
Nanda berdiri dengan wajah kesalnya di depan rumah Adit sembari dia menghubunginya, namun Adit tidak menjawab panggilan teleponnya tersebut.
"Adit, kumohon angkat teleponku!" Ucap Nanda sembari dia masih terus menghubungi Adit dari pukul 16.30 tadi, Nanda menunggu Adit di depan rumahnya Adit hingga jam kini sudah menunjukkan pukul 17.15, sudah waktunya Nanda berangkat.
Wajahnya yang sedih dan bercampur kecewa tidak bisa ditutupi lagi, Nanda berjalan menuju mobilnya yang terparkir di depan rumah Adit tersebut, dengan perasaan yang masih mengharapkan akan kehadiran Adit saat ini.
Nanda sudah di dalam mobilnya itu, Nanda mengirim pesan kepada Adit dan setelah itu dia melajukan mobilnya dengan perasaannya yang kecewa bercampur sedih itu.
Sementara itu Adit yang tengah makan bersama Indah, Ririn dan Iim dengan disertai candaan dan obrolan yang hangat dan akrab diantara mereka, baru tersadar ada beberapa panggilan tak terjawab dari Nanda dan ada 1 pesan masuk darinya.
Adit membuka ponselnya dan membuka pesan masuk dari Nanda tersebut, dia terkejut dengan apa yang dia baca saat ini, sehingga membuatnya harus beranjak dari aktifitasnya saat ini dan menemuinya sekarang.
Adit melihat Indah yang tengah membereskan bekas makanannya mereka tersebut "Indah, maaf ya aku harus pulang sekarang" Ucap Adit kepada Indah.
"Oh, ya udah kamu pulang! Ini sudah hampir magrib soalnya" Ucap Indah. "Kamu ini gimana sih ndah, calon suaminya malah diusir. Ya udah pak Adit silahkan pulang, hati-hati ya dan makasih atas makanannya, hehe" Timpa Iim sembari tertawa.
Indahpun ikut tertawa mendengar apa yang baru saja Iim katakan kepada Adit tersebut "Gimana sih mbak Iim malah yang ngusir, haha ... " Ucap Indah.
__ADS_1
Aditpun tertawa "Ya sudah, aku pulang ya. Kamu jangan telat lagi ya nanti berangkatnya, atau nanti aku akan menghukummu lagi seperti kemarin" Ucap Adit tersenyum kepada Indah sembari dia mengelus rambut Indah tersebut.
"Ehem ... Ehem ..." Ucap Ririn yang melihat pemandangan romantis di depannya itu dan menahan tawanya tersebut "Udah ah pak Adit, aku jadi malu ..." Timpa Iim kepada Adit sembari dia tertawa.
Perkataan Iim membuat semua orang yang ada disitu menjadi ketawa, tak terkecuali dengan Indah dan Adit yang ikut tertawa lepas, setelah itu Adit keluar dari kost Indah dan masuk ke dalam mobilnya yang terparkir di depan gerbang kostnya Indah tersebut.
Adit segera melajukan mobilnya, dengan perasaan khawatirnya dia mengendarai mobilnya dengan cepat "Tunggu aku Nda ...!!" Ucap Adit dalam hatinya sembari dia fokus mengendari mobilnya itu.
Setelah kurang lebih 1 jam perjalanan Adit, kini Adit sudah sampai di tujuannya, Aditpun turun dari mobilnya dan berlari dengan cepat seraya dia mencari keberadaan Nanda saat ini.
Aditpun terus berlari dan kini Nanda sudah berjalan menuju tempat pemeriksaan tiket "Nanda ...?" Ucap Adit dengan keras, sehingga Nanda menoleh ke belakang dan melihat Adit yang kini sudah memeluknya tersebut.
Adit memeluk Nanda dan mengusap rambutnya yang halus dan bewarna pirang tersebut "Maaf ya, tadi aku sibuk tidak bisa angkat telepon dari kamu" Ucap Adit kepada Nanda.
Nandapun merangkul tubuh tinggi Adit dengan erat, tampak dia sangat senang dengan perlakuan Adit saat ini sehingga dia meneteskan air matanya itu.
Aditpun melepaskan pelukannya "Maafkan aku tidak bisa bersamamu lagi, aku selalu berdoa yang terbaik untukmu Nda" Ucap Adit yang kini melihat Nanda yang sedang menangis, sontak membuat hati Adit iba sehingga dia mengusap air matanya Nanda dengan menggunakan tangannya tersebut.
__ADS_1
Nanda tidak menjawab apa yang Adit utarakan kepadanya, hatinya yang terlanjur mencintai Adit dari pertama kali mereka pacaran 10 tahun yang lalu hingga kini masih mencintai Adit dengan tulus, namun cintanya kini hanyalah sebuah masa lalu baginya.
Nanda melihat jam tangannya yang berada di pergelangan tangannya itu sudah menunjukkan pukul 18.45, sudah waktunya dia harus masuk ke dalam pesawat.
Nanda memeluk lagi Adit yang kini terus melihatnya "Aku masih mencintai kamu dengan tulus seperti cintaku yang dulu dit, aku masih mengingat semua kenangan kita bersama, bahkan setiap tahun aku selalu mengunjungi Seoul Namsan Tower hanya untuk ingin bertemu denganmu, tapi sekalipun aku tidak pernah menemukanmu di tempat perjanjian kita" Ucap Nanda dalam pelukannya Adit sembari air matanya terus mengalir di pipinya itu.
Deg ... Jantung Adit serasa berhenti berdetak setelah mendengar apa yang Nanda utarakan barusan kepadanya itu, lantaran selama ini Aditpun juga terus mengunjungi tempat dimana dia dan Nanda berkunjung dengan semua janji cinta yang mereka utarakan satu sama lain.
Adit memeluk Nanda dengan erat "Maafkan aku Nda, aku benar-benar minta maaf!!" Ucap Adit dengan Nanda.
Nanda melepas pelukannya Adit "Maaf saja belum cukup, kamu juga tahu betapa dalamnya perasaanku terhadapmu, bagaimana perasaan sakit hatiku dengan semua ini" Sahut Nanda dengan matanya yang sembab serta wajahnya yang kecewa bercampur kesal itu sembari dia meninggalkan Adit dan berjalan ke petugas tiket bandara itu.
Wajah dan perasaan Adit benar-benar sedih saat ini, melihat wanita yang masih dia sayangi pergi untuk yang kedua kalinya saat ini, Aditpun tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa melepaskan Nanda dengan perasaannya yang bersalah saat ini.
Bersambung...
Kamsahabnida sudah baca novel saya, Jangan lupa untuk LIKE, LOVE, VOTE dan tinggalkan masukan atau kritik yang membangun di kolom komentar ya 😊
__ADS_1