Cinta dari Korea

Cinta dari Korea
Episode 100 "Perpindahan"


__ADS_3

Pagi ini Indah dan Adit sudah berangkat menuju bandara karena Adit akan balik ke Kota J dimana dia tinggal, kini Indah sudah duduk di mobil tepat di samping Adit.


Sepanjang perjalanan, Indah hanya terdiam dan tidak berkata apapun kepada Adit, karena sungguh Indah tidak bisa mengungkapkan apa yang dia rasakan saat ini.


Sedari tadi juga Adit menggenggam tangan Indah, sembari dia menyetir mobilnya, sesekali Adit melihat ke arah Indah, tampak wajahnya yang sedih terlihat jelas dalam diamnya saat ini.


Kurang lebih 1 jam perjalanan mereka sudah sampai di Bandara Kota S berada, Indah dan Adit masuk ke dalam bandara, sembari Adit membawa tas dan kopernya yang berisi pakaian dan barang-barangnya.


Hanya 1 yang Adit tidak bawa, yaitu mobil pribadinya yang akan dia berikan ke Indah, bukan tanpa alasan Adit memberikan mobilnya kepada Indah yang awalanya Indah menolak pemberian mobil itu, Adit hanya ingin Indah tidak terluka jika terus dia mengendarai motornya.


Kini Adit dan Indah sudah sampai di ruang tunggu bandara, Adit dan Indah duduk di kursi tersebut, Indah masih terdiam membisu sembari dia melihat sekeliling ruang tunggu bandara tersebut.


Adit masih menggenggam tangan Indah, dia menatap wajah Indah, Indah menoleh ke arah Adit dan menatap wajah Adit, sembari tersenyum tipis kepada Adit.


"Sayang, maafkan aku ya! Mungkin ini berat bagi kamu dan aku juga tahu perasaan kamu. Apa kamu yakin tidak ingin ikut aku?" Ucap Adit kepada Indah dengan serius.


Indah tersenyum dan menghela nafas panjang, "Nggak sayang, aku gpp kok ... Serius!" Sahut Indah dengan memasang wajah bahagia, agar bisa menutupi perasaannya saat ini.


Mendengar apa yang Indah katakan kepadanya, membuat Adit terenyuh dan langsung memeluk Indah, "Aku janji, aku akan sering mengunjungi kamu sayang" Ucap Adit yang masih memeluk Indah tersebut.

__ADS_1


Indah mengangguk seraya membalas apa yang Adit katakan kepadanya, "Iya sayang, aku tunggu" Sahut Indah di pelukan Adit, dengan matanya yang berkaca-kaca tersebut.


Setelah kurang lebih 30 menit mereka berdua menunggu di ruang tunggu bandara, kini sudah saatnya Adit untuk berangkat, tak lupa dia berpamitan dengan calon istrinya tersayang itu.


Indah tidak bisa membendung air matanya, dia memeluk erat tubuh Adit dengan air matanya yang terus bercucuran di pipinya yang putih dan mulus itu.


Adit juga tak kuasa menahan perasaannya, matanya berbinar dan berkaca-kaca merasakan apa yang Indah rasakan saat ini.


"Saranghae Adit" Ucap Indah dalam pelukannya Adit dengan air matanya yang terus menetes tak terbendung lagi, hingga membuatnya sesenggukan dalam tangisannya itu.


Deg ... Jantung Adit serasa berhenti berdetak, mendengar apa yang Indah ucapkan kepadanya, Adit terus memeluk Indah dengan erat, sembari dia mengelus rambut panjang Indah.


"Ya sudah sayang, sudah waktunya kamu berangkat. Maaf ya aku terlalu cengeng" Ucap Indah kepada Adit dan tersenyum manis.


Adit mengusap air mata Indah yang masih jatuh di pipinya dengan tangannya, Adit mengangguk seraya menjawab apa yang Indah katakan kepadanya dan mengelus rambut Indah.


"Tetap menjadi kekasihku yang seperti ini ya sayang! Semangat untuk berkarya dan menjadi leader terbaik untuk anak-anak kamu di produksi. Dan jangan telat lagi, biar kamu tidak di tegur oleh Manager yang baru nanti" Ucap Adit dan masih menatap dalam mata Indah.


Mendengar apa yang Adit katakan, membuat Indah tertawa kecil dan tersenyum senang, "Siap pak Adit. Hati-hati ya sayang ... Salam buat ayah dan bunda" Sahut Indah kepada Adit.

__ADS_1


Setelah berpamitan, Adit pergi meninggalkan Indah yang masih melihatnya, yang kini berjalan masuk ke dalam bandara untuk proses pengecekan tiket pesawat tersebut.


Indah masih melihat Adit hingga tubuh Adit tidak kelihatan lagi di pandangannya, lalu Indah berjalan keluar dari bandara itu.


Wajahnya yang sedih masih terlihat jelas, perasaannya Indah masih sama dengan tadi, hanya saja Indah sekarang harus berusaha sekuat tenaga menutupi perasaannya yang rapuh karena di tinggal oleh Adit.


Indah sudah di area parkir bandara, dia sudah masuk di dalam mobil Adit yang diberikan untuknya, Indah membuka pintu mobilnya.


Tiba-tiba Indah teringat semua kenangan yang pernah terjadi di dalam mobil ini, apalagi saat dirinya kini duduk di kursi kemudi dimana Adit duduk tadi.


Indah tidak bisa membendung perasaannya lagi, air matanya pecah dan membasahi pipinya dengan deras, dia menangis menjadi dan tangisannya tidak bisa dia tahan lagi.


Indah terus menangis di dalam mobil seorang diri, dengan semua kenangan Adit dan dirinya terlintas dipikirannya, membuatnya tidak bisa mengendalikan emosinya saat ini.


Cukup lama Indah menangis di dalam mobil, lalu Indah mencoba menguatkan dirinya dengan ucapan yang Adit berikan kepadanya dan akhirnya Indah bisa menghentikan tangisannya.


Bersambung ...


Kamsahabnida sudah baca novel saya, Jangan lupa untuk LIKE, LOVE, VOTE dan tinggalkan masukan atau kritik yang membangun di kolom komentar ya 😊

__ADS_1


__ADS_2