Cinta (Tak) Berpemilik

Cinta (Tak) Berpemilik
Ruang Bersalin


__ADS_3

Hari ini pasangan Malik dan Shofie membuat acara tasyakuran tujuh bulanan kehamilannya. Seperti pada acara tujuh bulanan pada umumnya mereka juga melakukan adat yang turun temurun.


Shofie yang kini tengah bersiap di mandikan pakai air bunga pun mendadak geli sendiri dengan pakaiannya.


"sayang aku malu " ujar Shofie sebelum keluar kamar menuju tempat acara.


"kalo kamu gak nyaman kita skip aja yg bagian ini"


"tapi aku ingin mas, ini yang pertama bagiku aku ingin mengikuti semua prosesnya seperti yang aku lihat di sosial media itu"


"kamu tenang nak Shofie, nanti badan kamu di tutupi pakai sarung lagi " ujar mertuanya yang menyusul.


"beneran Bu gak papa ?" tanya Shofie memperjelas.


"Bener dong masak Ibu bohong ama mantu ibu sendiri, buru yuk semua uda pada nunggu lo, kamu bawa istri kamu pelan-pelan Malik"


" Iya Bu, yuk sayang"


Satu persatu prosesi tujuh bulanan pun dilakukan sampai ketika kini Malik harus membelah kelapa.


Orang bilang proses ini bisa mengetahui jenis kelamin si jabang bayinya alias USG tradisional. Apabila di ayah membelah kelapa/gading nya lurus maka anaknya adalah perempuan dan apabila si ayah membelahnya miring maka anaknya adalah laki-laki.


Sebagai orang jawa kental, keluarga Malik juga menyiapkan makanan khas orang tujuan bulanan seperti buceng kuat tumpeng pitu, bubur pitu jenang abang putih, rujak tingkep, cengkir gading gambar tokoh wayang, cendol dan tak lupa nasi urap yang menjadi menu favorit.


Acara yang di hadiri oleh dua keluarga dan juga teman dekat membuat acara berjalan hikmat.


"duhh bumil aku telat ni maaf ya banyak pasien" ucap Jihan yang baru datang.


"gapapa bu dokter, yang penting uda di sempetin dateng aku uda seneng lo"


" nih titipan dari ibu buat baby katanya" ucap Jihan menyerahkan beberapa bag yang di bawanya.


"hem kok repot-repot si, tapi makasi ya salam buat ibu ama ayah mu ya ji"


"siip, aku laper ni, aku makan ya hihihi" Jihan yang uda merasa lapar berjalan agak cepat menuju stand makanan.


Saat ia hendak mengambil piring tak sengaja Bima juga melakukan hal yang sama. Spontan keduanya sama-sama menoleh dan merasa kaget.

__ADS_1


"Bima, Jihan" ucap mereka bersamaan.


Mereka sebenarnya adalah mantan kekasih waktu masa kuliah, sejak putus mereka berdua sama-sama belum mencari pengganti satu sama lain.


Kandasnya hubungan mereka karena memang keduanya ingin sama-sama fokus menyelesaikan studinya dulu. Sampai akhirnya mereka di pertemukan lagi di sini.


Baik Malik maupun Shofie walaupun dekat dengan kedua orang tersebut nyatanya mereka tidak tahu menau.


_________


Tengah malam itu Shofie tidaklah bisa tidur karena ia bolak balik ke kamar mandi sekedar buang air kecil. Malik yang melihat istrinya mondar mandir pun jadi tidak bisa tidur juga.


"Yang, kamu gak papa"


"gak papa mas, mungkin karena uda bulannya untuk lahiran makannya pipis-pipis terus kali ya"


Perutnya yang mulas setiap sepuluh menit menjadi limat menit membuatnya tak bisa menahan lagi.


"Mas, kayaknya kita harus ke rumah sakit deh, kayaknya ini memang mau lahiran, mulesnya makin aja soalnya mas"


Malik dengan sigap membawa istrinya menuju mobil tak lupa memberikan titah pada bi Sumi untuk menyiapkan keperluan Shofie dan bayinya.


Dokter dan suster segera membawa istrinya ke ruang bersalin.


Malik yang ikut ke dalam ruangan itu menjadi tegang. Karena ini yang pertama baginya dia jadi merasa gugup.


Melihat Istrinya yang mengejan tidaklah ia tega melihatnya yang berjuang sendiri.


"pak, bapak bisa bantu memegang tangan istri bapak, semangatin istrinya pak" ucap seorang suster.


"Sayang, aku tau kamu kuat, sebentar lagi kita bisa ketemu sama anak kita"


"kamu tarik nafas pelan-pelan sayang lalu buang seperti yang kamu lihat di YouTu*e itu"


Ya, Shofie kerap kali melihat bagaimana proses melahirkan normal lewat YouTu*e. Ia juga sering melakukan olahraga yang membuat si bayi cepat keluar. Apapun yang di beritahukan baik kata dokter maupun orang tuanya ia ikuti.


"Mas" ucap Shofie yang penuh dengan peluh.

__ADS_1


"Mas di sini, Ibu Ayah semuanya juga menunggu kamu di sini, ayok sayang ikutin instruksi dokternya.


"Bagus Bu, kepalanya sudah kelihatan, tarik nafas lalu buang ya bu, pelan-pelan saja biar tidak ada robekan bu rileks"


"Nah sepeti itu, jangan di angkat panta*nya ya bu lihat perut ibu saja, nah bagus sedikit lagi bu, ia ini sudah keluar kepalanya ibu hebat, sekali ngejan lagi ya bu tarik nafas bu Masya Allah Alhamdulillah " begitulah ucap dokter yang menangani Shofie saat bayinya keluar.


Malik yang melihat anak manusia yang baru saja keluar itu membuatnya haru meneteskan air mata. Ia menatap Shofie lalu menciumnya berkali-kali.


"kamu memang kuat sayang kamu hebat, anak kita sudah lahir, terimakasih ya sayang"


Shofie yang tidak bisa menjawab hanya bisa menangis haru, Ia tak menyangka jika bayi itu keluar dengan sangat cepat tanpa menyiksa terlalu lama seperti yang dikatakan orang-orang.


"Selamat ya pak buk bayinya sehat lengkap dan cantik seperti ibunya" ucap dokter setelah bayi di bersihkan dan di perlihatkan.


" Nah, sekarang bapaknya sudah bisa mengadzani ya, silahkan"


ini pengalaman pertama baginya, walaupun dulu ia pernah menggendong keponakannya tapi saat usianya sudah sebulanan kalo ini beneran baru di lahirkan.


Ia menatap mata anaknya sambil meneteskan air mata, sungguh ini membuatnya merasa bahagia.


Selesai mengadzani ia pun keluar memberikan kabar gembira itu pada keluarganya yang sedari tadi menunggu.


Setelah Shofie di pindahkan mereka berkumpul di kamar rawat yang memang sudah di persiapkan untuk kelahiran Shofie.


Kamar rawat yang di tempati merupakan kamar yang bisa menampung banyak orang terlebih ada dua kamar dan ruang tamunya sehingga tidak terlihat banyak orang.


Beberapa hari kemudian Shofie di perbolehkan pulang dan untuk kali ini Ibunya dan mertuanya yang mengajukan diri untuk menemaninya sampai habis masa nifasnya.


"Wah cucu eyang sama nenek uda sampai ni di rumah papa mama" ujar Pak Herman yang terlebih dahulu sampai.


Hari ini sanak saudaranya berkumpul untuk acara aqiqah anaknya Malik dan Shofie. Anak mereka yang cantik nan berkulit putih itu di beri nama Ameena Sea Malik.


Di antara banyaknya orang yang hadir tak luput pula sosok sahabat dekatnya Jihan yang datang bersama Bima.


Sontak saja itu membuat tanda tanya dalam hati Malik maupun Shofie.


"kalian saling kenal ?" tanya Shofie penasaran.

__ADS_1


Jihan dengan menahan rasa groginya mengangguki pertanyaan Shofie begitu juga dengan Bima. Mereka juga menceritakan kilas balik kisah mereka yang membuat sepasang suami istri ini hanya ber oh oh saja.


Dan lebih kagetnya lagi mereka memutuskan menikah dalam waktu dekat.


__ADS_2