Cinta dari Korea

Cinta dari Korea
Episode 89 "Malam Terakhir"


__ADS_3

Adit dan Indah sudah berada di dalam mobil sport bewarna silver seharga 750 juta, setelah beberapa jam mereka berbelanja kebutuhan Indah dan makan di sebuah restoran Korea yang terdapat di pusat perbelanjaan tersebut.


"Makasih ya dit udah dibelikan semua ini, jeongmal kamsahabnida" Ucap Indah kepada Adit yang saat ini mereka berdua berada di dalam mobilnya.


Adit tersenyum dan memandang Indah, "Kenapa harus terima kasih sayang? Kan kamu udah jadi bagian dari hidup aku" Sahut Adit dengan jujur, sembari dia fokus mengendari mobilnya tersebut.


Indah tersenyum bahagia mendengar apa yang baru saja Adit katakan kepadanya, "Ayo dong panggil aku sayang, dulu aja kamu manggil aku oppa. Aku kangen kamu manggil aku dengan sebutan oppa" Ucap Adit kepada Indah.


Indah menoleh ke Adit, tampak wajahnya begitu menahan malu, hanya senyuman yang manis yang terus terpancar dari paras cantik Indah saat ini.


"Malah di kasih senyum lagi" Ucap Adit kepada Indah, yang melihat wajah Indah yang tersenyum kepadanya sembari dia mengelus rambut panjangnya Indah tersebut.


Indah memandang wajah Adit, dia mencoba memberanikan diri untuk memegang tangan kiri Adit, Adit yang melihat Indah memegang tangannya sontak terkejut dan menoleh ke Indah dan tersenyum.


Sepanjang perjalanan, mereka terus bergandengan tangan, senyum yang terus merekah di bibir keduanya menandakan bahwa mereka benar-benar bahagia saat ini.


Adit mengendari mobilnya menuju rumahnya, hari yang sudah semakin sore, membuat mereka harus mandi dahulu sebelum ke rumah sakit lagi.

__ADS_1


Kini mereka sudah siap untuk bertolak ke rumah sakit, dimana ayahnya Adit di rawat, Indah membawakan buah-buahan yang sudah di kupas dan dipotong untuk kedua calon mertuanya tersebut.


Mereka sudah sampai di rumah sakit, dengan senyuman yang hangat dan wajah yang bahagia, Dian dan Hermawan menyambut anaknya dan calon menantunya tersebut.


Indah memberikan 1 kotak buah-buahan itu kepada Dian calon mertuanya, Indah dan Adit bercengkrama bersama Dian dan Hermawan yang sedang menikmati buah pemberian dari Indah tadi.


Hingga tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 22.00, Adit dan Indah berpamitan pulang, lantaran besok siang mereka sudah harus bertolak kembali lagi ke Kota C dimana mereka berdua bekerja saat ini.


Setelah 15 menit perjalanan dari Rumah sakit ke rumahnya Adit, kini mereka berdua sudah sampai di rumah, keadaan rumah Adit tampak sepi, hanya 2 orang asisten rumah tangga dan 1 orang penjaga rumah saja yang berada di rumahnya saat ini.


Adit dan Indah masuk ke dalam rumah, sembari mereka membawa tas belanjaan tadi, Adit masih menggandeng tangan Indah, Adit berjalan masuk ke dalam kamar Indah untuk menaruh barang belanjaan tadi.


Adit yang tersenyum menatap mata Indah, lalu tiba-tiba Adit mencium kening Indah, sontak kejadian ini berhasil membuat Indah terkejut untuk yang kedua kalinya.


Indah hanya terdiam merasakan bibir hangat Adit yang mendarat di keningnya itu, jantungnya berdegup kencang merasakan semua ini.


Adit tersenyum melihat Indah yang baru saja merasakan ciuman di keningnya itu, "Udah malam, tidur ya!" Ucap Adit kepada Indah, sembari dia merapikan poni Indah tersebut.

__ADS_1


"Oh, Iya" Sahut Indah terbangun dari perasaan kagetnya itu, Adit tersenyum kepada Indah, lalu dia pergi ke kamarnya dan meninggalkan Indahnya yang kini masih duduk di ranjangnya tersebut.


"Ah, dia bener-bener deh. Habis dicium nggak tanggung jawab lagi, huuu ..." Gumam Indah sembari tersipu malu.


Hari sudah larut malam dan Indah masih terbaring di ranjangnya, dia tidak bisa tidur lantaran dia masih mengingat ciuman Adit yang dikeningnya tersebut.


"Kebanyakan hidup di Korea tuh anak, makanya dia dengan berani main nyosor aja ke aku" Ucap Indah yang mengingat ciuman pertamanya saat di taman pabrik dan tadi saat Adit menciumnya di keningnya itu.


Indah tersenyum sendiri mengingat kejadian tersebut, perasaannya benar-benar bahagia, karena Adit sudah menunjukkan bahwa dia hanya mencintainya saja.


Ditambah tadi waktu perjalan pulang ke rumah sakit, Adit menceritakan bahwa dirinya sudah mengakhiri hubungannya dengan masa lalunya, yaitu Nanda Viola Anindita.


Kurang 1 bulan setengah lagi mereka berdua menikah, baju pengantin Indah dan Adit tadi juga sudah dikonfirmasi akan selesai dalam kurun waktu 1 Minggu lagi.


Namun perasaan Adit dan Indah sedang gundah, lantaran Herawan masih sakit dan harus dirawat kurang lebih 3 bulan, sedangkan mereka menikah kurang 1 bulan lebih.


Selain itu, Adit juga harus pindah ke Ibu Kota untuk meneruskan perusahaan Ayahnya yang kini tidak ada yang memimpin.

__ADS_1


Bersambung ...


Kamsahabnida sudah baca novel saya, Jangan lupa untuk LIKE, LOVE, VOTE dan tinggalkan masukan atau kritik yang membangun di kolom komentar ya 😊


__ADS_2