Cinta dari Korea

Cinta dari Korea
Episode 99 "Makan Malam Romantis"


__ADS_3

Sore hari pukul 16.00 Adit terbangun dari tidurnya, dia melihat wajah Indah yang masih tertidur pulas di sampingnya dan menghadap dirinya.


Setelah adegan ciuman dengan penuh rasa sayang dan hasrat di antara mereka, Adit dan Indah tidur satu ranjang bersama, sembari Adit menenangkan perasaan Indah.


Adit melihat wajah Indah yang cantik di depan matanya saat ini, Adit mengelus rambutnya Indah dengan penuh kasih sayang serta senyuman yang terus mengembang di bibirnya.


"Maafkan aku sayang" Ucap Adit dalam hatinya sembari dia masih terus mengelus rambut Indah tersebut.


Adit bangun dan beranjak pergi meninggalkan Indah yang masih tertidur pulas, Adit tidak tega untuk membangunkan Indah, dia tahu capeknya Indah yang bekerja di area produksi.


Setelah mandi dan sholat ashar, Adit pergi ke dapur untuk membuatkan makan malam untuk Indah, kali ini dia ingin membuat makan malam romantis untuk Indah.


Dia sudah menyiapkan bahan-bahan untuk membuat masakannya, Adit membuat steak daging yang notabenenya pernah dia buat beberapa kali saat dirinya bekerja di Korea waktu itu.


Sebentar lagi masakannya sudah hampir jadi, Adit pergi ke kamarnya yang akan membangunkan Indah dan ternyata dia sudah bangun dan sedang sholat magrib.


Setelah menunggu beberapa menit, kini Adit menghampiri Indah yang tengah melipat mukenanya itu.


"Sayang? Ayo kita makan! Aku sudah siapkan makanan buat kamu, jangan lupa pakai gaun yang pernah aku belikan buat kamu ya sayang!" Ucap Adit kepada Indah


"Kenapa harus pakai gaun? Kan makannya di rumah" Sahut Indah yang masih bingung dengan ucapannya Adit.


Adit tersenyum kepada Indah dan menjelaskan perihal alasannya kenapa harus meminta Indah memakai gaun dan berdandan yang cantik untuk makan malam saat ini.

__ADS_1


Aditpun keluar dari kamarnya sembari membawa pakaian untuk ia pakai makan malam bersama Indah, setelah ia menjelaskan nya kepada Indah.


Wajah Indah terlihat lesu dan tidak bersemangat, malam ini adalah malam terakhir nya bersama Adit, karena besok Adit sudah harus berangkat meninggalkannya di kota ini.


Indah memikirkan apa yang orang tua dan calon mertuanya telepon kepadanya saat siang hari tadi, dengan wajahnya yang masih termenung melihat ke arah kaca yang ada di depannya saat ini.


Indah menarik nafas panjang dan berusaha untuk menghilangkan perasaan sedih yang sedang berkecamuk di dalam dirinya, lalu Indah mulai merias dirinya dengan skincare dan make up-nya.


Kini Indah sudah cantik mengenakan gaun bewarna biru tua, riasan wajahnya sangat natural dan hanya di hiasi lipstik bewarna pich yang melekat di bibirnya saat ini.


"Sayang? Sudah selesai belum?" Ucap Adit yang kini sudah masuk ke dalam kamarnya, sontak Indah menoleh ke belakang dan melihat Adit sudah berdiri dibelakangnya.


Indah tersenyum manis melihat penampilannya Adit yang begitu tampan malam ini, dengan memakai setelan jas bewarna hitam yang menambah ketampanannya saat ini.



Indah berjalan mendekati Adit, "Ayo, aku sudah siap!" Sahut Indah dan langsung menggandeng tangannya Adit, dengan senyumannya yang masih mengembang dibibir manisnya.


Mereka berdua sudah sampai di meja makan yang Adit sulap begitu cantik, berhiasan lilin dan bunga yang berada di tengah meja makannya, ditambah lampu dapur yang redup, menambah keromantisan suasa malam ini.


Adit mempersilahkan Indah duduk di kursinya, "Kamu yang buat semua ini sayang?" Ucap Indah yang terkagum melihat suasana di dapur ini yang menjadi lebih cantik.


"Iya sayang, mari kita makan. Aku sudah masakan makanan lezat buat kamu" Sahut Adit dan mempersilahkan Indah untuk makan, tampak steak daging dengan saus barbeque tersaji di mejanya saat ini.

__ADS_1


Merekapun menikmati makanan yang Adit siapkan untuk orang yang dia cintai, malam ini Indah benar-benar bahagia dan senang dengan apa yang Adit lakukan kepadanya.


"Indah, aku benar-benar mencintai kamu, aku harap perpisahan kita ini tidak merubah cinta kita berdua" Ucap Adit menatap mata Indah, sembari dia memegang tangan Indah.


(Foto hanya sebagai pemanis ya)



Indah menatap mata Adit, tampak begitu dalam dan jujur apa yang Adit katakan kepadanya, lalu Indah tersenyum dan mengangguk seraya menjawab apa yang Adit katakan kepadanya.


"Pernikahan kita kurang 1 bulan lagi, dan kamu juga tahu tadi siang bunda telepon kita, bahwa pernikahan kita harus terpaksa diundur 1 bulan lagi lantaran kesehatan ayahku yang masih belum pulih dan kedua orang tua kita juga sudah setuju akan hal ini. Aku harap semoga kamu bisa mengerti ya sayang. Aku janji akan sering mengunjungi kamu, jadi aku mohon buang perasaan sedih kamu!" Ucap yang masih menggenggam erat tangan Indah dengan tatapannya yang jauh lebih serius.


Indah tersenyum dan menghela nafas panjang, "Iya sayang, aku nggak sedih kok. Lagian kedua orang tua kita juga setuju akan hal ini, hanya saja aku terlalu mencintai kamu" Timpa Indah dengan Jujur ke Adit.


Mendengar apa yang Indah katakan kepadanya, membuat hati Adit sakit merasakan apa yang Indah rasakan saat ini, tampak mata Adit berkaca-kaca seolah menahan tangis, lantaran tidak tega harus membuat Indah sedih akan apa yang terjadi saat ini.


"Hemm, enak banget sumpah! Kau nggak nyangka kamu pinter masak" Ucap Indah yang mencoba mengalihkan pembicaraan, sembari memakan steak buatannya Adit tersebut.


Adit tersenyum dan tertawa kecil melihat Indah yang begitu gampang sekali berubah perasaannya, namun Adit mengerti sikap Indah seperti ini hanyalah untuk menutupi perasaannya.


Bersambung ...


Kamsahabnida sudah baca novel saya, Jangan lupa untuk LIKE, LOVE, VOTE dan tinggalkan masukan atau kritik yang membangun di kolom komentar ya 😊

__ADS_1


__ADS_2