
5 hari telah berlalu, pukul 05.00 Sabtu pagi Indah dan Adit sudah pulang kerja dan kebetulan mereka masuk malam dan ini adalah hari terakhir Adit masuk kerja di PT. X ini.
"Ayo mbak Indah pulang!" Sapa Tika bawahannya Indah yang kini dia bertemu dengan Indah di depan gerbang pabrik tersebut.
"Iya, duluan aja Tik" Sahut Indah kepada Tika, sembari dia membalas pesan dari Bunga Soba alias Adit.
Tidak berselang lama Indah menunggu Adit di depan gerbang pabriknya, kini mobil Adit sudah datang dan Indah langsung masuk ke dalam mobilnya.
"Lama ya sayang? Maaf ya, tadi ada sedikit barangku yang ketinggalan" Ucap Adit kepada Indah, sembari dia mengelus kepala Indah yang tertutupi dengan jilbab kerjanya itu.
"Nggak kok, baru 5 menit" Sahut Indah dan tersenyum kepada Adit.
Hari ini hari terakhir Adit bekerja di PT. X, Adit meminta Indah untuk berangkat kerja bareng untuk yang terakhir kali, sehingga semalam Indah berangkat kerja Adit yang menjemputnya.
Kini mobil Adit melaju menuju rumah dinasnya, tampak hening suasana di dalam mobil, Indah termenung perasaannya campur aduk, tidak bisa dia utarakan lantaran harus berpisah jarak dengan calon suaminya tersebut.
Tangan Adit yang menggenggam tangan Indah yang hangat mampu sedikit menenangkan perasaan Indah, senyum manis terus mengembang di bibir 2 insan yang akan terpisah jarak dan waktu itu.
Kini mereka sudah sampai di rumahnya Adit, Indah dan Adit berjalan masuk ke dalam rumah dinas yang akan segera kosong, lantaran penghuninya akan segera pindah dari Kota ini.
"Kamu mau nasi goreng?" Ucap Adit kepada Indah yang kini berada di sampingnya dengan tangan Adit masih menggenggam tangan Indah tersebut.
__ADS_1
"Iya deh, yang pedes ya!" Sahut Indah sambil tersenyum dan menatap wajah Adit.
"Ya udah, kamu mandi dulu ya sayang" Timpa Adit kepada Indah, sembari dia mengelus kepala Indah.
Indahpun berjalan masuk menuju kamar Adit yang memang terdapat kamar mandi di dalamnya, perasaan Indah kali ini benar-benar sedih, tiba-tiba air matanya jatuh membasahi pipinya, melihat kamar Adit ini mengingatkan Indah akan semua kenangan cintanya kepada Adit.
Indah merapikan kamarnya, dia melihat koper dan tas Adit yang isinya pakaian dan barangnya Adit yang akan dibawa nya balik ke Kota J, melihat kondisi ini membuat Indah begitu sedih.
Indah benar-benar mencintai Adit, sehingga berpisah jarak dengan Adit membuatnya tidak bisa membendung perasaan sedihnya saat ini.
Cukup lama Indah menangis di dalam kamar Adit, begitu banyak kenangan itu membuat Indah tidak bisa mengendalikan perasaan sedihnya itu, lalu Indah beranjak ke kamar mandi.
"Ya ampun, lama banget dia mandinya" Gumam Adit sembari tertawa kecil, yang sekarang dia sudah berdiri di dalam kamarnya itu.
Tiba-tiba Indah keluar dari kamar mandinya, "Sejak kapan berada disini?" Ucap Indah yang terkejut melihat Adit yang kini sudah berada di dalam kamar.
"Sayang ... Sayang ... Ya udah cepet ganti baju, aku tunggu di meja makan ya!" Sahut Adit dan tersenyum manis kepada Indah dan langsung pergi menuju dapurnya itu.
Setelag berganti pakaian, lantas Indah berjalan menuju dapur, kini dia melihat Adit tengah menyiapkan nasi goreng yang dia masak tadi dengan celemek hitam yang masih terpakai di tubuhnya, Indah berjalan mendekati Adit dengan wajahnya yang menahan sedih tersebut.
Tiba-tiba Adit merasakan tubuhnya di peluk oleh Indah dari belakang, "Ada apa sayang?" Ucap Adit terkejut saat Indah memeluknya.
__ADS_1
Adit tersenyum merasakan pelukan hangat dari Indah saat ini, Indah terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Adit, memeluk Adit seperti ini membuat perasaan Indah jauh lebih tenang.
Beberapa hari ini hatinya begitu gundah lantaran terus memikirkan hubungannya dengan Adit, ini kali pertamanya Indah memberanikan diri untuk memeluk tubuh Adit.
Adit membalikan badannya dan melihat wajah Indah, tampak begitu sedih dan terlihat jelas matanya yang sembab sehabis menangis, tidak lama Indah melepaskan pelukan Adit kini Indah memeluk kembali tubuh Adit dari depan dengan erat.
Kali ini Indah tidak bisa menyembunyikan perasaan sedihnya, tidak terasa air matanya jatuh begitu deras, "Ada apa sayang? Kenapa kamu menangis?" Ucap Adit kaget melihat Indah yang tiba-tiba menangis di pelukannya saat ini.
Bukannya Indah menjawabnya, dia malah terus menangis di dalam pelukan Adit, Adit yang awalnya senang karena mendapatkan pelukan dari Indah, kini dia tampak begitu sedih melihat calon istrinya yang menangis di pelukannya.
Adit mengelus rambut Indah seraya menenangkan perasaanya Indah, "Ya udah, kalau kamu tidak ingin cerita. Ayo kita sarapan dulu sayang!" Ucap Adit kepada Indah, sembari dia mempersilahkan Indah untuk sarapan.
Indah dan Adit kini sarapan bersama dengan menu nasi goreng buatan Adit yang dia buat dengan sepenuh hati untuk calon istrinya tersayang.
Adit terus melihat Indah yang berada di depannya itu, tampak terlihat begitu sedih Indah menikmati nasi goreng buatan Adit tersebut.
"Maafkan aku Ndah, aku janji aku akan sering mengunjungi kamu" Ucap Adit dalam hatinya yang saat ini tengah menikmati nasi goreng buatannya itu, sembari terus melihat wajah Indah.
Bersambung ...
Kamsahabnida sudah baca novel saya, Jangan lupa untuk LIKE, LOVE, VOTE dan tinggalkan masukan atau kritik yang membangun di kolom komentar ya 😊
__ADS_1