
Selama di rumah, aku menyibukkan diriku untuk memantau perkembangan gerai ku. Selama aku gak ada gerai selalu Abah yang menghandlenya.
Berkat Abah juga banyak sekali perubahan yang berada di sini mulai dari dekorasi dan menu-menu baru yang lagi di gandrungi saat ini.
Kontrak kerja dengan teman lamaku juga semakin meningkat pesanannya apalagi di daerah ini aku hanya memasok stok di market kepunyaannya.
Karena malam ini adalah malam minggu aku berada di gerai sampai malam. Melihat pengunjung yang begitu ramai entah Kenapa kata-kata Ibu masih memenuhi kepalaku.
"Hey ngelamun aja"
"ah kakak ngagetin aja deh, terkejut tau. Kok tau aku di sini ?" tanyaku pada kak Laila yang sibuk meletakkan barang di atas meja.
"Tadi di jalan nelfon Ibu katanya kamu di gerai sampai malam, ya sudah kami ke sini dulu baru ke rumah Ibu, lagian kakak udah lama gak sini, oiya laper ni, gak di tawari pesan makanan ?"
"iya tante, Zahwa uda laper, aku mau naget ya tan " keluh keponakanku
"kalian ini memang dasar ya" sambil ku pencet hidung keponakanku yang mengaduh kesakitan " tunggu dulu biar tante siapkan "
Setelah siap untuk menutup gerai akupun menuju ruang kerjaku yang di mana anak kak Laila tertidur pulas.
"Kak, yuk pulang uda siap ni" ajak ku pada kak Laila yang duduk bersebelahan dengan suaminya menonton TV.
"Dek, kamu gak papa sendirian naik motor ?, kayaknya motor di tinggal aja deh, uda malam banget ini kasian kamunya"
"iya deh kayaknya, lagian aku kok capek banget seharian ini"
Motorku pun ku tinggal di sini, setelah memastikan semua terkunci kami pun pulang bersama.
Karena ini malam libur tentu saja di rumah juga sudah ada kak Nadrah dan Kak Zahra.
Kandungan kak Zahra memasuki bulan ke sembilan jadi malam ini dan seterusnya dia akan berada di sini karena ia ingin melahirkan di kampung halamannya.
Tentu saja keputusannya ini buat ibu senang bukan kepalang.
__ADS_1
_________
Minggu pagi di Desaku benar-benar menjadi tempat pulang terbaik, selain menjadi tempat kami berkumpul di sini juga masih alami sekali.
Pagi-pagi sekali aku dan kak Laila sedang sibuk di pasar membeli stok dapur mengingat hari ini kami akan masak besar. Abah mengundang beberapa tetangga dan kerabat dekat makan malam di rumah sebagai tanda syukur atas kesembuhan Ibu.
Dengan di bantu beberapa tetangga kami pun dengan cepat menyiapkan semua hidangan. Tak sampai sore semua pun sudah selesai.
Selesai Magrib satu persatu tetangga tiba hingga memenuhi ruangan. Setelah kata sambutan dan doa tak lupa kami mempersilahkan mereka untuk makan.
"Bu, kenapa ?" tanyaku pada Ibu yang ku lihat melamun.
"Gak papa, Ibu senang melihat banyak orang di rumah kita" ucap Ibu sambil tersenyum menatapku.
"yuk kita gabung sama yang lain gak enak kalau di sini" ajak ku padanya menuntun masuk ke dalam.
__________
Acara telah selesai dan kakak kakakku pun sibuk mengurusi anaknya yang mau tidur, sedangkan Abah Ibu dan abang ipar masih bercerita sampai terdengar ucap salam dari luar.
Aku yang tadinya mau masuk kamar ku urungkan untuk membuat minum dan cemilan.
Mereka semua berkumpul di ruang tamu bercerita sesekali gelak tawa terdengar. Aku yang enggan ikut nimbrung pun memilih tetap berada di dapur sambil nonton drama Korea yang baru saja tayang.
Sangking asiknya nonton tak gak sadar kalau Malik sudah duduk di seberang aku duduk.
"seru ya filmnya ?"
"Iya, seru kali pun ada sedih-sedihnya gitu bikin baper"
Karena ada yang ngajak ngobrol spontan aku menoleh setelah menjawab.
"Masih hobi ya ngintipin orang ?"
__ADS_1
"gak ngintip, gak sengaja liat kamu di sini habis dari toilet"
"Sudah selesaikan ?" tanyaku ketus, entah kenapa melihatnya bawaannya emosi terus. Kalimat-kalimat yang dia ucapkan dulu masih saja membekas di kepalaku.
"Aku minta maaf soal ucapanku waktu itu"
"Sudahlah, semua yang kamu bilang itu bener jadi gak usah minta maaf"
"Shof, jika memang Hendra lelaki pilihanmu aku bisa apa. Gak mungkin aku melarang kamu kan. itu hak kamu menikah dengan siapapun. Satu yang harus kamu tau Shof, perasaanku gak berubah dari dulu sampai sekarang "
Ku tarik napas dalam-dalam. "Malik taukah aku gak jadi menikah dengannya itu karena masih ada kamu di sini Malik, bertahun-tahun lamanya untuk melupakan semuanya tapi sekejab itu saja runtuh karena pertemuan kita yang gak di sengaja itu" batinku
"Aku permisi pulang dulu" pamitnya pergi.
Kalau boleh meminta Kamulah satu-satunya orang yang aku mau Malik tapi untuk ngomong sekali lagi egoku terlalu tinggi.
________
Hari ini kami semua akan berangkat ke Jakarta untuk acara wisuda ku. Ibu yang paling antusias sekali membuat ku tak bisa untuk tak menitikan air mata.
Selama di perjalanan cukup heboh dan repot membawa bocil-bocil. Semua berangkat kecuali kak Zahra dan suaminya karena kondisinya yang hamil besar.
Selama di Jakarta kami semua menginap di hotel selain dekat dengan gedung acara.
Acara wisuda berjalan sedikit agak lama mengingat banyak para mahasiswa yang di wisuda hari ini baik yang Strata 1 atau Strata 2.
"Ibu senang kan " tanyaku saat keluar gedung.
"banget nak" ucap ibu berkaca-kaca.
Setelah puas berfoto-foto akupun mengajak keluargaku langsung menuju tempat makan yang udah aku reservasi terlebih dahulu.
Cukup bahagia melihat orang yang aku sayangi yang selalu mendukung ku berada di sini meskipun tanpa kak Zahra.
__ADS_1
Setelah selesai kamipun kembali ke hotel untuk beristirahat karena besok pagi kami semua akan kembali ke Kampung.