Cinta (Tak) Berpemilik

Cinta (Tak) Berpemilik
Hutang Penjelasan


__ADS_3

"sejak kapan ya, emm mungkin sejak kamu memperhatikan pasangan itu" sambil menunjuk dua insan yang sedang tertawa seraya pasangannya mengelus perut buncit istrinya


""apa kedatangan ku buatmu tidak nyaman ?"


"enggak, duduklah "


Kedatangannya memang sudah ku wanti-wanti sejak ibu beritahu malam itu. Dan sudah jadi kebiasaannya sejak kembali bertemu denganku dia seperti jelangkung.


"lagi apa ke sini ? jangan bilang memang mau ketemu aku ya "


"jangan ke kepedean gitu, aku ke sini karena ada meeting sama klienku dua jam lagi yang gak jauh dari sini"


"terus tujuan kamu ke sini ngapain coba ?"


Malik menggaruk tengkuknya yang ku pikir gak gatal itu, ah ketahuan sekali dia.


Kami saling diam menatap ke arah pasangan yang sedari tadi ku perhatikan


"sejak kabar dari Ibumu aku langsung menuju ke sini, kamu tau kenapa ?" dan aku hanya mengangkat bahuku " karena kamu punya hutang penjelasan sama aku shof"


"hutang penjelasan gimana maksudnya, aku gak ngerti maksud mu"


"ya pokoknya hutang penjelasan, waktu itu hubungan kita baik-baik aja sudah seperti biasa terus kamu juga uda dengan baik hati ngajak aku ketemu terus kenapa kamu tu pergi tanpa pamit, atau jangan-jangan yang kamu ngajak ketemu itu sebagai perpisahan gitu ?" "aku gak tau jalan pikiran mu shof"

__ADS_1


"ya hubungan kita sampai sekarang tetep baik-baik aja kan gak ada masalah, aku sekarang udah biasa aja, terus untuk aku yang ngajak ketemuan waktu itu kan udah ku bilang alasannya kan"


"terus kenapa gak bilang kalo kamu kuliah lagi di Jakarta pulak"


"Malik, aku bingung deh ama kamu, kenapa aku mesti bilang ke kamu, toh kita ini siapa, bukan siapa-siapa juga, sama kayak temen-temen yang lain juga kan, jadi aku rasa aku gak harus ngelapor ama kamu"


Malik menatap lurus ke depan sampai ku lihat dia mengepalkan tangannya.


"ya, aku sama seperti temen yang lain gak ada bedanya" ucapnya lirih yang masih jelas ku dengar


"aku pergi dulu" pamitnya langsung berjalan keluar


Aku tau Malik sedang berada dalam mode kesalnya, aku ingin sekali mengatakan sejujur jujurnya tapi melihat keadaan yang tidak mungkin ini apalagi aku baru saja memasuki kembali dunia perkuliahan.


_________


Malik memasuki mobilnya, dia membanting pintunya dengan kasar, rahangnya mengeras, berkali-kali dia mengusapkan wajahnya dengan rasa kesal.


Sebulan menunggu dan dia hanya mendapatkan ini.


Rindunya menggebu pada wanita yang telah merampas separuh hatinya itu, semangat yang awalnya penuh kini tinggal setengah saja.


Entah dia yang kurang berjuang atau Shofie yang menutup mata dan hatinya untuk sikapnya selama ini.

__ADS_1


Malik betul-betul menyesali sikapnya yang berlebihan seperti ini terhadap shofie.


Shofie bukanlah seperti wanita pada umumnya, dia mempunyai tekad yang tidak mudah untuk digoyahkan, keinginannya harus dia dapat, dia bukan gadis yang mudah tersentuh terhadap kejutan dari seseorang.


Dia wanita yang pandai menyimpan perasaan, menutupi kesedihannya bahkan tak jarang dia lebih mementingkan kebahagiaan orang lain dari pada dirinya sendiri.


________


Hari-hari di jalani Malik dan Shofie tanpa terasa mereka tidak pernah lagi bertemu selama hampir setahun.


Keduanya memilih diam tidak ada komunikasi sama sekali.


Shofie yang memang tidak ambil pusing karena fokus menyelesaikan studinya yang sebentar lagi selesai, begitu juga dengan Malik.


Dia memutuskan untuk tidak menghubungi Shofie semenjak dia mendatanginya ke kampus waktu itu, dia menahan hati dan dirinya untuk tidak menemui gadis itu.


Dia hanya melihat kegiatan-kegiatan gadis itu dari foto ataupun vidio yang di terimanya dari orang suruhannya.


Tidak mudah bagi Malik melupakan begitu saja.


Setelah hampir enam tahun mereka tak bertemu lalu setelah bertemu tak lama ia di tinggal lagi tanpa pamit.


Hati mana yang tidak kecewa, itu sudah pasti.

__ADS_1


Diam-diam mencintai lebih sakit melihat orang yang di cintai diam-diam mengabaikan begitu saja.


__ADS_2