Cinta (Tak) Berpemilik

Cinta (Tak) Berpemilik
Peresmian


__ADS_3

Karena Hari ini peresmian gerai ku yang pertama aku mengundang seluruh rekan guru di TK MIS SMP dan SMA di bawah naungan sekolah ini untuk turut merasakan rasa syukur ku.


Aku permisi langsung pulang setelah anak TK pulang. Setelah sampai di tempat langsung ku ganti seragam ku dengan baju ganti yang ku bawa.


Gerai ku terletak di pinggir kota dengan tempat parkir yang cukup luas, aku juga merekrut lima pegawai untuk bekerja disini. Ya di sini masih ada satu gerai saja yang menjajakan makanan Frozen food yang bisa di makan di tempat maupun di bawa pulang, selain itu juga tersedia pentol dan makanan kampung kesukaanku yaitu nasi urap khas buatan ibuku langsung.


Setelah semua tamu undangan hadir aku pun memotong pita sebagai tanda sah di bukanya gerai ini.


Di sela-sela sibukku yang menyambut para tamu, tampak olehku Hendra yang turun dari mobil sewaannya. Ya selain bawa diri dia juga membawa sebuah buket bunga mawar putih kesukaanku. Disinilah bisik-bisik mulai kudengar. Maklum saja selama ini belum ada yang mendekati ku dengan terang-terangan. Sekalipun ada hanya lewat sosial media dan jarang sekali ku respon.


Ku tinggalkan Hendra untuk menyapa tamu yang lain.


Menjelang makan siang Jihan yang ku pinta untuk mengundang teman alumni pun hadir bersama dengan yang lainnya.


Kehebohan makin terasa saat Malik beserta ibunya turut hadir di tengah-tengah kami.


Ibunya yang tak lain adalah teman ibuku pun menghampiri ku dan memberikan sebuah bag kecil sebagai ucapan selamat.


Malik yang memakai pakaian casual dan sepatu santainya pun terlihat berbeda seperti biasanya, ya dia pasti menyesuaikan dimana dirinya berada.


ahh apa peduliku padanya.


Di tengah ramainya pengunjung Hendra mendekati ku untuk pamit karena sudah waktunya untuk ia ke bandara. Saat ia berpamitan dengan orang tuaku ku dapati Malik melirik selidik ke arah Hendra, entah apa yang di fikirannya.


Ku antar Hendra sampai ke mobilnya yang mana ini sudah pasti jadi bahan gosipan baru nantinya.


Jelas sekali tatapan Malik memandang ku dingin.


Wahai hati kuatkan hatimu besarkan sabarmu luaskan maaf mu ampuni aku ya robb atas tindakanku yang membuat semua orang jadi menggunjingi ku


Menjelang sore satu persatu pada kembali pulang, seperti biasa sebelum teman-teman ku pulang kami berswafoto untuk kenang-kenangan dalam grup alumni.


Saat acara selesai ku pandangi sekeliling tempat ini dan taraaaaa ternyata Malik belum juga pulang.


Dengan santainya ia menghampiriku dan duduk berhadapan denganku.


"Laki-laki yang kamu antar tadi itu laki-laki yang kemarin datang kerumahmu kan ? siapa dia sebenarnya ?" selidiknya


"siapapun dia bukanlah jadi urusan kamu, dan siapapun yang datang ke rumahku terserah tuan rumah mempersilahkan masuk apa tidak dan itu jelas bukan hak kamu juga" ketusku


"untuk apa si repot-repot cari tau ? kenapa ?kamu bukan siapa-siapa di hidup aku kan please banget aku sama kamu jangan campuri urusan aku apalagi masalah pribadi ku"


Dia tetap memandangiku datar

__ADS_1


"aku mau tanya sama kamu, sebenarnya tujuan kamu apa selalu mengusik ku ? bahkan sekalipun aku gak pernah menyinggung perasaanmu kan" sambil ku pandangi orang yang berlalu lalang di jalan


"Shofie, sejauh ini aku hanya butuh maaf tulus dari kamu, masalah lelaki tadi ya aku gak berhak tapi itu sungguh menggangguku " sanggahnya


"aku sudah maafin kamu dari dulu tapi memang keadaan gak bisa kayak dulu lagi dan kamu terganggu dimananya kan kalian gak saling kenal?" balasku


"aku mungkin gak kenal dia tapi aku tau dia suka sama kamu dan sebelum dia aku juga masih mengharapkan kamu dari dulu sampai saat ini, aku rasa kamu paham" ujarnya


"ehh ehhh ini kenapa kok kayaknya lagi tegang sekali, ada apa dengan kalian ?" tanya ibuku


"gak ada apa-apa kok bu biasakan kawan lama gak pernah ketemu" kilahku


"yasudah kalo begitu kita pulang karena habis magrib masih ada acara di rumah" ajak ibuku


"kamu naik apa dahlia ? motor ?" kali ini ibunya malik yang bicara sambil matanya mencari sesuatu di parkiran.


"Iya, tadi kan saya ke sini sama Abahnya tapi karena ada kepentingan jadi beliau pulang duluan dan Shofie hanya naik motor karena dia kesini langsung dari sekolahannya" jawab ibu


"gimana kalo kalian kami antar saja, soal motor kan bisa di titipkan di sini" tawar ibu malik


"tidak usah merepotkan kami gak papa naik motor toh gak jauh juga" tolak ibu


"ayolah Dahlia sesekali gak papa dong, lagian sudah lama sekali aku tidak berkunjung kerumah mu, terakhir kesana itu waktu putrimu mengaqiqahkan anaknya kalo tak salah ingatku"


perasaanku kayak gak enak banget, rasa-rasanya aku lagi-lagi harus melihatnya.


Sesampai di rumah aku segera saja membereskan ruang depan untuk acara tasyakuran ini, untung saja kak Zahra hari ini nginap disini jadi ada yang menolongku untuk beberes.


Karena gak enak sudah di antar pulang ku buatkan Malik secangkir kopi dan ibunya masih berjibaku di dapur menemani ibu masak.


Ku tinggalkan dia seorang diri di teras samping sampai menjelang magrib ku lihat dia masih bertahan di sana.


ahh kenapa harus seperti ini,


Apa rencana mu ya Robb


____


Selesai acara ibunya malik pun berpamitan kepada kami semua.


Saat aku hendak menyalaminya tiba-tiba ibunya ngomong "maafkan semua kesalahan Malik ya nak Shofie, dia sekuat tenaga bangkit dari rasa bersalah, ibu tau kalian dulu adalah teman yang punya perasaan yang sama tapi keadaan yang tidak bisa kita taksir membuat semuanya berubah, ibu harap setelah ini kamu buka hati kembali untuk Malik"


Seperti ada yang menusuk ke hati ucapan ibunya Malik ini.

__ADS_1


Aku hanya tersenyum tak mampu membalasnya dengan kata-kata.


Jadi benar apa yang di ucapkan Yunda saat itu, dia menghukum dirinya sendiri. Ya Allah sebegitu besarkah rasa bersalahnya padaku hingga detik ini juga dia belum bisa hidup dengan tenang tanpa maaf dariku.


Oh Tuhan jahat sekali hambamu ini, engkau yang maha pemaaf saja menerima semua kesalahanku kenapa aku yang tempatnya salah merasa suci hingga tak mampu memberi maaf padanya.


_____


Sepanjang malam aku terus memikirkan ucapan ibunya Malik


Apa memang pertemuan-pertemuan kami yang tanpa sengaja itu di peruntukan padaku dan Malik hanya untuk memberikan maaf padanya.


Ku ambil Hp yang sedari siang ku cuekin


Ku baca satu persatu pesan yang masuk.


Shofie


Aku sudah sampai di Jogja dan terima kasih untuk oleh-olehnya.


Sampai bertemu di lain waktu.


Ya begitulah pesan yang ku terima dari Hendra.


Ku gulir kebawah pesan-pesan yang menumpuk mencari-cari nomor malik yang belum juga ku simpan.


Ada rasa ragu tapi aku gak boleh egois


Bismillah saja semoga dengan ini keadaan jauh lebih baik


Assalamualaikum


Malik


Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk hadir di geraiku.


terima kasih juga karena sudah mengantar aku dan ibu pulang bahkan sampai acara selesai.


Dari semua ucapan terima kasihku ini aku hanya ingin kamu tahu kalo aku sudah ikhlas memaafkan semua yang sudah terjadi antara kita


Maaf juga sudah membuatmu membuang-buang waktumu hanya untuk meminta maafku


dan sekali lagi aku minta maaf jika ucapanku beberapa hari lalu membuatmu tersinggung

__ADS_1


kirim


Setelah pesan ini terkirim ada rasa yang begitu lega mungkin memang seharusnya begini.


__ADS_2