Cinta (Tak) Berpemilik

Cinta (Tak) Berpemilik
Ngunduh Mantu


__ADS_3

Hari pernikahan Farhan pun tiba, setelah ijab Qobul dilaksanakan di rumah mempelai wanita minggu depan akan ada acara ngunduh mantu di rumah Ibu.


Resepsi kedua Farhan ini begitu terasa, selain mengumpulkan keluarga yang jarang sekali bertemu di sini Ibu juga mengundang teman-teman masa sekolahnya dulu dari SD sampai dia kuliah.


Dan entah dapat ide dari siapa setiap teman yang hadir baik dari teman SD sampai teman kuliahnya sudah di beri dress code yang berbeda sesuai jenjangnya.


Kami anak-anaknya sampai geleng-geleng kepala menyaksikan idenya ini. Bagaimana tidak, biasanya yang heboh soal seperti itu adalah yang muda mudinya saja tapi kali ini beda luar biasa.


Dia hanya beranggapan akan mudah nantinya dia mengenali temannya yang hadir.


Mataku terbelalak saat ku dapati kedatangan Shofie beserta Pak Rasyid dan Istrinya.


Mereka berdua berdiri tak jauh dari mejaku saat ini.


Dia dengan gaun panjangnya berwarna Navy sungguh manis sekali.


"Samperin dong sayang kalau cuma di liatin doang, kapan lagi bisa jumpa" ledek kakakku.


Aku yang masih ragu pun tak beranjak dari tempat duduk ku sampai akhirnya kakak ku sendiri yang menghampiri Shofie.


Entah apa yang mereka bicarain yang jelas saat ini Shofie berjalan mendekati ku.


"Hai apa kabar ?" sapanya


Kakak ku yang berada di belakangnya pun senyum jahil dan mengkode agar aku bisa berbicara berdua dengannya.


"baik" sahutku singkat.


Hening


Karena canggung aku pun beranjak hendak pergi namun nahas seorang pelayan tak sengaja menyenggol ku dan nampan yang berisi minuman tumpah mengenai baju Shofie.

__ADS_1


"Maaf Tuan "


"Kamu gak papa kan Shofie?"


"Aku gak papa cuma ini bajuku basah sekali karena air minuman tadi"


Dia yang sibuk membersihkan bajunya dengan tisu pun langsung ku tarik ke dalam rumah.


"Malik lepasin" pintanya tapi tetap ku pegang tangannya membawanya masuk ke ruangan yang sepi.


"Maaf Shofie" ku lepas tangan yang sedari tadi ku pegang " tunggi di sini jangan kemana-mana" sergahku lagi


"Ambil ini, gantilah dengan ini nanti masuk angin kau kan baru saja datang tidak mungkin langsung pulang kan "


"Tapi ini" sambil mengangkat pakaian ganti yang ku bawa.


"Ini gaun kakakku aku tadi yang memintanya untukmu, Masuklah ke kamar ku di atas karena kamar di bawah sudah ada penghuninya di dalam.


Belum lagi selesai kalimatnya sudah ku tarik lagi dia ke atas, karena aku tau dia pasti sungkan untuk menggantinya di kamarku.


"Cepatlah aku tunggu di sini" ujar ku.


Setelah lima belas menit menunggu Dia pun keluar dengan baju yang pas sekali di badannya.


"Bajumu letakkan saja di kamar mandi kamarku, gak mungkin kan selama di sini kamu bawa-bawa itu"


"Baiklah"


Setelah selesai semuanya aku dan Shofie kembali keluar rumah di mana acara di gelar.


"Wahh cantik banget kamu dek, pas pulak di badanmu" ucap kakaknya Malik.

__ADS_1


"Terimakasih kak, maaf ya tamunya yang ini ngerepotin sekali"


"Gak papa lo, namanya juga tak terduga siapa yang tahu. Oiya Zahra dimana dia sekarang ?"


"Sekarang dia lagi di sini kak, di rumah Ibu, sebelum lahiran dia udah pindah ke sini sudah tiga bulanan dia di sini, minggu depan baru balik ke Medan"


"wahh dia uda lahiran kok aku gak di kasih tau ya di sini pulak"


"main dong kak kerumah mumpung lagi sama-sama di sini"


"Iya deh, entar siap acara aku ke sana, titip salam ya"


"Iya nanti aku sampaikan"


Gak ada waktu untuk bisa bicara berdua dengan Shofie ada saja gangguan sampai saat dia mau balik.


"Aku balik dulu ya"


Begitu saja Dia pergi dan aku tetap berjalan di sampingnya sampai mobil.


"kok di anterin, gak enak di lihat ?"


"Gak papa, ada yang mau aku bilang, besok malam aku ingin ngajak kamu keluar, apa ada waktu ?"


" hemm...


Melihat Dia yang agak ragu akupun memilih tak memaksanya seperti yang dulu.


"Kalau sibuk gak papa kok Shof "


"Bukan gitu maksudnya, Baiklah aku tunggu, kalau begitu aku permisi dulu"

__ADS_1


"Hati-hati Om di jalan" Sapaku saat Ayahnya Shofie menurunkan kaca mobilnya.


__ADS_2