jika marah berbagai macam cara dilakukan untuk membuat hatinya puas.
tok tok tok
"Mas, ini kopinya"
Ia meletakan kopinya di meja sofa, ia mendudukkan badannya di sana sembari menatap suaminya yang sudah selesai dengan benda pipih itu.
"Sayang sore ini aku ada urusan tapi gak lama kok, kamu mau aku anter tempat Ayah apa di rumah aja ?"
"boleh gak kalo aku minta anter ke gerai, soalnya udah lama gak cek kesana "
"boleh dong, nanti siap urusannya aku langsung jemput kamu"
"mas, aku kangen"
Segera Malik menyambar bibir ranum milik istrinya yang baru ini ia sesap. Jujur saja diapun merindukan istrinya ini.
Rasa belaian yang hilang beberapa waktu membuat dua anak manusia ini merasa haus, keduanya memperdalam ciumannya. Malik menyingkap hijab istrinya dan menurunkan resleting baju istrinya itu. Tak ingin berlama-lama ia pun mengis*p pu*ing yang sudah mengeras itu. Di remas nya dengan sebelah tangannya.
Saat aksi keduanya sudah sangat panas Shofie menghentikan aktivitas suaminya.
"Mas jangan di sini" ucap Shofie membenarkan pakaiannya lalu berlalu ke kamar mereka.
Para readers sudah paham dong arahnya kemana hihihi
_________
Satu jam lebih mereka memadu kasih Malik kini tengah bersiap begitupun Shofie.
"Mas kamu hati-hati ya jangan ngebut, cepat jemput aku kalau urusan kamu sudah selesai"
"pasti"
Mobil Malik melesat ke jalanan yang kini berada di area hutan yang sepi. Mobilnya memasuki rumah yang tampak terurus meskipun berada di tengah hutan.
__ADS_1
"dimana dia ?" tanyak Malik pada lelaki berbadan besar itu.
"di ruang bawah tanah tuan"
Ia dengan wajah dinginnya memasuki ruangan yang remang dan kedap udara itu.
"Malik apa maksudnya ini ?" ucap wanita yang kini terikat di kursi.
Ya wanita itu adalah Yunda, mantan kekasihnya dulu yang dengan tega mengambil kesempatan demi keuntungannya sendiri. Tak hanya itu dia juga ternyata dengan sengaja mencuri file penting di kantornya untuk di jual kepada rivalnya Malik. Akibatnya beberapa data yang bocor membuat perusahaannya rugi yang tidak sedikit.
"dasar wanita iblis, akan ku beri kau balasan sesuai dengan perbuatan mu yang kotor itu"
"maksudmu apa Malik, aku gak ngerti apa yang kamu bilang"
"jangan pura-pura bodoh, aku udah ingat semuanya, kasih tunjuk ke dia" titah Malik pada Bima.
Bima kini memutar videonya yang tengah berada di toko bersama pacarnya itu, dan selanjutnya vidio yang memperlihatkan dia diam-diam mengambil file yang ada di laci Malik saat dia sedang menunggu Malik datang.
"aku bisa jelasin semuanya, tolong maafin aku Malik" Yunda mengibah dengan air mata palsu.
"semua tidak akan selesai dengan hanya kata maaf, kau telah mengusik singa yang selama ini diam, kau harus tau akibatnya karena telah membangunkannya"
"Malik aku mohon kali ini maafkan aku, aku janji tidak akan menggangu mu lagi" ucapnya merasa frustasi.
Selama ia kenal dengannya ia sama sekali tidak mengetahui bagaimana sisi lain mantan pacarnya itu.
Melihat orang-orang yang berada disana dengan tampang yang garang, kini ia berusaha memohon lagi dan lagi akan Malik memaafkannya.
Tapi bukan Malik namanya jika melepaskannya begitu saja, tentu ada timbal baliknya.
"Sekarang kau tau siapa aku kan, dengan sekejab aku bisa menghancurkan karirmu dan juga usaha keluarga mu itu, aku tidak peduli bagaimana papamu membangunnya tapi satu yang aku tau dia adalah keluargamu,"
"Malik ku mohon jangan lakukan itu pada papa, ini kesalahan ku, akulah yang harus menerima akibatnya "
"ahh itu tentu kau memang harus menerimanya dan juga pacar sialan mu itu"
Malik menyuruh anak buahnya untuk membawa pacarnya Gilang ke hadapannya.
"lepasin gue" ucap Gilang memberontak.
Matanya terbelalak kala melihat Malik duduk dengan angkuhnya.
__ADS_1
"kau" ucapnya lagi
"Gilang stop" ujar Yunda melihat Gilang yang berusaha membogem Malik.
Melihat pacar kesayangannya berada di situ kini Gilang benar-benar merasa bodoh. Jika saja ide itu tidak muncul mereka sudah pasti tidak berakhir di sini.
"apa yang kau mau ?" tanya Gilang.
"aku tidak ingin apa-apa, hanya saja aku ingin bermain-main dengan kalian" ucap malik mengisap rokoknya.
"Bim, buat usaha si brengsek ini gulung tikar dalam satu jam" titah Malik
"ku mohon jangan, itu usaha yang ku rintis dari bawah, apapun yang kau minta aku akan berikan tapi jangan lakukan itu"
"kau terlambat brengsek" maki Malik meninju wajahnya
"dasar manusia serakah, kalian bereskan mereka, buat mereka hampir mati" titahnya lagi lalu pergi.
Teriakkan dua manusia serakah itu terus bergantian memanggil namanya tapi Malik tak peduli, ia melajukan mobilnya ke gerai menjemput istrinya.
_________
beberapa minggu berlalu cepat kini suami istri itu bersiap pergi menuju rumah sakit mengecek kandungannya.
"Alhamdulillah si utun aktif ya ma, ini dianya, tapi kayaknya dia belum mau kasih tau jenis kelaminnya ni" ujar dokter
"gak papa dok, biar jadi surprise pas lahir, yang penting dia sehat" sahut Shofie.
Lain Shofie lain lagi Malik, ia yang paling antusias untuk tau jenis kelamin anaknya pun merasa lesu seketika. Dokter yang menangkap mimik wajah calon papa yang berubah pun hanya bisa senyum.
"Mas, jangan gitu dong, harus sabar yang terpenting kan dia sehat akunya juga sehat"Shofie menimpali.
"Baiklah jika itu maunya anak kita, papa akan sabar nunggu kamu sampai lahiran nanti"
_______
Di tempat yang berbeda terlihat keluarga yang kini hidup dengan sederhana. Yunda dan keluarganya kini hidup dengan penuh perjuangan, Papanya yang jatuh sakit, kini ibunya juga ikut bekerja sebagai tukang cuci gosok. Pasalnya perusahaan papanya bangkrut karena investor menarik semua sahamnya dan tak ada satupun yang mau bekerja sama dengannya lagi.
Sedangkan Yunda yang dulu berkarir sebagai model kini hanya menjadi seorang pelayan kafe. Para agensi tak ada yang mau memakai jasanya lagi. Teman-teman seprofesinya perlahan menjauhinya karena sifatnya yang memang suka memanfaatkan orang pun sudah menjadi rahasia umum.
Tak ada yang ingin membantunya, mereka menganggap ini karma yang harus ia terima.
__ADS_1
Semua ini atas perintah Malik, dia tidak peduli bagaiman orang itu memohon yang jelas ketika orang yang dia sayangi tersakiti maka orang itu juga menyakitinya.
Sama halnya dengan Gilang mantan pacarnya yang kini bekerja sebagai tukang parkir. Usaha percetakan dan Restoran miliknya benar-benar berakhir. Kini ia tak ingin lagi berurusan dengan siapapun yang menyangkut keluarga Malik, sebab untuk mencari pekerjaan sangatlah susah karena Malik sudah memblacklist namanya di manapun.